Selebrity

Artikel Selebrity Lengkap

Inilah Artis Yang Pernah Jadi Simpanan Para Penjabat Indonesia

Inilah Artis Yang Pernah Jadi Simpanan Para Penjabat Indonesia - Memiliki istri artis yang cantik dan seksi mungkin impian sebagian pria. Tak terkecuali dengan para pejabat kita. Sudah menjadi rahasia umum jika beberapa pejabat kita memiliki istri simpanan. Beberapa artis pun sempat mengaku jika mereka menjadi simpanan para pejabat atau bahkan nyaris dinikahi pejabat. Berikut beberapa daftarnya.

1. Shinta Bachir

Artis seksi Shinta Bachir mengaku jika dirinya menjadi simpanan seorang pejabat di Polda Metro Jaya. Bahkan, Shinta sempat mengalami ancaman pembunuhan saat dirinya berkoar soal hubungannya itu. 

"Iya (ada hubungan) asmara," kata Shinta. Hubungan yang lama itu membuat Shinta menikah siri dan menjadi istri simpanan mantan petinggi kepolisian tersebut.

2. Maria Eva

Nama Maria Eva telah lebih dulu dikenal sebagai artis yang pernah berhubungan dengan seorang pejabat partai. Bahkan, video mesum dirinya dan pejabat sempat menghebohkan publik.

Belakangan, nama Maria juga sempat dikaitkan dengan nama seorang pejabat di Sulawesi Selatan. Maria Eva mengaku tidak mengenal dengan sosok Imran Ramli, pejabat kota Parepare. Namun, ia tak menampik pernah diundang untuk mengisi acara dalam rangka HUT kota Parepare.

3. Sovie Jasmin

Penyanyi yang tenar di era 80-an ini nyaris sudah tidak lagi dikenal oleh kalangan masyarakat banyak. Namun namanya mendadak muncul kembali seiring dengan pengakuannya sebagai istri siri Agung Laksono yang menjabat sebagai Menkokesra.

Sovie rela bercerai dengan suaminya terdahulu dan perceraian itu diurusnya dengan uang dari Agung Laksono. Rumah tangga Agung Laksono dan Sylvia Amelia tengah diterpa kabar tak sedap. Bahkan Sovie menyebut ada tiga wanita lain yang menjadi selingkuhan Agung.

4. Angel Lelga

Setelah skandal pernikahan sirinya dengan Rhoma Irama, Angel Lelga lebih banyak diam. Meskipun jarang manggung namun perekonomian penyanyi dangdut ini tetap stabil. Bahkan terlihat semakin meningkat. Tak ada kabar lama di pertengahan tahun 2012, Angel dikabarkan hamil 8 bulan. Mencoba menepis kabar itu, Lelga muncul dengan perut yang sudah ramping. Angel menyebut sudah menikah namun belum bersedia memperkenalkan siapa suaminya. Namun, Machica Muchtar punya versi lain. Machica menyebut Angel telah dinikahi oleh pejabat Papua. Namun sampai sekarang belum ketahuan siapa yang benar. 

5. Nikita Mirzani

Nikita Mirzani memang belum pernah menjadi simpanan pejabat, namun Nikita mengaku pernah di-booking oleh pejabat. Dengan blak-blakan Nikita memberikan pengakuan bersedia menerima tawaran jika harta yang diterimanya cukup banyak.

"Kalau puluhan sampai ratusan juga nggak mau lah. Kalau ada yang mau booking yah di atas seratus juta tapi juga nggak sampai 1 M lah. Malah ada pejabat yang nawarin jadi istri, orang Kalimantan, Pangkalan Bun. Orangnya nggak keren, saya geli. Orangnya itu jelek, tua, dan bau, saya nggak suka. Dia berani banget, tapi bukan kriteria saya," akunya. 

6. Melinda

Pelantun tembang Cinta Satu Malam itu secara tiba-tiba memperkenalkan putri semata wayangnya, Ara, kepada media. Ara yang saat itu sedang sakit mengaku kangen pada ayahnya, Didi Supardi yang juga Bupati Cirebon.

Meskipun hanya dinikahi siri, Melinda menuntut pengakuan anaknya dari Didi. Melinda mengaku siap melakukan tes DNA untuk istrinya. Belum sampai pengadilan, usaha Melinda berbuah manis. Meskipun Melinda diceraikan, namun Ara diakui sebagai anak kandungnya. ( liputan6.com )

Blog : Selebrity

READ MORE - Inilah Artis Yang Pernah Jadi Simpanan Para Penjabat Indonesia

Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara - Hercules Rozario Marshal menyimpan senjata api berjenis FN di rumahnya, beserta 27 butir peluru. "Senjata itu buatan Pindad," kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, Sabtu, 9 Maret 2013.


http://statik.tempo.co/data/2012/12/14/id_156329/156329_475.jpg
Ketua umum organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules Rozario Marcal. TEMPO/Subekti

Senjata jenis ini biasa digunakan oleh polisi. Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan kepolisian bakal mendalami asal senjata tersebut. "Kami akan cek nomor serinya," dia berkata.

Senjata itu disita bersama sejumlah barang bukti lain, baik dari rumah Hercules maupun dari empat mobil kelompok Hercules. Yang lainnya adalah tiga bilah parang, sebuah panah, dua buah anak panah, tujuh bilah pisau belati, dua buah magasin, satu pucuk senjata api jenis revolver, sebuah ketapel beserta beberapa anak ketapel paku terbuat dari kayu, dan uang tunai Rp 5,9 juta.

Sebelumnya, Jumat 8 Maret, Hercules bersama 50 anak buahnya ditahan oleh Polda karena memeras pemilik ruko di Kembangan, Jakarta Barat. Satu orang di antara mereka yang bernama Samin akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat.

Adapun Hercules kini dijerat Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan, Pasal 114 KUHP karena melawan petugas yang sah, dan Pasal 170 tentang pengeroyokan. Semuanya dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. Sedangkan untuk kepemilikan senjata api, dia dikenai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 karena kepemilikan senjata dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun. ( tempo.co )

Blog : Selebrity

READ MORE - Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan

Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan - Kepolisian Resor Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya menangkap Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru, Hercules Rozario Marshal, dan 50 anak buahnya di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat petang, 8 Maret 2013.

Penangkapan tersebut terjadi setelah lima anggota kelompok Hercules merusak kaca-kaca di kompleks ruko PT Tjakra Multi Stategi, dekat apartemen Belmont Residence, Srengseng, Kembangan, sekitar pukul 16.00 WIB. Pada saat itu anggota Polres Jakarta Barat dan 8 anggota Polsek di wilayah Jakarta Barat sedang menggelar apel di sekitar kompleks pertokoan itu.

http://statik.tempo.co/data/2013/02/18/id_167976/167976_475.jpg 
Ketua umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru dari partai Gerindra, Hercules Rosario. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

"Sengaja kami apelkan anggota Polres Jakarta Barat di kompleks pertokoan Belmont Residence," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, di lokasi penangkapan, Jumat 8 Maret 2013. Menurut Hengki, kelompok Hercules tampaknya merasa terganggu dengan apel tersebut, sehingga lima anak buahnya merusak kaca ruko dengan senjata tajam, seperti parang dan golok.

Hengki mengatakan polisi sengaja menggelar apel di tempat itu sesuai dengan instruksi Polda Metro Jaya untuk mengamankan wilayah rawan premanisme. "Mereka (kelompok Hercules) melakukan pemerasan dan intimidasi di pembangunan ruko," ujar Hengki.

Setelah menangkap lima anggota Hercules, anggota Polres Jakarta Barat mendapat tambahan kekuatan dari tim Reserse Mobil Polda Metro Jaya yang dipimpin Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan. Mereka lalu mendatangi rumah yang menjadi tempat berkumpul Hercules dan anggotanya di Kompleks Perumahan Kebon Jeruk Indah.

Di sana, sekitar 45 anggota kelompok Hercules ditangkap tanpa perlawanan. Namun mantan preman Pasar Tanah Abang itu sempat terlibat adu mulut dengan Hengki Haryadi.

Akhirnya Hercules juga dibawa polisi. Lima anggota yang kedapatan membawa senjata tajam dibawa ke Polres Jakarta Barat. Sedangkan Hercules dan 45 anggotanya yang ditangkap di Kebun Jeruk Indah dibawa ke Polda Metro Jaya. ( tempo.co )

Blog : Selebrity

READ MORE - Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan

Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

Ini Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU - Markas Kepolisian Resort Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kamis pagi sekitar pukul 08.20 WIB dibakar oleh sekelompok anggota TNI setempat.

Akibat penyerangan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) yang berada di pusat Kota Baturaja itu, suasana kota setempat mencekam dan sejumlah aktivitas warga terganggu, kata salah seorang warga setempat Salim ketika dihubungi Antara dari Palembang.

"Saya pagi ini akan mengurus surat kelakuan baik, namun terkejut melihat ada keramaian dan gedung Mapolres OKU terbakar," ujarnya, Kamis (7/3).

Salim melihat beberapa anggota Polres OKU yang berlarian dengan kondisi luka-luka.

http://statik.tempo.co/data/2012/04/23/id_116558/116558_475.jpg

Sementara Dosen Universitas Baturaja Dora Fatma Nurshanti kepada Antara juga menjelaskan, pembakaran Mapolres OKU berdasarkan informasi berkembang di masyarakat dilakukan oleh sekelompok anggota TNI setempat. Penyebabnya sekitar dua bulan lalu salah satu anggota TNI tertembak oleh anggota Polantas setempat karena terjadi selisih paham kasus lalu lintas. Merdeka.com )

Amukan anggota TNI Angkaran Darat di Kabupaten Ogan Komering Ulu memakan korban lima anggota Polri dan warga sipil. Kepala Kepolisian Sektor Martapura, Komisaris Polisi M. Ridwan, pun kritis dihajar sejumlah anggota Polri. "Setelah membakar Mapolres Ogan Komering Ulu, mereka menuju Mapolsek Martapura dan mengamuk di sana," ujar juru bicara Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar R. Djarod.

Berikut ini kronologi singkat penyerangan menurut pihak Polda Sumatera Selatan:

Pukul 08.30
Sekitar 75 personel TNI Yon Armed 15/76 Tarik Martapura, Kamis pagi, mendatangi Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) menggunakan truk dan sepeda motor. Mereka hendak berdialog soal penanganan kasus tertembaknya TNI Prajurit Satu Heru Oktavianus oleh anggota Polres OKU, Brigadir Wijaya, dua bulan lalu yang tak jelas ujungnya. Kapolres OKU, AKBP Azis Saputra, sedang tak berada di tempat.

Personel TNI diterima dengan baik dan dipersilakan masuk ke Markas Polres OKU. Sejumlah anggota Polres pun menyiapkan ruangan untuk pertemuan itu. Rencananya, mereka akan diterima oleh Kepala Bagian Operasi Polres OKU, Komisaris Polisi Afri S. Jaya.

Pukul 09.00
Sejumlah anggota TNI mulai mengamuk di dalam Mapolres dan menghajar tiga petugas jaga Polres OKU. Mereka adalah Aiptu Arwani (luka tusuk paha kiri), Briptu Berlin Mandala (luka tusuk di punggung), Bripka M., dan Asrul Hasibuan, yang merupakan petugas kebersihan.

Pukul 10.00
Anggota TNI meninggalkan lokasi yang sudah terbakar menuju markas Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik, Martapura.

Pukul 10.30
Rombongan TNI tak langsung kembali ke markas. Mereka berbelok menuju Mapolsek Martapura dan menghancurkan kantor Polsek Martapura. Kompol M. Ridwan yang berada di tempat pun langsung menjadi bulan-bulanan sejumlah anggota TNI AD.

Pukul 11.00
Puas memporak-porandakan Mapolsek Martapura, rombongan tentara kembali ke markas. ( tempo.co )

Blog : Selebrity

READ MORE - Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

Peliknya Persoalan Premanisme Indonesia

Peliknya Persoalan Premanisme Indonesia - Berbicara soal aksi premanisme yang dilakukan sejumlah kelompok, memang agak sedikit pelik. Persoalan ini cukup kompleks. Solusi menangatasi permasalahan ini juga bukan perkara gampang.

Premanisme lahir dan berkembang lalu menggurita. Muncul bukan dari ruang hampa. Dampak dari ketidakadilan, ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik.
   
Istilah premanisme kini, tak terhenti pada aksi pemerasan. Premanisme oleh segelintir pihak disinyalir terlibat di berbagai tindak kriminal, mulai dari aksi perampokan, perampasan, penjarahan hingga aksi kerusuhan. 

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/premanisme-ilustrasi-_120225183746-423.jpg

Di Tanah Air, fenomena tersebut subur kala kondisi ekonomi memburuk dan angka pengangguran tinggi.

Di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda revolusi, otoritas setempat dibuat kewalahan dengan aksi rusuh oleh sejumlah preman bayaran.

Kehadiran mereka memang sulit terdeteksi. Mereka dibayar, berkamuflase, dan berbaur dengan rakyat jelata menggelar aksi demostrasi anarkis.
   
Ini tak terkecuali, kata seorang kolumnis asal Mesir, Ridha Abdurrahman Ali di laman resmi ahewar, menimpa pula negeri piramida tersebut. Balthajah,--sebutan untuk preman bayaran--hampir tiap hari, menebar teror di Mesir.

Mereka membekali dirinya dengan senjata. Tak kenal kompromi, yang ada di hadapan mereka hanyalah kerusuhan; bentrok dengan aparat keamanan, merusak fasilitas umum, dan menciptakan instabilitas. “Ini adalah hasil didikan rezim Mubarok,” kata Abdurrahman Ali.
   
Anggota Asosiasi Ulama Internasional Syekh Abdul Lathif al-Munahi, dalam makalahnya berjudul al-Balthajah fi Mizan al-Islam, menarik kesimpulan yang sangat radikal.

Menurut Syekh Abdul Lathif al-Munahi, benih premanisme muncul sejak awal sejarah manusia. Ini ditandai dengan peristiwa pembunuhan Habil, oleh saudaranya, Qabil. Kisah tersebut tertuang di ayat 27 surah al-Maidah.
   
Ia mengemukakan sejumlah solusi untuk mengatasi premanisme antara lain optimalisasi peran para dai dan ulama. Mereka memiliki tugas untuk melakukan pendekatan dan pencerahan. Pekerjaan itu tak mudah, membutuhkan kesabaran. Fungsi ini harus pula dilakukan oleh agamawan dari berbagai agama.
   
Syekh al-Munahi menyebut pentingnya keterlibatan media untuk edukasi dan sosial kepada masyarakat perihal bahaya premanisme. Menurutnya, peran aktif pemerintah juga tak kalah penting.

Pemerintah berkewajiban menciptakan keadilan sosial bagi segenap lapisan masyarakat. Salah satu contoh kecil ialah menampung para anak jalanan.
   
Tumbuh kembang tunas bangsa di jalanan itu, sangat berpotensi membentuk karakter mereka yang keras. Ayomi dan perhatikan mereka. “Ini diyakini bisa menekan angka premanisme dan kriminalitas,”tulisnya.

Tak cukup dengan pemerataan kesejahteraan, tugas tersebut mesti diperkuat dengan tindakan penegakan hukum oleh pihak berwajib.  Tanpa itu, maka sulit untuk mempersempit ruang gerak para preman.
   
Imam di Kementerian Wakaf Mesir, Syekh Hisam al-Isawi Ibrahim, mendorong pentingnya peran keluarga. Komunitas terkecil masyarakat tersebut memiliki posisi vital dalam tatanan sebuah negara.
   
Jika sistem di keluarga berjalan dengan baik, akan tercipta atmosfir yang kondusif. Kenyataannya, hal tersebut saat ini tak terwujud. Sendi keluarga kian rapuh. Banyak orangtua yang kurang peduli terhadap buah hatinya. “Maka, maksimalkan keluarga,”katanya. 
   
Untuk level individu, ia menekankan urgensi penempaan diri dan rohani oleh tiap warga. Bagi Muslim, konsep kontrol diri muraqabah lazim dilakukan tiap saat.

Karena, pada hakikatnya, Allah SWT senantiasa mengawasi tiap hamba-Nya, kapan dan di manapun ia berada. “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” (QS. Ali Imran [3]: 5).
   
Namun, menurut Guru Besar Universitas al-Azhar Mesir, Prof Mahmud Mahni, hanya satu solusi mengatasi premanisme, yakni sanksi yang tegas. Ia tidak menafikan efektivitas cara represif atasi premanisme, tetapi para preman semakin berani dan menghalalkan segala cara.

Ada tiga opsi hukuman yang bisa dijatuhkan kepada para preman. Sanksi itu tak lain ialah ganjaran bagi para pelaku kerusakan, yaitu hukuman mati, potong kaki dan tangan, dan pengasingan mereka. Hal ini seperti termaktub di surah al-Maidah ayat 33.
   
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya).” ( republika.co.id )

Blog : Selebrity

READ MORE - Peliknya Persoalan Premanisme Indonesia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...