Selebrity

Artikel Selebrity Lengkap

Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara - Hercules Rozario Marshal menyimpan senjata api berjenis FN di rumahnya, beserta 27 butir peluru. "Senjata itu buatan Pindad," kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, Sabtu, 9 Maret 2013.


http://statik.tempo.co/data/2012/12/14/id_156329/156329_475.jpg
Ketua umum organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules Rozario Marcal. TEMPO/Subekti

Senjata jenis ini biasa digunakan oleh polisi. Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan kepolisian bakal mendalami asal senjata tersebut. "Kami akan cek nomor serinya," dia berkata.

Senjata itu disita bersama sejumlah barang bukti lain, baik dari rumah Hercules maupun dari empat mobil kelompok Hercules. Yang lainnya adalah tiga bilah parang, sebuah panah, dua buah anak panah, tujuh bilah pisau belati, dua buah magasin, satu pucuk senjata api jenis revolver, sebuah ketapel beserta beberapa anak ketapel paku terbuat dari kayu, dan uang tunai Rp 5,9 juta.

Sebelumnya, Jumat 8 Maret, Hercules bersama 50 anak buahnya ditahan oleh Polda karena memeras pemilik ruko di Kembangan, Jakarta Barat. Satu orang di antara mereka yang bernama Samin akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat.

Adapun Hercules kini dijerat Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan, Pasal 114 KUHP karena melawan petugas yang sah, dan Pasal 170 tentang pengeroyokan. Semuanya dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. Sedangkan untuk kepemilikan senjata api, dia dikenai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 karena kepemilikan senjata dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun. ( tempo.co )

Blog : Selebrity

READ MORE - Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan

Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan - Kepolisian Resor Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya menangkap Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru, Hercules Rozario Marshal, dan 50 anak buahnya di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat petang, 8 Maret 2013.

Penangkapan tersebut terjadi setelah lima anggota kelompok Hercules merusak kaca-kaca di kompleks ruko PT Tjakra Multi Stategi, dekat apartemen Belmont Residence, Srengseng, Kembangan, sekitar pukul 16.00 WIB. Pada saat itu anggota Polres Jakarta Barat dan 8 anggota Polsek di wilayah Jakarta Barat sedang menggelar apel di sekitar kompleks pertokoan itu.

http://statik.tempo.co/data/2013/02/18/id_167976/167976_475.jpg 
Ketua umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru dari partai Gerindra, Hercules Rosario. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

"Sengaja kami apelkan anggota Polres Jakarta Barat di kompleks pertokoan Belmont Residence," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, di lokasi penangkapan, Jumat 8 Maret 2013. Menurut Hengki, kelompok Hercules tampaknya merasa terganggu dengan apel tersebut, sehingga lima anak buahnya merusak kaca ruko dengan senjata tajam, seperti parang dan golok.

Hengki mengatakan polisi sengaja menggelar apel di tempat itu sesuai dengan instruksi Polda Metro Jaya untuk mengamankan wilayah rawan premanisme. "Mereka (kelompok Hercules) melakukan pemerasan dan intimidasi di pembangunan ruko," ujar Hengki.

Setelah menangkap lima anggota Hercules, anggota Polres Jakarta Barat mendapat tambahan kekuatan dari tim Reserse Mobil Polda Metro Jaya yang dipimpin Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan. Mereka lalu mendatangi rumah yang menjadi tempat berkumpul Hercules dan anggotanya di Kompleks Perumahan Kebon Jeruk Indah.

Di sana, sekitar 45 anggota kelompok Hercules ditangkap tanpa perlawanan. Namun mantan preman Pasar Tanah Abang itu sempat terlibat adu mulut dengan Hengki Haryadi.

Akhirnya Hercules juga dibawa polisi. Lima anggota yang kedapatan membawa senjata tajam dibawa ke Polres Jakarta Barat. Sedangkan Hercules dan 45 anggotanya yang ditangkap di Kebun Jeruk Indah dibawa ke Polda Metro Jaya. ( tempo.co )

Blog : Selebrity

READ MORE - Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan

Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

Ini Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU - Markas Kepolisian Resort Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kamis pagi sekitar pukul 08.20 WIB dibakar oleh sekelompok anggota TNI setempat.

Akibat penyerangan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) yang berada di pusat Kota Baturaja itu, suasana kota setempat mencekam dan sejumlah aktivitas warga terganggu, kata salah seorang warga setempat Salim ketika dihubungi Antara dari Palembang.

"Saya pagi ini akan mengurus surat kelakuan baik, namun terkejut melihat ada keramaian dan gedung Mapolres OKU terbakar," ujarnya, Kamis (7/3).

Salim melihat beberapa anggota Polres OKU yang berlarian dengan kondisi luka-luka.

http://statik.tempo.co/data/2012/04/23/id_116558/116558_475.jpg

Sementara Dosen Universitas Baturaja Dora Fatma Nurshanti kepada Antara juga menjelaskan, pembakaran Mapolres OKU berdasarkan informasi berkembang di masyarakat dilakukan oleh sekelompok anggota TNI setempat. Penyebabnya sekitar dua bulan lalu salah satu anggota TNI tertembak oleh anggota Polantas setempat karena terjadi selisih paham kasus lalu lintas. Merdeka.com )

Amukan anggota TNI Angkaran Darat di Kabupaten Ogan Komering Ulu memakan korban lima anggota Polri dan warga sipil. Kepala Kepolisian Sektor Martapura, Komisaris Polisi M. Ridwan, pun kritis dihajar sejumlah anggota Polri. "Setelah membakar Mapolres Ogan Komering Ulu, mereka menuju Mapolsek Martapura dan mengamuk di sana," ujar juru bicara Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar R. Djarod.

Berikut ini kronologi singkat penyerangan menurut pihak Polda Sumatera Selatan:

Pukul 08.30
Sekitar 75 personel TNI Yon Armed 15/76 Tarik Martapura, Kamis pagi, mendatangi Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) menggunakan truk dan sepeda motor. Mereka hendak berdialog soal penanganan kasus tertembaknya TNI Prajurit Satu Heru Oktavianus oleh anggota Polres OKU, Brigadir Wijaya, dua bulan lalu yang tak jelas ujungnya. Kapolres OKU, AKBP Azis Saputra, sedang tak berada di tempat.

Personel TNI diterima dengan baik dan dipersilakan masuk ke Markas Polres OKU. Sejumlah anggota Polres pun menyiapkan ruangan untuk pertemuan itu. Rencananya, mereka akan diterima oleh Kepala Bagian Operasi Polres OKU, Komisaris Polisi Afri S. Jaya.

Pukul 09.00
Sejumlah anggota TNI mulai mengamuk di dalam Mapolres dan menghajar tiga petugas jaga Polres OKU. Mereka adalah Aiptu Arwani (luka tusuk paha kiri), Briptu Berlin Mandala (luka tusuk di punggung), Bripka M., dan Asrul Hasibuan, yang merupakan petugas kebersihan.

Pukul 10.00
Anggota TNI meninggalkan lokasi yang sudah terbakar menuju markas Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik, Martapura.

Pukul 10.30
Rombongan TNI tak langsung kembali ke markas. Mereka berbelok menuju Mapolsek Martapura dan menghancurkan kantor Polsek Martapura. Kompol M. Ridwan yang berada di tempat pun langsung menjadi bulan-bulanan sejumlah anggota TNI AD.

Pukul 11.00
Puas memporak-porandakan Mapolsek Martapura, rombongan tentara kembali ke markas. ( tempo.co )

Blog : Selebrity

READ MORE - Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

Peliknya Persoalan Premanisme Indonesia

Peliknya Persoalan Premanisme Indonesia - Berbicara soal aksi premanisme yang dilakukan sejumlah kelompok, memang agak sedikit pelik. Persoalan ini cukup kompleks. Solusi menangatasi permasalahan ini juga bukan perkara gampang.

Premanisme lahir dan berkembang lalu menggurita. Muncul bukan dari ruang hampa. Dampak dari ketidakadilan, ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik.
   
Istilah premanisme kini, tak terhenti pada aksi pemerasan. Premanisme oleh segelintir pihak disinyalir terlibat di berbagai tindak kriminal, mulai dari aksi perampokan, perampasan, penjarahan hingga aksi kerusuhan. 

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/premanisme-ilustrasi-_120225183746-423.jpg

Di Tanah Air, fenomena tersebut subur kala kondisi ekonomi memburuk dan angka pengangguran tinggi.

Di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda revolusi, otoritas setempat dibuat kewalahan dengan aksi rusuh oleh sejumlah preman bayaran.

Kehadiran mereka memang sulit terdeteksi. Mereka dibayar, berkamuflase, dan berbaur dengan rakyat jelata menggelar aksi demostrasi anarkis.
   
Ini tak terkecuali, kata seorang kolumnis asal Mesir, Ridha Abdurrahman Ali di laman resmi ahewar, menimpa pula negeri piramida tersebut. Balthajah,--sebutan untuk preman bayaran--hampir tiap hari, menebar teror di Mesir.

Mereka membekali dirinya dengan senjata. Tak kenal kompromi, yang ada di hadapan mereka hanyalah kerusuhan; bentrok dengan aparat keamanan, merusak fasilitas umum, dan menciptakan instabilitas. “Ini adalah hasil didikan rezim Mubarok,” kata Abdurrahman Ali.
   
Anggota Asosiasi Ulama Internasional Syekh Abdul Lathif al-Munahi, dalam makalahnya berjudul al-Balthajah fi Mizan al-Islam, menarik kesimpulan yang sangat radikal.

Menurut Syekh Abdul Lathif al-Munahi, benih premanisme muncul sejak awal sejarah manusia. Ini ditandai dengan peristiwa pembunuhan Habil, oleh saudaranya, Qabil. Kisah tersebut tertuang di ayat 27 surah al-Maidah.
   
Ia mengemukakan sejumlah solusi untuk mengatasi premanisme antara lain optimalisasi peran para dai dan ulama. Mereka memiliki tugas untuk melakukan pendekatan dan pencerahan. Pekerjaan itu tak mudah, membutuhkan kesabaran. Fungsi ini harus pula dilakukan oleh agamawan dari berbagai agama.
   
Syekh al-Munahi menyebut pentingnya keterlibatan media untuk edukasi dan sosial kepada masyarakat perihal bahaya premanisme. Menurutnya, peran aktif pemerintah juga tak kalah penting.

Pemerintah berkewajiban menciptakan keadilan sosial bagi segenap lapisan masyarakat. Salah satu contoh kecil ialah menampung para anak jalanan.
   
Tumbuh kembang tunas bangsa di jalanan itu, sangat berpotensi membentuk karakter mereka yang keras. Ayomi dan perhatikan mereka. “Ini diyakini bisa menekan angka premanisme dan kriminalitas,”tulisnya.

Tak cukup dengan pemerataan kesejahteraan, tugas tersebut mesti diperkuat dengan tindakan penegakan hukum oleh pihak berwajib.  Tanpa itu, maka sulit untuk mempersempit ruang gerak para preman.
   
Imam di Kementerian Wakaf Mesir, Syekh Hisam al-Isawi Ibrahim, mendorong pentingnya peran keluarga. Komunitas terkecil masyarakat tersebut memiliki posisi vital dalam tatanan sebuah negara.
   
Jika sistem di keluarga berjalan dengan baik, akan tercipta atmosfir yang kondusif. Kenyataannya, hal tersebut saat ini tak terwujud. Sendi keluarga kian rapuh. Banyak orangtua yang kurang peduli terhadap buah hatinya. “Maka, maksimalkan keluarga,”katanya. 
   
Untuk level individu, ia menekankan urgensi penempaan diri dan rohani oleh tiap warga. Bagi Muslim, konsep kontrol diri muraqabah lazim dilakukan tiap saat.

Karena, pada hakikatnya, Allah SWT senantiasa mengawasi tiap hamba-Nya, kapan dan di manapun ia berada. “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” (QS. Ali Imran [3]: 5).
   
Namun, menurut Guru Besar Universitas al-Azhar Mesir, Prof Mahmud Mahni, hanya satu solusi mengatasi premanisme, yakni sanksi yang tegas. Ia tidak menafikan efektivitas cara represif atasi premanisme, tetapi para preman semakin berani dan menghalalkan segala cara.

Ada tiga opsi hukuman yang bisa dijatuhkan kepada para preman. Sanksi itu tak lain ialah ganjaran bagi para pelaku kerusakan, yaitu hukuman mati, potong kaki dan tangan, dan pengasingan mereka. Hal ini seperti termaktub di surah al-Maidah ayat 33.
   
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya).” ( republika.co.id )

Blog : Selebrity

READ MORE - Peliknya Persoalan Premanisme Indonesia

Suami, Istri dan Selingkuhan Tinggal Satu Rumah

Suami, Istri dan Selingkuhan Tinggal Satu Rumah - Ibu dua anak Maria Butzki meninggalkan suaminya Paul demi pria lain. Namun ia tak sanggup lepas dari sang suami, begitu pula jika harus lepas dari kekasih barunya Peter Gruman.

Kegalauan ibu berusia 33 tahun itu akhirnya mendapatkan solusi yang sempurna. Kekasihnya Peter pindah ke rumah keluarganya di Barking, London. Kini Maria, Paul (37), dan dua anaknya Laura (16) dan Amy (12), bersama Peter (36), hidup sebagai satu keluarga besar yang bahagia.

http://static.liputan6.com/201303/tinggal-seatap130304a.jpg

"Orang-orang mungkin berpikir itu aneh tapi aku suka dua lelaki itu dan tidak bisa memilih di antara mereka," kata Maria, seorang petugas penghubung perumahan seperti dikutip Mirror, Senin (4/3/2013).

"Ketika saya meninggalkan Paul ada lubang yang besar di dalam hidup saya. Tapi memikirkan tak pernah melihat Peter sungguh memilukan. Jadi hidup dengan kedua pria adalah satu-satunya cara," tambahnya.

Hebatnya, solusi itu disetujui semua pihak. "Peter adalah orang yang hebat. Ketika Maria pertama kali berselingkuh dengannya saya patah hati. Tapi, setelah saya mengenalnya, saya menyadari bahwa kami berdua memiliki banyak kesamaan. Kami berdua senang memancing dan dia seorang ayah pengganti bagi anak-anak," ujar Paul.

Peter, seorang manajer lokasi konstruksi, menambahkan: "Kita semua begitu baik. Ia tidak merasa seolah-olah aku berbagi-Maria. Tak ada kecemburuan.. Rasanya seolah-olah kita satu tim. "

Awal Perselingkuhan

Tahun lalu semuanya tinggal bersama setelah tiga tahun Maria hilir mudik antara suami dan kekasihnya. Peter tidur di atas sofa sementara Paul tidur di kamar lantai atas. Maria berbagi kamar tidur dengan putri sulungnya.

"Kami bertiga tidak pernah berbagi tempat tidur. Meskipun saya memiliki hubungan seksual dengan setiap pria, tapi disimpan sangat pribadi".

"Jika Paul keluar, maka Peter dan saya bisa bercinta, dan sebaliknya. Tapi keduanya menutup mata dan kami tidak pernah membicarakannya dengan satu sama lain".

Maria bertemu Paul saat berusia 15 tahun ketika di sekolah. Setelah berpacaran selama dua tahun, Maria hamil. Kemudian keduanya menikah.

Empat tahun setelah kelahiran Laura, Maria memiliki anak kedua Amy. Namun pada 2006 pernikahan keduanya menghadapi cobaan."Paul sudah keluar dari pekerjaannya selama enam bulan dan membebani hubungan kami. Stres menyebabkan kurangnya seks dan kami semakin menjauh. Meskipun kami tetap menjalani kehidupan seperti masak, mencuci, menjaga anak-anak, kami kehilangan keintiman. Hubungan kami lebih seperti kakak adik dibanding pasangan".

Pada saat yang sama, manajer baru Peter, mulai bekerja di tempat Maria. "Seseorang memperkenalkan saya dengan Peter dan ketika kita saling senyum, saya merasakan ada chemistry," kata Maria.

Peter, yang juga sudah menikah pada saat itu juga mempunyai daya tarik yang sama. Seperti cinta pada pandangan pertama.Tak lama setelah itu, Peter dan Maria bertemu diam-diam. "Kami akan bertemu di pub lokal untuk makan siang," kata Maria.

"Suatu hari ia meletakkan tangannya di kaki saya dan seluruh tubuh saya mulai gemetar. Saya tahu itu salah tapi kami akhirnya tidur bersama".

Perselingkuhan keduanya berlangsung selama satu tahun sebelum Paul melihat pesan di telepon Maria. Dan sang istri berhasil meyakinkan kalau dirinya dan Peter hanya berteman.

Tapi, beberapa bulan kemudian, Peter meninggalkan istrinya dan pindah dari Luton, Beds, untuk lebih dekat dengan Maria di Barking."Saya semakin dekat dengan Peter," kata Maria.

"Paul pergi untuk bisnis selama berminggu-minggu ketika Peter mengajak anak berbelanja, memanjakan mereka dengan hadiah," katanya lagi.

Tapi pada Hari Valentine tahun 2010, Maria mengatakan dia tidak bisa lagi merahasiakan hubungan terlarangnya. "Saya mulai merasa lebih dan lebih bahwa masa depan saya dengan Peter," katanya. "Jadi saya mengakui perselingkuhan saya ke Paul, dan pindah untuk tinggal bersama Peter."

Paul dan anak-anak hancur mengetahui Maria berselingkuh. "Saya hanya kaget dan patah hati. Saya tidak bisa percaya Maria telah meninggalkan saya," ujar Paul.

"Walau saya begitu marah, saya memutuskan mengutamakan anak-anak. Itu akan jauh lebih baik jika kita semua bisa menjadi orang dewasa yang matang dan damai karena masalah itu. Saya melihat Peter pria yang baik," kata Paul.

Pada tahun berikutnya Paul dan Peter bersahabat. Keduanya pergi memancing dan menghabiskan libur bersama-sama."Itu aneh, tapi saya merasa bahagia ketika kami semua bersama-sama," kata Maria.

Kemudian pada November 2012 sewa Peter sudah habis dan ia tinggal bersama temannya. Sementara Maria pindah ke rumah keluarga. Dan saat itu, Maria memutuskan untuk hidup bersama dua pria yang dicintainya. "Saya mengatakan saya mencintai mereka berdua," kata Maria.

"Saya tak bisa hidup tanpa salah satu dari mereka".

Maria mengakui, banyak teman dan keluarga melihat kehidupan keluarganya sulit dipahami. Beberapa orang terkejut, terutama kebanyakan dari mereka berpikir itu semacam threesome.

"Kebanyakan orang berpikir saya harus tetap hidup dengan Paul, tapi mereka semua dan kami berpikir yang berbeda".

Maria merasa kehidupan satu atap dengan kekasih dan suaminya itu memberikan manfaat besar untuk kehidupannya. Baik itu dalam merawat anak atau pun finansial.Ironisnya, Maria sekarang terkadang cemburu karena Peter dan Paul begitu akrab.

"Saya ditinggal sendirian ketika mereka berdua pergi memancing," pungkasnya. (Mel/Igw/liputan6.com)

Blog : Selebrity
Post : Suami, Istri dan Selingkuhan Tinggal Satu Rumah

READ MORE - Suami, Istri dan Selingkuhan Tinggal Satu Rumah