Tidak Terima, Juara Dua Putri Kecantikan Miss Amazonas 2015 Mengamuk dan Rampas Mahkota Pemenang

Juara Dua Putri Kecantikan Mengamuk dan Rampas Mahkota Pemenang - Malam final kontes kecantikan di Brasil dilanda kekacauan ketika runner-up atau juara dua tiba-tiba merampas mahkota sang pemenang. Ia mengklaim, hasil ajang putri-putrian itu dipalsukan. Ia tak terima kalah. 

Dalam upacara pemahkotaan Miss Amazonas 2015, Sheislane Hayalla mencuri perhatian kamera saat ia tiba-tiba merampas mahkota di kepala sang pemenang Carolina Toledo, dari belakang dan melemparkannya ke lantai.

"Kamu tidak berhak menerima mahkota ini," teriak Hayalla, menuding sang pemenang membeli gelar itu.  
Runner-up Miss Amazonas 2015 mengamuk (YouTube) 

Tak cuma itu, para penonton dan tamu kehormatan menyaksikan dengan ngeri saat finalis berusia 20 tahun itu menghina saingannya, mengacungkan jari dan menuding sebelum akhirnya meluapkan emosi di panggung. 

Daily Mirror melaporkan, insiden tersebut terjadi di akhir pekan di convention centre di Manaus, kota terbesar di Amazon. 


Hayalla menuding, kontes kecantikan itu tak lebih dari sekedar penipuan dan sang pemenang kontes membayar sejumlah uang demi mendapatkan gelar Miss Amazonas 2015. 

"Uang bicara di Manaus. Aku ingin menunjukkan bahwa uang orang Manazon sama sekali tak mengalir ke sini," kata dia, seperti Liputan6.com kutip dari Al Arabiya, Senin (2/2/2015). 

"Ia tak berhak atas gelar itu," tambah dia, merujuk pada si pemenang, Carolina Toledo.

Di laman Facebook-nya, Hayalla mengaku tak menyesal telah melakukan protes keras nan menghebohkan tersebut. "Saya minta maaf jika ada pihak-pihak yang menganggap tindakanku tak tepat. Namun, aku merasa harus menyampaikannya."

Hayalla sebelumnya juga jadi finalis dalam kontes kecantikan lainnya. Pada 2013, ia mewakili Brasil di ajang Miss Globe International, yang diselenggarakan di Baku, Azerbaijan.

Dalam ajang itu dia juga menjadi runner-up. Bedanya, ia menerima gelar itu dengan senang hati. 

Sementara, Carolina Toledo mengaku terkejut dengan insiden tersebut. Namun, sang ratu kecantikan menolak berkomentar lebih lanjut soal tuduhan yang mengarah padanya. 

"Itu adalah kejadian yang sama sekali tak dikira," kata dia. "Tak ada kata yang bisa mewakili perasaanku saat ini." 

Saksikan videonya di bawah ini:


Sheislane Hayalla mencuri perhatian kamera saat ia tiba-tiba merampas mahkota pemenang dan melemparkannya ke lantai.


READ MORE - Tidak Terima, Juara Dua Putri Kecantikan Miss Amazonas 2015 Mengamuk dan Rampas Mahkota Pemenang

Inilah Artis Yang Pernah Jadi Simpanan Para Penjabat Indonesia

Inilah Artis Yang Pernah Jadi Simpanan Para Penjabat Indonesia - Memiliki istri artis yang cantik dan seksi mungkin impian sebagian pria. Tak terkecuali dengan para pejabat kita. Sudah menjadi rahasia umum jika beberapa pejabat kita memiliki istri simpanan. Beberapa artis pun sempat mengaku jika mereka menjadi simpanan para pejabat atau bahkan nyaris dinikahi pejabat. Berikut beberapa daftarnya.

1. Shinta Bachir

Artis seksi Shinta Bachir mengaku jika dirinya menjadi simpanan seorang pejabat di Polda Metro Jaya. Bahkan, Shinta sempat mengalami ancaman pembunuhan saat dirinya berkoar soal hubungannya itu. 

"Iya (ada hubungan) asmara," kata Shinta. Hubungan yang lama itu membuat Shinta menikah siri dan menjadi istri simpanan mantan petinggi kepolisian tersebut.

2. Maria Eva

Nama Maria Eva telah lebih dulu dikenal sebagai artis yang pernah berhubungan dengan seorang pejabat partai. Bahkan, video mesum dirinya dan pejabat sempat menghebohkan publik.

Belakangan, nama Maria juga sempat dikaitkan dengan nama seorang pejabat di Sulawesi Selatan. Maria Eva mengaku tidak mengenal dengan sosok Imran Ramli, pejabat kota Parepare. Namun, ia tak menampik pernah diundang untuk mengisi acara dalam rangka HUT kota Parepare.

3. Sovie Jasmin

Penyanyi yang tenar di era 80-an ini nyaris sudah tidak lagi dikenal oleh kalangan masyarakat banyak. Namun namanya mendadak muncul kembali seiring dengan pengakuannya sebagai istri siri Agung Laksono yang menjabat sebagai Menkokesra.

Sovie rela bercerai dengan suaminya terdahulu dan perceraian itu diurusnya dengan uang dari Agung Laksono. Rumah tangga Agung Laksono dan Sylvia Amelia tengah diterpa kabar tak sedap. Bahkan Sovie menyebut ada tiga wanita lain yang menjadi selingkuhan Agung.

4. Angel Lelga

Setelah skandal pernikahan sirinya dengan Rhoma Irama, Angel Lelga lebih banyak diam. Meskipun jarang manggung namun perekonomian penyanyi dangdut ini tetap stabil. Bahkan terlihat semakin meningkat. Tak ada kabar lama di pertengahan tahun 2012, Angel dikabarkan hamil 8 bulan. Mencoba menepis kabar itu, Lelga muncul dengan perut yang sudah ramping. Angel menyebut sudah menikah namun belum bersedia memperkenalkan siapa suaminya. Namun, Machica Muchtar punya versi lain. Machica menyebut Angel telah dinikahi oleh pejabat Papua. Namun sampai sekarang belum ketahuan siapa yang benar. 

5. Nikita Mirzani

Nikita Mirzani memang belum pernah menjadi simpanan pejabat, namun Nikita mengaku pernah di-booking oleh pejabat. Dengan blak-blakan Nikita memberikan pengakuan bersedia menerima tawaran jika harta yang diterimanya cukup banyak.

"Kalau puluhan sampai ratusan juga nggak mau lah. Kalau ada yang mau booking yah di atas seratus juta tapi juga nggak sampai 1 M lah. Malah ada pejabat yang nawarin jadi istri, orang Kalimantan, Pangkalan Bun. Orangnya nggak keren, saya geli. Orangnya itu jelek, tua, dan bau, saya nggak suka. Dia berani banget, tapi bukan kriteria saya," akunya. 

6. Melinda

Pelantun tembang Cinta Satu Malam itu secara tiba-tiba memperkenalkan putri semata wayangnya, Ara, kepada media. Ara yang saat itu sedang sakit mengaku kangen pada ayahnya, Didi Supardi yang juga Bupati Cirebon.

Meskipun hanya dinikahi siri, Melinda menuntut pengakuan anaknya dari Didi. Melinda mengaku siap melakukan tes DNA untuk istrinya. Belum sampai pengadilan, usaha Melinda berbuah manis. Meskipun Melinda diceraikan, namun Ara diakui sebagai anak kandungnya. ( liputan6.com )

Blog : Selebrity


READ MORE - Inilah Artis Yang Pernah Jadi Simpanan Para Penjabat Indonesia

Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara - Hercules Rozario Marshal menyimpan senjata api berjenis FN di rumahnya, beserta 27 butir peluru. "Senjata itu buatan Pindad," kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, Sabtu, 9 Maret 2013.


http://statik.tempo.co/data/2012/12/14/id_156329/156329_475.jpg
Ketua umum organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules Rozario Marcal. TEMPO/Subekti

Senjata jenis ini biasa digunakan oleh polisi. Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan kepolisian bakal mendalami asal senjata tersebut. "Kami akan cek nomor serinya," dia berkata.

Senjata itu disita bersama sejumlah barang bukti lain, baik dari rumah Hercules maupun dari empat mobil kelompok Hercules. Yang lainnya adalah tiga bilah parang, sebuah panah, dua buah anak panah, tujuh bilah pisau belati, dua buah magasin, satu pucuk senjata api jenis revolver, sebuah ketapel beserta beberapa anak ketapel paku terbuat dari kayu, dan uang tunai Rp 5,9 juta.

Sebelumnya, Jumat 8 Maret, Hercules bersama 50 anak buahnya ditahan oleh Polda karena memeras pemilik ruko di Kembangan, Jakarta Barat. Satu orang di antara mereka yang bernama Samin akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat.

Adapun Hercules kini dijerat Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan, Pasal 114 KUHP karena melawan petugas yang sah, dan Pasal 170 tentang pengeroyokan. Semuanya dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. Sedangkan untuk kepemilikan senjata api, dia dikenai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 karena kepemilikan senjata dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun. ( tempo.co )

Blog : Selebrity


READ MORE - Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan

Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan - Kepolisian Resor Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya menangkap Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru, Hercules Rozario Marshal, dan 50 anak buahnya di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat petang, 8 Maret 2013.

Penangkapan tersebut terjadi setelah lima anggota kelompok Hercules merusak kaca-kaca di kompleks ruko PT Tjakra Multi Stategi, dekat apartemen Belmont Residence, Srengseng, Kembangan, sekitar pukul 16.00 WIB. Pada saat itu anggota Polres Jakarta Barat dan 8 anggota Polsek di wilayah Jakarta Barat sedang menggelar apel di sekitar kompleks pertokoan itu.

http://statik.tempo.co/data/2013/02/18/id_167976/167976_475.jpg 
Ketua umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru dari partai Gerindra, Hercules Rosario. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

"Sengaja kami apelkan anggota Polres Jakarta Barat di kompleks pertokoan Belmont Residence," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, di lokasi penangkapan, Jumat 8 Maret 2013. Menurut Hengki, kelompok Hercules tampaknya merasa terganggu dengan apel tersebut, sehingga lima anak buahnya merusak kaca ruko dengan senjata tajam, seperti parang dan golok.

Hengki mengatakan polisi sengaja menggelar apel di tempat itu sesuai dengan instruksi Polda Metro Jaya untuk mengamankan wilayah rawan premanisme. "Mereka (kelompok Hercules) melakukan pemerasan dan intimidasi di pembangunan ruko," ujar Hengki.

Setelah menangkap lima anggota Hercules, anggota Polres Jakarta Barat mendapat tambahan kekuatan dari tim Reserse Mobil Polda Metro Jaya yang dipimpin Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan. Mereka lalu mendatangi rumah yang menjadi tempat berkumpul Hercules dan anggotanya di Kompleks Perumahan Kebon Jeruk Indah.

Di sana, sekitar 45 anggota kelompok Hercules ditangkap tanpa perlawanan. Namun mantan preman Pasar Tanah Abang itu sempat terlibat adu mulut dengan Hengki Haryadi.

Akhirnya Hercules juga dibawa polisi. Lima anggota yang kedapatan membawa senjata tajam dibawa ke Polres Jakarta Barat. Sedangkan Hercules dan 45 anggotanya yang ditangkap di Kebun Jeruk Indah dibawa ke Polda Metro Jaya. ( tempo.co )

Blog : Selebrity


READ MORE - Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan

Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

Ini Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU - Markas Kepolisian Resort Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kamis pagi sekitar pukul 08.20 WIB dibakar oleh sekelompok anggota TNI setempat.

Akibat penyerangan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) yang berada di pusat Kota Baturaja itu, suasana kota setempat mencekam dan sejumlah aktivitas warga terganggu, kata salah seorang warga setempat Salim ketika dihubungi Antara dari Palembang.

"Saya pagi ini akan mengurus surat kelakuan baik, namun terkejut melihat ada keramaian dan gedung Mapolres OKU terbakar," ujarnya, Kamis (7/3).

Salim melihat beberapa anggota Polres OKU yang berlarian dengan kondisi luka-luka.

http://statik.tempo.co/data/2012/04/23/id_116558/116558_475.jpg

Sementara Dosen Universitas Baturaja Dora Fatma Nurshanti kepada Antara juga menjelaskan, pembakaran Mapolres OKU berdasarkan informasi berkembang di masyarakat dilakukan oleh sekelompok anggota TNI setempat. Penyebabnya sekitar dua bulan lalu salah satu anggota TNI tertembak oleh anggota Polantas setempat karena terjadi selisih paham kasus lalu lintas. Merdeka.com )

Amukan anggota TNI Angkaran Darat di Kabupaten Ogan Komering Ulu memakan korban lima anggota Polri dan warga sipil. Kepala Kepolisian Sektor Martapura, Komisaris Polisi M. Ridwan, pun kritis dihajar sejumlah anggota Polri. "Setelah membakar Mapolres Ogan Komering Ulu, mereka menuju Mapolsek Martapura dan mengamuk di sana," ujar juru bicara Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar R. Djarod.

Berikut ini kronologi singkat penyerangan menurut pihak Polda Sumatera Selatan:

Pukul 08.30
Sekitar 75 personel TNI Yon Armed 15/76 Tarik Martapura, Kamis pagi, mendatangi Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) menggunakan truk dan sepeda motor. Mereka hendak berdialog soal penanganan kasus tertembaknya TNI Prajurit Satu Heru Oktavianus oleh anggota Polres OKU, Brigadir Wijaya, dua bulan lalu yang tak jelas ujungnya. Kapolres OKU, AKBP Azis Saputra, sedang tak berada di tempat.

Personel TNI diterima dengan baik dan dipersilakan masuk ke Markas Polres OKU. Sejumlah anggota Polres pun menyiapkan ruangan untuk pertemuan itu. Rencananya, mereka akan diterima oleh Kepala Bagian Operasi Polres OKU, Komisaris Polisi Afri S. Jaya.

Pukul 09.00
Sejumlah anggota TNI mulai mengamuk di dalam Mapolres dan menghajar tiga petugas jaga Polres OKU. Mereka adalah Aiptu Arwani (luka tusuk paha kiri), Briptu Berlin Mandala (luka tusuk di punggung), Bripka M., dan Asrul Hasibuan, yang merupakan petugas kebersihan.

Pukul 10.00
Anggota TNI meninggalkan lokasi yang sudah terbakar menuju markas Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik, Martapura.

Pukul 10.30
Rombongan TNI tak langsung kembali ke markas. Mereka berbelok menuju Mapolsek Martapura dan menghancurkan kantor Polsek Martapura. Kompol M. Ridwan yang berada di tempat pun langsung menjadi bulan-bulanan sejumlah anggota TNI AD.

Pukul 11.00
Puas memporak-porandakan Mapolsek Martapura, rombongan tentara kembali ke markas. ( tempo.co )

Blog : Selebrity


READ MORE - Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU