Showing posts with label Perang Antar Geng. Show all posts
Showing posts with label Perang Antar Geng. Show all posts

Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara - Hercules Rozario Marshal menyimpan senjata api berjenis FN di rumahnya, beserta 27 butir peluru. "Senjata itu buatan Pindad," kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, Sabtu, 9 Maret 2013.


http://statik.tempo.co/data/2012/12/14/id_156329/156329_475.jpg
Ketua umum organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules Rozario Marcal. TEMPO/Subekti

Senjata jenis ini biasa digunakan oleh polisi. Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan kepolisian bakal mendalami asal senjata tersebut. "Kami akan cek nomor serinya," dia berkata.

Senjata itu disita bersama sejumlah barang bukti lain, baik dari rumah Hercules maupun dari empat mobil kelompok Hercules. Yang lainnya adalah tiga bilah parang, sebuah panah, dua buah anak panah, tujuh bilah pisau belati, dua buah magasin, satu pucuk senjata api jenis revolver, sebuah ketapel beserta beberapa anak ketapel paku terbuat dari kayu, dan uang tunai Rp 5,9 juta.

Sebelumnya, Jumat 8 Maret, Hercules bersama 50 anak buahnya ditahan oleh Polda karena memeras pemilik ruko di Kembangan, Jakarta Barat. Satu orang di antara mereka yang bernama Samin akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat.

Adapun Hercules kini dijerat Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan, Pasal 114 KUHP karena melawan petugas yang sah, dan Pasal 170 tentang pengeroyokan. Semuanya dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. Sedangkan untuk kepemilikan senjata api, dia dikenai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 karena kepemilikan senjata dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun. ( tempo.co )

Blog : Selebrity


READ MORE - Hercules Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan

Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan - Kepolisian Resor Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya menangkap Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru, Hercules Rozario Marshal, dan 50 anak buahnya di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat petang, 8 Maret 2013.

Penangkapan tersebut terjadi setelah lima anggota kelompok Hercules merusak kaca-kaca di kompleks ruko PT Tjakra Multi Stategi, dekat apartemen Belmont Residence, Srengseng, Kembangan, sekitar pukul 16.00 WIB. Pada saat itu anggota Polres Jakarta Barat dan 8 anggota Polsek di wilayah Jakarta Barat sedang menggelar apel di sekitar kompleks pertokoan itu.

http://statik.tempo.co/data/2013/02/18/id_167976/167976_475.jpg 
Ketua umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru dari partai Gerindra, Hercules Rosario. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

"Sengaja kami apelkan anggota Polres Jakarta Barat di kompleks pertokoan Belmont Residence," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, di lokasi penangkapan, Jumat 8 Maret 2013. Menurut Hengki, kelompok Hercules tampaknya merasa terganggu dengan apel tersebut, sehingga lima anak buahnya merusak kaca ruko dengan senjata tajam, seperti parang dan golok.

Hengki mengatakan polisi sengaja menggelar apel di tempat itu sesuai dengan instruksi Polda Metro Jaya untuk mengamankan wilayah rawan premanisme. "Mereka (kelompok Hercules) melakukan pemerasan dan intimidasi di pembangunan ruko," ujar Hengki.

Setelah menangkap lima anggota Hercules, anggota Polres Jakarta Barat mendapat tambahan kekuatan dari tim Reserse Mobil Polda Metro Jaya yang dipimpin Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan. Mereka lalu mendatangi rumah yang menjadi tempat berkumpul Hercules dan anggotanya di Kompleks Perumahan Kebon Jeruk Indah.

Di sana, sekitar 45 anggota kelompok Hercules ditangkap tanpa perlawanan. Namun mantan preman Pasar Tanah Abang itu sempat terlibat adu mulut dengan Hengki Haryadi.

Akhirnya Hercules juga dibawa polisi. Lima anggota yang kedapatan membawa senjata tajam dibawa ke Polres Jakarta Barat. Sedangkan Hercules dan 45 anggotanya yang ditangkap di Kebun Jeruk Indah dibawa ke Polda Metro Jaya. ( tempo.co )

Blog : Selebrity


READ MORE - Penangkapan Hercules dan 50 Anggotanya di Kembangan

Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

Ini Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU - Markas Kepolisian Resort Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kamis pagi sekitar pukul 08.20 WIB dibakar oleh sekelompok anggota TNI setempat.

Akibat penyerangan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) yang berada di pusat Kota Baturaja itu, suasana kota setempat mencekam dan sejumlah aktivitas warga terganggu, kata salah seorang warga setempat Salim ketika dihubungi Antara dari Palembang.

"Saya pagi ini akan mengurus surat kelakuan baik, namun terkejut melihat ada keramaian dan gedung Mapolres OKU terbakar," ujarnya, Kamis (7/3).

Salim melihat beberapa anggota Polres OKU yang berlarian dengan kondisi luka-luka.

http://statik.tempo.co/data/2012/04/23/id_116558/116558_475.jpg

Sementara Dosen Universitas Baturaja Dora Fatma Nurshanti kepada Antara juga menjelaskan, pembakaran Mapolres OKU berdasarkan informasi berkembang di masyarakat dilakukan oleh sekelompok anggota TNI setempat. Penyebabnya sekitar dua bulan lalu salah satu anggota TNI tertembak oleh anggota Polantas setempat karena terjadi selisih paham kasus lalu lintas. Merdeka.com )

Amukan anggota TNI Angkaran Darat di Kabupaten Ogan Komering Ulu memakan korban lima anggota Polri dan warga sipil. Kepala Kepolisian Sektor Martapura, Komisaris Polisi M. Ridwan, pun kritis dihajar sejumlah anggota Polri. "Setelah membakar Mapolres Ogan Komering Ulu, mereka menuju Mapolsek Martapura dan mengamuk di sana," ujar juru bicara Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar R. Djarod.

Berikut ini kronologi singkat penyerangan menurut pihak Polda Sumatera Selatan:

Pukul 08.30
Sekitar 75 personel TNI Yon Armed 15/76 Tarik Martapura, Kamis pagi, mendatangi Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) menggunakan truk dan sepeda motor. Mereka hendak berdialog soal penanganan kasus tertembaknya TNI Prajurit Satu Heru Oktavianus oleh anggota Polres OKU, Brigadir Wijaya, dua bulan lalu yang tak jelas ujungnya. Kapolres OKU, AKBP Azis Saputra, sedang tak berada di tempat.

Personel TNI diterima dengan baik dan dipersilakan masuk ke Markas Polres OKU. Sejumlah anggota Polres pun menyiapkan ruangan untuk pertemuan itu. Rencananya, mereka akan diterima oleh Kepala Bagian Operasi Polres OKU, Komisaris Polisi Afri S. Jaya.

Pukul 09.00
Sejumlah anggota TNI mulai mengamuk di dalam Mapolres dan menghajar tiga petugas jaga Polres OKU. Mereka adalah Aiptu Arwani (luka tusuk paha kiri), Briptu Berlin Mandala (luka tusuk di punggung), Bripka M., dan Asrul Hasibuan, yang merupakan petugas kebersihan.

Pukul 10.00
Anggota TNI meninggalkan lokasi yang sudah terbakar menuju markas Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik, Martapura.

Pukul 10.30
Rombongan TNI tak langsung kembali ke markas. Mereka berbelok menuju Mapolsek Martapura dan menghancurkan kantor Polsek Martapura. Kompol M. Ridwan yang berada di tempat pun langsung menjadi bulan-bulanan sejumlah anggota TNI AD.

Pukul 11.00
Puas memporak-porandakan Mapolsek Martapura, rombongan tentara kembali ke markas. ( tempo.co )

Blog : Selebrity


READ MORE - Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

Peliknya Persoalan Premanisme Indonesia

Peliknya Persoalan Premanisme Indonesia - Berbicara soal aksi premanisme yang dilakukan sejumlah kelompok, memang agak sedikit pelik. Persoalan ini cukup kompleks. Solusi menangatasi permasalahan ini juga bukan perkara gampang.

Premanisme lahir dan berkembang lalu menggurita. Muncul bukan dari ruang hampa. Dampak dari ketidakadilan, ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik.
   
Istilah premanisme kini, tak terhenti pada aksi pemerasan. Premanisme oleh segelintir pihak disinyalir terlibat di berbagai tindak kriminal, mulai dari aksi perampokan, perampasan, penjarahan hingga aksi kerusuhan. 

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/premanisme-ilustrasi-_120225183746-423.jpg

Di Tanah Air, fenomena tersebut subur kala kondisi ekonomi memburuk dan angka pengangguran tinggi.

Di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda revolusi, otoritas setempat dibuat kewalahan dengan aksi rusuh oleh sejumlah preman bayaran.

Kehadiran mereka memang sulit terdeteksi. Mereka dibayar, berkamuflase, dan berbaur dengan rakyat jelata menggelar aksi demostrasi anarkis.
   
Ini tak terkecuali, kata seorang kolumnis asal Mesir, Ridha Abdurrahman Ali di laman resmi ahewar, menimpa pula negeri piramida tersebut. Balthajah,--sebutan untuk preman bayaran--hampir tiap hari, menebar teror di Mesir.

Mereka membekali dirinya dengan senjata. Tak kenal kompromi, yang ada di hadapan mereka hanyalah kerusuhan; bentrok dengan aparat keamanan, merusak fasilitas umum, dan menciptakan instabilitas. “Ini adalah hasil didikan rezim Mubarok,” kata Abdurrahman Ali.
   
Anggota Asosiasi Ulama Internasional Syekh Abdul Lathif al-Munahi, dalam makalahnya berjudul al-Balthajah fi Mizan al-Islam, menarik kesimpulan yang sangat radikal.

Menurut Syekh Abdul Lathif al-Munahi, benih premanisme muncul sejak awal sejarah manusia. Ini ditandai dengan peristiwa pembunuhan Habil, oleh saudaranya, Qabil. Kisah tersebut tertuang di ayat 27 surah al-Maidah.
   
Ia mengemukakan sejumlah solusi untuk mengatasi premanisme antara lain optimalisasi peran para dai dan ulama. Mereka memiliki tugas untuk melakukan pendekatan dan pencerahan. Pekerjaan itu tak mudah, membutuhkan kesabaran. Fungsi ini harus pula dilakukan oleh agamawan dari berbagai agama.
   
Syekh al-Munahi menyebut pentingnya keterlibatan media untuk edukasi dan sosial kepada masyarakat perihal bahaya premanisme. Menurutnya, peran aktif pemerintah juga tak kalah penting.

Pemerintah berkewajiban menciptakan keadilan sosial bagi segenap lapisan masyarakat. Salah satu contoh kecil ialah menampung para anak jalanan.
   
Tumbuh kembang tunas bangsa di jalanan itu, sangat berpotensi membentuk karakter mereka yang keras. Ayomi dan perhatikan mereka. “Ini diyakini bisa menekan angka premanisme dan kriminalitas,”tulisnya.

Tak cukup dengan pemerataan kesejahteraan, tugas tersebut mesti diperkuat dengan tindakan penegakan hukum oleh pihak berwajib.  Tanpa itu, maka sulit untuk mempersempit ruang gerak para preman.
   
Imam di Kementerian Wakaf Mesir, Syekh Hisam al-Isawi Ibrahim, mendorong pentingnya peran keluarga. Komunitas terkecil masyarakat tersebut memiliki posisi vital dalam tatanan sebuah negara.
   
Jika sistem di keluarga berjalan dengan baik, akan tercipta atmosfir yang kondusif. Kenyataannya, hal tersebut saat ini tak terwujud. Sendi keluarga kian rapuh. Banyak orangtua yang kurang peduli terhadap buah hatinya. “Maka, maksimalkan keluarga,”katanya. 
   
Untuk level individu, ia menekankan urgensi penempaan diri dan rohani oleh tiap warga. Bagi Muslim, konsep kontrol diri muraqabah lazim dilakukan tiap saat.

Karena, pada hakikatnya, Allah SWT senantiasa mengawasi tiap hamba-Nya, kapan dan di manapun ia berada. “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” (QS. Ali Imran [3]: 5).
   
Namun, menurut Guru Besar Universitas al-Azhar Mesir, Prof Mahmud Mahni, hanya satu solusi mengatasi premanisme, yakni sanksi yang tegas. Ia tidak menafikan efektivitas cara represif atasi premanisme, tetapi para preman semakin berani dan menghalalkan segala cara.

Ada tiga opsi hukuman yang bisa dijatuhkan kepada para preman. Sanksi itu tak lain ialah ganjaran bagi para pelaku kerusakan, yaitu hukuman mati, potong kaki dan tangan, dan pengasingan mereka. Hal ini seperti termaktub di surah al-Maidah ayat 33.
   
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya).” ( republika.co.id )

Blog : Selebrity


READ MORE - Peliknya Persoalan Premanisme Indonesia

Menyigi Otak di Balik Bentrok Kelompok John Kei dan Kelompok Hercules?

Menyigi Otak di Balik Bentrok Kelompok John Kei dan Kelompok Hercules? - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, tidak menampik dugaan adanya pihak lain yang bermain di belakang bentrok antara kelompok John Kei dengan kelompok Hercules. Pasalnya, kedua kelompok itu selama ini tak bermasalah dalam menjaga lahan kosong yang masih menjadi sengketa itu.

"Selama ini mereka akur. Tidak tahu kenapa tiba-tiba kelompok John Kei menyerang. Motifnya masih kami dalami hingga kini," ungkap Rikwanto, Kamis (30/8/2012), di Mapolda Metro Jaya.


http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/30/1455008620X310.jpg
Beberapa senjata tajam yang disita polisi dari bentrokan kelompok Kei dan Herkules di lahan kosong, samping Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (29/8/2012).


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, tanah kosong di Jalan Kamal Raya, Cengkareng, Jakarta Barat memiliki luas tanah 21.000 m2. Tanah itu dimiliki dua perusahaan yakni PT Sabar Ganda seluas 14.000 m2 dan sebuah perusahaan properti ternama seluas 7.000 m2.

Sumber kepolisian menyebutkan bahwa PT Sabar Ganda membayar kelompok Hercules untuk menjaga lahannya. Sementara perusahaan properti pemilik lahan di sampingnya membayar kelompok John Kei untuk menjaga lahannya.

Entah kenapa setelah 12 tahun hidup rukun bersama menjaga tanah kosong itu, keduanya bentrok pada Rabu (29/8/2012). Hercules pun mengaku bingung mengapa tiba-tiba kelompok John Kei menyerang. Menurut Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) itu, kelompoknya sudah 10 tahun menjaga tanah kosong tersebut.

Di tanah itu, Nelson, anak buah Hercules, mengkoordinir anak-anak lainnya. Sementara kelompok John Kei, sebut Hercules, baru saja datang menjaga lahan di sampingnya. Pada saat bentrokan terjadi, lanjutnya, anak buahnya tengah terlelap di dalam bedeng kayu.

"Tiba-tiba saja itu Rais Kei yang masih satu kelompok dengan John Kei datang mengusir teman-teman di sana," kata Hercules.

Karena kalah jumlah, Hercules mengatakan pihaknya mendapat bantuan dari kelompok Kei lain yang berseberangan dengan John Kei yakni kelompok Daud Kei.

Hercules mengaku dirinya tak mau berspekulasi soal motif pengusiran kelompoknya oleh kelompok John Kei. Namun, ia memastikan bahwa kelompoknya tidak akan pergi dari tanah itu meski aparat kepolisian menyatakan tanah dalam status quo dan tidak bisa dimasuki siapa pun. "Itu tanah anak-anak yang jaga, tidak bisa begitu. Sekarang juga mereka masih jaga di sana," imbuhnya.

Sementara itu Tito Refra Kei, adik John Kei, membantah Rais Kei menjaga lahan kosong yang kini menjadi rebutan. Menurutnya, Rais hanya tinggal di sekitar lokasi kejadian. "Dia tidak menjaga di sana. Hanya rumahnya dekat Taman Palem," ucap Tito.

Serupa dengan Hercules, Tito pun tidak mengerti mengapa Rais Kei beserta kawanannya menyerbu kemarin. "Saya tidak tahu kenapa ini bisa terjadi. Anak-anak Bekasi (rumah John Kei) sama sekali tidak mengerti," kata Tito lagi.

Kendati latar belakang bentrok perebutan lahan ini masih belum diketahui motifnya, aparat kepolisian berencana memeriksa para pemilik lahan. "Setelah kami tetapkan tersangka bentrokan, pemiliknya mungkin baru akan diperiksa. Kami akan selidiki siapakah yang memerintahkan kedua kelompok ini dan apa perintahnya," ujar Rikwanto.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan massa terjadi di sebuah lahan kosong di samping Komplek Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (29/8/2012) siang. Bentrokan diduga dipicu perebutan lahan antara dua kelompok massa yang belakangan diketahui kelompok John Kei dan kelompok Hercules.

Usai peristiwa itu, polisi mengamankan ratusan anggota kedua kelompok dan menyita senjata tajam. Namun, saat polisi menggeledah, terdapat insiden sebuah mobil Toyota Innova yang berusaha menabrak anggota polisi. Mobil itu akhirnya diberondong tembakan polisi karena tidak mengindahkan tembakan peringatan. Dua orang anggota kelompok Hercules, Lajuma dan Semi Binggo, tertembak. Semi akhirnya tewas dengan luka tembak di kepala. ( kompas.com )


Blog : Selebrity
Post : Menyigi Otak di Balik Bentrok Kelompok John Kei dan Kelompok Hercules?


READ MORE - Menyigi Otak di Balik Bentrok Kelompok John Kei dan Kelompok Hercules?

Aneka Keanehan ''sweeping'' polisi ke Desa Limbang Jaya

Aneka Keanehan ''sweeping'' polisi ke Desa Limbang Jaya - Indonesia Police Watch menilai setidaknya ada lima keanehan pada ''sweeping'' polisi ke Desa Limbang Jaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jumat 27 Juli 2012 lalu. Operasi itu berujung kerusuhan massa yang menewaskan seorang bocah 12 tahun.


http://images2.tempo.co/?id=133121&width=475
Sekitar 5.000 petani dari 21 desa di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, didampingi aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumsel, Jumat (20/7). ANTARA/Yudi Abdullah


Keanehan pertama, IPW mempertanyakan kesahihan laporan adanya pencurian pupuk milik PT Perkebunan Nusantara VII Cinta Manis oleh warga. "Jika pun benar, apakah semua warga terlibat hingga harus Brimob turun tangan sweeping?" kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane saat dihubungi Tempo, Ahad 29 Juli 2012.

Keanehan kedua, soal dasar hukum hingga Polda Sumatera Selatan menurunkan Brigade Mobil ke pemukiman warga. Jika untuk mencari pencuri pupuk, kata Neta, Brimob tak cocok untuk menanganinya. Melainkan cukup memerintahkan petugas satuan reserse kriminal.

Kemudian, keanehan ketiga ( selanjutnya ) adalah alasan polisi bahwa aksi tersebut bukan penyerbuan ataupun sweeping, melainkan patroli dialogis. Polri, kata Neta, tak mengenal adanya patroli dialogis. "Kalau pun ada operasi dialogis sifatnya tertutup, dengan cara melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat," kata dia.

Keanehan keempat adalah soal siapa yang menjadi komando atas sweeping tersebut. Mustahil jika Kapolda, Direktur Operasi dan Kasat Brimob tak tahu siapa yang memerintahkan sweeping. "Apakah ada perintah dari perusahaan (PTPN VII)?" tanya Neta.

Keanehan terakhir adalah siapa yang membiayai operasi ''sweeping'' ini. Neta menduga, sebagai perusahaan yang bermasalah dengan warga, PTPN VII adalah penyandang dana dari operasi tersebut. Jika benar demikian, kata dia, itu merupakan bentuk gratifikasi atau suap. "Jadi pihak perusahaan pun juga harus diperiksa," kata dia.

Menurut Neta, bukan rahasia lagi kalau polisi sering meminta ''upah'' dari jasa pengamanan yang dilakukannya. Sebagai contoh pengamanan sebuah acara konser musik, kata dia, dalam perumusan perijinan pihak kepolisian biasa mengajukan ''kesepakatan'' dengan pihak penyelenggara. ''Kesepakatan upah'' itu meliputi biaya konsumsi, biaya transportasi, hingga honor harian untuk tiap personel. "Itu untuk konser. Tapi untuk pengamanan perusahaan ya hampir sama seperti itu," kata Neta. ( tempo.co )


Blog : Selebrity
Post : Aneka Keanehan ''sweeping'' polisi ke Desa Limbang Jaya


READ MORE - Aneka Keanehan ''sweeping'' polisi ke Desa Limbang Jaya

Inilah Pembelaan Polisi Atas Penembakan Warga Oleh Brimob di Desa Limbang Jaya

Inilah Pembelaan Polisi Atas Penembakan Warga Oleh Brimob di Desa Limbang Jaya - Bentrok warga dengan personel Brimob di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), yang menyebabkan satu bocah tewas, karena dipicu aksi provokasi. Pihak kepolisian menduga, provokasi datang dari warga.

"Jadi itu sekitar pukul 16.00 WIB, kita sedang patroli dialogis dengan warga. Lalu tiba-tiba ada provokasi dan akhirnya terjadi bentrok itu," kata Kapolres Ogan Ilir, AKBP Denny Dharmapala, saat dikonfirmasi detikcom Jumat (27/7/2012).


http://www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2012/07/Iogan-ilir-MG_1227.jpg


Ia mengatakan, saat sedang dialog, tiba-tiba pasukan Brimob dilempari batu dan beberapa benda tajam.

"Kita tiba-tiba ditimpukin oleh warga, pakai batu dan benda tajam," sambung Denny.

Denny menambahkan akibat kejadian itu seorang bocah dengan nama Angga tewas. Namun belum diketahui penyebab dari tewasnya bocah 12 tahun tersebut.

"Kita belum tahu penyebab tewasnya, belum bisa kita bilang luka tembak. Karena hari ini mau dilakukan autopsi terlebih dahulu," ujar Denny.

Sebelumnya, Bentrok antar warga dengan personel Brimob di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mengakibatkan seorang bocah 12 tahun tewas tertembak. Selain itu, 5 orang warga juga menderita luka-luka.

Pihak kepolisian dalam penjelasannya, Jumat (27/7/2012), mengatakan insiden itu bermula dari operasi penegakan hukum mencari pencuri pupuk.

"Infonya ada dua korban warga yang menderita luka tembak. Belum diketahui namanya dan satu orang menderita luka tembak di lengan kanan," kata Karopenmas Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, dalam keterangannya, Jumat (27/7/2012).

Dia menjelaskan, sebelumnya telah terjadi penyerangan oleh warga sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB. Pada saat itu, tim gabungan sedang melakukan olah TKP di wilayah hukum Polres Ogan Ilir terkait kasus pencurian pupuk di Rayon III terkait kejadian 17 Juli lalu.

Saat itu Unit Patroli Polres Ogan Ilir dan Brimob dengan kekuatan Dalmas Polres 13 orang, satuan narkoba 12 orang, Intel 10 orang, Lantas 2 orang, Polda 3 orang, serta Brimob 90 orang.

"Kendaraan terdiri dari rangkaian 16 unit terdiri dari truk Brimob 3, Ford Ranger Brimob 1, mobil Hilux Brimob 1, mobil Dalmas Polres 1, mobil Lantas Patwal 1, mobil Cima 1," jelas Boy. ( detik.com )


Blog : Selebrity
Post : Inilah Pembelaan Polisi Atas Penembakan Warga Oleh Brimob di Desa Limbang Jaya


READ MORE - Inilah Pembelaan Polisi Atas Penembakan Warga Oleh Brimob di Desa Limbang Jaya

Berondongan Peluru Brimob Berhasil Menewaskan Seorang Warga Negara Indonesai dan Melukai Beberapa Orang Lainnya

Berondongan Peluru Brimob Berhasil Menewaskan Seorang Warga Negara Indonesai dan Melukai Beberapa Orang Lainnya - Sekitar kurang 30 menit, suara desingan tembakan menghujani warga Desa Limbang Jaya Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (27/7) sekitar pukul 16.00.

Warga diberondongi peluru senapan aparat yang membuat keadaan desa tersebut sangat mencekam.


http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20120728_Angga_Tewas_Tertembak_Aparat__7852.jpg


Penembakan Brimob terhadap warga tersebut menimbulkan satu korban meninggal yakni bernama Angga (13) dan tiga warga lainnya mengalami luka cukup serius.

"Pokoknya, mereka menembaki kami seperti teroris. Gak menembak di atas atau peringatan, tapi mereka juga mengejar warga," kata seorang perangkat desa.

Dari informasi yang dihimpun, terdapat sekitar tujuh mobil dan sekitar ratusan anggota polisi lengkap dengan persenjataan baik tameng, maupun senapan. Mereka memasuki Desa Limbang Jaya, sekitar pukul 15.00.

Ketika rombongan itu memasuki desa tersebut, mobil polisi yang paling belakang dilempar batu. Mendapati kendaraan polisi ada yang melempar, anggota Brimob berhenti dan bertemu dengan aparat desa.

Setelah melakukan pembicaraan dan berangsur damai, rombongan polisi pun kembali melanjutkan patroli. Namun, di tengah perjalanan hendak berpatroli, pelemparan batu terjadi lagi. Dari situlah, anggota polisi bersenjatakan lengkap membabi buta menembaki warga.

Sebelum peristiwa pelemparan batu pertama kalinya dan polisi ditenangkan aparat desa, warga sekitar sudah berkumpul lantaran ingin mengetahui apa yang terjadi.

Mendapat lemparan batu yang belum tahu asal-usulnya, polisi yang beranggotakan Brimob menyerang dan menembaki warga yang tengah berkumpul tersebut dengan berondongan peluru.

Sontak, warga yang tadinya berkumpul dan mengetahui gempuran peluru, kocar-kacir dan tunggang langgang menyelamatkan diri masing-masing. ( tribunnews.com )



READ MORE - Berondongan Peluru Brimob Berhasil Menewaskan Seorang Warga Negara Indonesai dan Melukai Beberapa Orang Lainnya

Innalillahi wainna ilaihi raaji'uunn, Angga bin Darmawan Hancur Kepalanya Ditembak Oleh Brimob Polda Sumsel

https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/387132_112657115547471_1526274922_n.jpg
INNALILLAHI WAA INNA ILAIHI RAAJI'UN...... KORBAN PENEMBAKAN SATBRIMOB POLDA SUMSEL DI DESA SRIBANDUNG OGAN ILIR, ANGGA 12 TAHUN..... TIDAKKAH TERKETUK HATI NURANI KITA,



Innalillahi wainna ilaihi raaji'uunn, Angga bin Darmawan Hancur Kepalanya Ditembak Oleh Brimob Polda Sumsel - ini pernyataan sikap Tim Advokasi Kasus Penembakan Brimob Polda Sumsel terhadap warga desa Limbang Jaya Ogan Ilir Sumsel

Pernyataan Sikap

Tim Advokasi Kasus Penembakan Brimob Polda Sumsel terhadap warga desa Limbang Jaya Ogan Ilir Sumsel

Tim advokasi, kasus penembakan Brimbob Polda Sumsel telah menggelar konfrensi pers di seketariatan Walhi Palembang.

Beberapa organisasi perwakilan masyarakat yang hadir diantaranya,

  1. Serikat Hijau Indonesia
  2. Walhi Sumsel
  3. Lembaga Perlindungan Anak Sriwijaya
  4. Serikat Petani Seluruh Indonesia (SPSI)
  5. Perserikatan OWA Indonesia
  6. Majelis LSM Sumsel
  7. Angoota Forum Walhi Sumsel
Karena itu, kami menuntut atas tindakan brutal yang dilakukan Brimob Polda Sumsel, diantaranya :

  1. Melakukan pemecatan terhadap seluruh jajaran kepolisian, mulai dari kepolisian daerah (Polda) hingga kapolsek di Ogan Ilir
  2. Membubarkan PTPN VII Cintamanis
  3. Meminta pertanggungjawaban Bupati Oga llir untuk mencabut HGU PTPN VII Cintamanis
  4. Walhi Sumsel juga menghimpun pendanaan terhadap korban dan keluarga atas tindakan premanisme Brimob tersebut.

Dalam konfrensi pers tersebut, Ketua DPRD OI Muhammad Gunhar untuk melakukan pengencaman dan meminta secara khusus tindakan tegas brimob yang melakukan tindakan represif. Perwakilan pengacara Palembang, Mualimin Pardi mengatakan mendesak jajaran kepolisian untuk menarik aparat-aparat di wilayah desa yang berada di sekitar PTPN VII Cintamanis. Atas kasus Tim Advokasi juga merilis, telah terdapat 30 warga mengalami tindakan kekerasan oleh aparat Brimob Polda Sumsel.

Akademisi Tarech Rasyid menegaskan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin wajib bertanggungjawab atas bentuk kekerasan yang terjadi atas kasus yang menimpa warga desa untuk mengedepankan keberpihakan terhadap rakyat dan bukan perusahaan. Menuntut mundur Gubernur Sumsel, Alex Noerdin atas kejadian tersebut.

Kronologis sementara bentrok Brimob vs Warga desa Limbang jaya

Setelah kemarin kamis (26/7) pasukan brimob Polda menyerang dan melakukan pengeledahan terhadap rumah-rumah penduduk di desa Sri Bandung dengan menangkap tiga orang warga yang dituduh melakukan pencurian.

Hari ini, pada siang menjelang sholat jumat ratusan aparat brimob kembali mengulangi tindakan intimidasi dan kekerasan terhdap petani, mereka mendatangi dan melakukan sweeping di tiga desa diantaranya Desa Betung, desa Sri Tanjung, dan desa Sri Kembang dan menangkap sedikitnya dua orang petani dari desa Sri Tanjung.

Pukul 16.00 Wib, ratusan Brimob bersenjata lengkap mengendarai sedikitnya 23 mobil truck dengan kembali mendatangi desa Limbang Jaya. Warga yang melihat ratusan anggota Brimob memasuki desa mereka, akhirnya secara beramai ramai mendatangi pasukan tersebut dengan maksud menanyakan kepentingan para anggota memasuki desa mereka.

Namun melihat banyak warga mendatangi mereka, pasukan bersenjata lengkap langsung mengeluarkan tembakan ke arah warga. Bentrok antara Brimob dengan warga pun tak dapat dihindari.

Karena tembakan secara membabi yang dilakukan oleh aparat brimob tersebut, seorang anak berumur 12 tahun masih bersekolah kelas 1 SMP, Angga bin Darmawan tewas tertembak di kepalanya. Angga tertembak saat keluar dari tempat permaina play station karena mendengar keramaian petugas.

Salah satu saksi, Saidi yang melihat korban Angga tewas langsung mencoba mengangkat mayat, namun tiba-tiba Brimob mendatangi dia menodongkan senjata kepada Saidi untuk segera melepaskan mayat tersebut. Saidi pun langsung meletakan mayat tersebut dan meminta Brimob menembaknya.

Berdasarkan hasil investigasi tim advokasi, jumlah korban yang mengalami kritis akibat tembakan petugas sebanyak lima orang, dua orang perempuan, seorang anak berumur 16 tahun, Jesica cucu dari anggota DPRD Ogan Ilir, satu orang orang ibu-ibu. satu orang lagi bernama Rusman bin Alimin (kritis). Semua korban saat ini sedang berada di puskesmas desa Tanjung Batu dan korban Angga akan dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Palembang. Saat ini ratusan Brimob dengan senjata lengkap masih berada di lokasi desa Tanjung Pinang.

Nama Nama Korban

  1. Angga bin darmawan 12 tahun tertembak di kepala
  2. Jesica 16 tahun
  3. Rusman bin alimin (kritis) saat ini belum diketahui berada dimana
  4. 2 orang perempuan belum diketahui identitasnya
  5. 1 orang ibu ibu.
  6. Rusman bin alimin kritis
Salam : https://www.facebook.com/#!/tasma.linda/posts/3444690517937

Blog : Selebrity
Post :


READ MORE - Innalillahi wainna ilaihi raaji'uunn, Angga bin Darmawan Hancur Kepalanya Ditembak Oleh Brimob Polda Sumsel

Bentrok Ormas Pemuda Menjalar ke Daerah

Bentrok Ormas Pemuda Menjalar ke Daerah - Bentrokan antar organisasi kepemudaan kembali terjadi. Bentrokan ini pun kembali menelan korban.

Anggota Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Pemuda Pancasila (PP) terlibat bentrok di Jalan Sekip, Medan, Sumatera Utara, Minggu sore 15 Juli 2012. Sebanyak tiga orang menjadi korban. Mereka menderita luka bacok.

Kapolda Sumut, Irjen Wisnu Amat Sastro mengatakan akan memangil petinggi dua organisasi besar di Sumut ini terkait pecahnya bentrok tersebut.

"Kita akan mempertemukan kedua petinggi organisasi ini untuk membicarakan perdamaian, agar tak terjadi hal-hal tak diinginkan lagi," kata Irjen Wisnu, Senin 16 Juli 2012.


http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/03/30/149461_demo-ormas-islam--indonesia-tanpa-maksiat_663_382.jpg


Kapolda juga meminta institusi pemerintah terkait untuk bersinergi membantu kepolisian untuk mempertemukan keduanya. Dia berharap, peran Pemda khususnya Kesbangpolinmas selaku lembaga pemerintah yang bertugas membina ormas ikut serta dalam mempertemukan kedua petinggi ormas tersebut.

"Saya berharap pemerintah melalui institusinya yang mengurusi ormas harus berperan penting untuk mempertemukan kedua petinggi OKP ini. Agar meminimalisir bentrok susulan. Apalagi ini cuma masalah yang sepele," ujarnya.

Selain itu, Wisnu mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pembacokan 3 orang anggota PP dan pembakaran sepeda motor. Ketiga korban saat ini masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. "Kita masih selidiki pembacokan itu, korban masih dirawat di rumah sakit," tukasnya.

Bentrokan ini berawal saat empat anggota PP pulang menghadiri acara pelantikan pengurus Ranting PP Petisah di Jalan Sekip. Mereka pulang dengan mengendarai motor.

Keempatnya tiba-tiba diserang sekelompok pemuda berpakaian preman. Tak seimbang, keempatnya pun lari tunggang langgang menghindari amukan penyerang.

Akibat serangan tersebut, tiga anggota PP bernama Zulkifli (40), mengalami luka tebas pada tangan, Karno (35) luka tikam pada rusuk sebelah kirinya, mata kiri bengkak akibat pukulan massa, dan Supar (40) luka tebas pada badan. Ketiganya warga Jalan Sei Deli Gang Buntu, Medan serta sepeda motor matic yang dikendarai hangus terbakar.

Mendapat laporan adanya penyerangan, ratusan anggota PP yang berada di lokasi pelantikan pun langsung bergerak dan memblokir Jalan Sekip. Bentrokan tak terhindarkan, hujan batu dan anak panah pun terjadi tepat di depan Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Medan.

Seorang korban bernama Karno yang saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Advent Medan mengakui bahwa bentrok terjadi saat dia bersama rekannya hendak pulang dari acara pelantikan Ranting PP Petisah dan tiba-tiba diserang sekelompok orang. "Kami mau pulang, tiba-tiba kami diserang dengan parang dan panah juga. Kami pun lari nyelamatkan diri. Mereka banyak sekali," kata Karno.

Beruntung pihak kepolisian berhasil merelai kedua kubu yang bertikai dengan menggunakan gas airmata. Kapolda Sumut Irjen Wisnu Amat Sastro langsung turun ke jalan bersama pasukannya.

Saat ini, kata dia, kepolisian sedang mendata apakah ada korban dari kubu yang lainnya. Sementara mengenai penyebab bentrok, Kapolda belum bisa memastikan pemicunya. "Tetapi kemungkinan ada gesekan antar mereka, karena pagi tadi Pemuda Pancasila lagi ada acara pelantikan pengurus ranting yang berdekatan dengan kantor pusat IPK," kata Wisnu.

Pantauan VIVAnews hingga pukul 18.00 WIB, Jalan Sekip masih mencekam. Sebuah sepeda motor yang tinggal rangka tergeletak di jalan. Beberapa anggota polisi tampak berjaga-jaga di lokasi untuk mengantisipasi bentrok susulan.

Kapolda mengimbau masyarakat Medan menghindari daerah tersebut. Agar lebih aman, kepolisian sudah memblokir Jalan Sekip.

Pasca bentrokan, polisi menggelar razia untuk mencegah bentrok susulan dan menangkap orang-orang yang berpotensi menjadi perusuh. Razia ini digelar di dalam kota maupun daerah perbatasan Kota Medan dan Deli Serdang.

Sejumlah orang melawan saat identitasnya hendak diperiksa polisi. Dalam razia itu, polisi juga mengamankan sejumlah kendaraan bermotor yang tidak memiliki surat kelengkapan.

Bentrok massa yang melibatkan ormas ini juga terjadi di Solo, Jawa Tengah pada awal Mei 2012. Bentrok massa terjadi antara warga Kelurahan Gandekan, Solo, Jawa Tengah, dengan anggota laskar militan tertentu, Jumat 4 Mei 2012. Insiden di Jalan RE Martadinata itu merupakan kelanjutan dari kerusuhan yang terjadi pada Kamis sebelumnya.

Menurut Kasubag Humas Polresta Surakarta, Ajun Komisaris Polisi Sis Raniwati, bentrokan itu bermula saat ratusan anggota ormas pamer kekuatan, berjalan kaki keliling kampung. "Ada kelompok tertentu berjalan untuk menunjukkan kekuatan," ujar Sis kepada VIVAnews.

Laskar itu, ujar Sis, bergerak dari Mojo Kelurahan Semanggi ke Pasar Kliwon, kemudian melewati Kelurahan Sangkrah dan bergerak ke Kelurahan Gandekan. "Mereka bukan sweeping. Mereka berjalan dengan rekan-rekannya dalam jumlah cukup banyak, ratusan," kata Sis. "Mereka intinya ingin memperlihatkan kepada warga bahwa mereka punya kekuatan. Bahwa 'kami ini kuat, lho'."

Sis menambahkan, laskar itu berjalan menyusuri gang di perkampungan, dan sampailah di dekat sebuah bengkel di Kelurahan Gandekan. Di bengkel itu, ada dua orang warga. Tiba-tiba, ada yang melempar botol ke arah iring-iringan laskar itu. Ratusan anggota laskar pun mengamuk dan menghajar dua warga yang ada di bengkel tersebut.

"Mereka mengira dua korban ini yang melempar, karena kedua korban ini dianggap dekat dengan yang melempar botol," ujar Sis.

Pengeroyokan brutal itu memicu kemarahan warga. Tak ayal, mereka menyerang balik anggota laskar. "Intinya balas dendam dari kelompok warga. Kemudian, ada motor kelompok itu dibakar," Sis menjelaskan.

Polisi terus berjaga-jaga untuk mencegah terulangnya peristiwa berdarah itu. "Polri berupaya secara maksimal untuk mengantisipasi agar warga tidak memprovokasi kegiatan kelompok itu," katanya.


1 Tewas hingga Lady Gaga

Aksi ormas-ormas di tanah air terus berkembang. Tak hanya bentrokan yang melibatkan ormas, tapi juga organisasi itu sampai menghalangi konser Lady Gaga.

Bentrokan ormas yang melibatkan PP ini juga terjadi pada akhir Juni lalu. Puluhan anggota PP dan massa Forum Betawi Rempug terlibat bentrok dan menyebabkan 1 orang tewas.

Bentrokan dua ormas ini yang kerap terjadi ini merupakan buntut dari perusakan dan pengeroyokan yang berujung kematian terhadap Ketua Gardu 287, bernama Muhidin alias Picu, pada Rabu, 27 Juni 2012.

Penyerangan di gardu itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, saat sekitar sepuluh anggota FBR sedang duduk-duduk. Mereka tiba-tiba diserang sekitar 60 orang yang datang dengan satu mobil Nissan Terrano dan 35 motor. Penyerangan dilakukan membabi buta dengan menggunakan senjata tajam. Sejumlah anggota anggota FBR yang ada di gardu itu lari menyelamatkan diri.

Tapi Picu, sebagai pimpinan Gardu 287, berusaha menghadapi puluhan orang tersebut bersama teman-temanya. Karena kalah jumlah, mereka tidak bisa melakukan perlawanan.

Namun, kedua ormas ini pun akhirnya sepakat damai. Perdamaian ini dilakukan setelah polisi mempertemukan pimpinan dua ormas tersebut pada awal Juli ini.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan, polisi meminta kedua kelompok tak lagi bergesekan di level bawah, dan menghilangkan sikap saling curiga serta balas membalas. "Sama-sama menjaga kamtibmas," kata Rikwanto kepada VIVAnews, Selasa 3 Juli 2012.

Dalam pertemuan dipimpin oleh Kapolres Jakart Barat itu, polisi mengimbau kedua kubu tidak mengambil tindakan sendiri-sendiri. "Kalau ada masalah, libatkan kami," ucapnya.

Menurut Rikwanto, para pimpinan ormas itu sepakat tidak melanjutkan perseteruan. "Ketua dan pengurus dua ormas itu sepakat," katanya. Rikwanto memastikan, anggota ormas yang terlibat kekerasan akan diproses sesuai hukum berlaku.

Gesekan ormas ini sudah beberapa kali terjadi. Pada Senin 13 Febuari 2012, aksi saling serang antara anggota FBR dan PP juga terjadi. Mereka merusak posko masing-masing. Dari kejadian ini, sebanyak delapan orang dari kedua anggota ormas itu ditangkap.

Senin, 23 Januari 2012 lalu, bentrokan juga terjadi antara dua ormas ini di kawasan Ciputat. Dua orang dirawat karena mengalami luka bacok. Dari informasi yang dihimpun kepolisian, bentrokan terjadi karena masalah sepele, pencabutan bendera dari salah satu ormas tersebut. Penggunaan bendera, biasanya digunakan sebagai penanda penguasaan wilayah.

Pada Minggu 29 Januari 2012 lalu, bentrok massa antar ormas ini juga terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Sebanyak 64 orang ditangkap polisi dari lokasi keributan.

Sebanyak tiga orang dikenai pasal pidana karena terbukti membawa senjata api dan senjata tajam, sementara 61 orang dikenai pasal tindak pidana ringan karena mengganggu ketertiban umum.

Selain itu, pada Sabtu 7 Juli 2012, suasana di kawasan Pondok Rangon, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Depok, pun mencekam. Hal ini lantaran aksi dari ratusan anggota ormas dengan pakaian putih-putih yang hendak membongkar kafe liar yang berdiri di kawasan itu. Di antaranya terlihat membawa senjata.

Namun, setelah melalui mediasi yang cukup panjang, ratusan anggota ormas berjubah putih itu pun sepakat membubarkan diri. Kapolres Depok Komisaris Besar, Mulyadi Kaharni, mengatakan ada beberapa poin yang telah disepakati dalam pembicaraannya dengan perwakilan dari ormas yang menggelar protes. Salah satunya ialah tentang rencana pembongkaran 22 kafe dan pengusutan kasus pengeroyokan yang menimpa empat anggota ormas tersebut beberapa waktu lalu.

Jika nota kesepakatan itu tak segera terealisasi, akan ada aksi lanjutan yang melibatkan ormas gabungan dari sejumlah daerah di Bekasi, Depok dan Jakarta. Mereka akan datang dengan jumlah yang lebih dan lansung melakukan pembongkaran.

"Alhamdulillah mereka bisa menahan diri. Kami berjanji besok akan berupaya mempertemukan mereka dengan pihak pemerintah kota terkait upaya pembongkaran kafe-kafe itu," kata Mulyadi.

Sejumlah ormas Islam di DKI Jakarta pun 'berhasil' menghentikan rencana pagelaran konser Lady Gaga. "Kami tidak menolak kesenian dan kebudayaan. Yang kami tolak kebudayaan yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa. Kesenian juga tidak bisa sebebas-bebasnya," kata Ketua PW Muhammadiyah DKI Jakarta, Agus Suradika, Kamis 24 Mei 2012.

Ormas-ormas Islam di Jakarta yang ikut menolak Lady Gaga antara lain Muslimat Nahdlatul Ulama, PW Wanita Islam, PW Aisyiah, Imami, PW Persis, Kaum Syarikat Islam, Wahdatul Islamiyah, PW Matlaul Anwar, dan Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUM).

Menurut Agus, sebenarnya yang ditolak bukan hanya Lady Gaga, namun lebih kepada liberalisasi kebudayaan. "Nilai-nilai agama menjadi terusik dengan kebebasan ini yang menimbulkan masalah," tambahnya.

Dia mengatakan, ormas-ormas Islam yang turut menolak merasa punya kewajiban moral untuk membumikan nilai-nilai kebaikan. Agus juga mengingatkan, fenomena Lady Gaga merupakan bentuk perang ideologi yang mencoba ingin mempengaruhi pemikiran peradaban bangsa.

"Lady Gaga sebetulnya masalah kecil dan tidak serius, jika dia datang dengan penampilan ketimuran, saya rasa tidak jadi pro kontra. Tapi jika yang datang membawa liberalisasi kebudayaan dan kerusakan moral, kami tolak," katanya.

Selain itu, Front Pembela Islam juga menentang keras konser ini. Bahkan Ketua FPI Rizieq Syihab menyambut baik sikap kepolisian yang tidak memberikan izin terselenggaranya konser Lady Gaga.

Menurutnya, sikap kepolisian yang menolak memberikan izin adalah bentuk penghargaan terhadap masyarakat.

"Penolakan Mabes Polri dan Mapolda Metro Jaya terhadap konser Lady Gaga wajib disyukuri oleh segenap umat Islam dan diapresiasi oleh seluruh komponen bangsa Indonesia," kata Rizieq kepada VIVAnews, Rabu 16 Mei 2012.

Habib Rizieq menilai, penyanyi asal Amerika Serikat itu tidak pantas menggelar konser di Indonesia. Sebab, imej dan aksi panggung Lady Gaga jauh dari nilai-nilai yang sudah tertanam di Indonesia.

Namun, mengenai gagalnya konser Lady Gaga, Polisi menilai pihaknya sudah siap mengeluarkan izin. Namun, pihak promotor justru membatalkan konser tersebut. "Kalau polisi sudah mengeluarkan izin, pasti kami siap mengamankan. "Ini murni ketakutaan dari pihak promotor. Mereka kemarin hanya kurang melengkapi rekomendasi dari Dinas Pariwisata DKI saja, tetapi belum selesai diurus mereka sudah membatalkan," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, Senin 28 Mei 2012.

Selain keamanan bagi penyanyi, kata Rikwanto, keamanan untuk para penggemar juga harus diperhatikan, sebab hal itu merupakan satu kesatuan. Untuk itu, pihaknya siap mengamankan pengembalian tiket yang tempatnya masih dikoordinasikan oleh promotor. "Tiket nantinya akan dikembalikan 100 persen, polisi akan membantu mengamankan pengambalian uangnya," kata Rikwanto.

Promotor Big Daddy, yang diwakili Michael Rusli, selaku Presiden Direktur, mengungkapkan, keputusan pembatalan baru didapatnya dari manajemen Lady Gaga pada Minggu pagi. Dia menegaskan alasan utama manajemen pelantun hit "Poker Face" itu membatalkan konser karena faktor keamanan, bukan perizinan. ( vivanews.co.id )


Blog : Selebrity
Post : Bentrok Ormas Pemuda Menjalar ke Daerah


READ MORE - Bentrok Ormas Pemuda Menjalar ke Daerah

Geng Bermotor Australia Mulai Menjajah Bali

Geng Bermotor Australia Mulai Menjajah Bali — Kelompok geng bermotor Perth yang dilarang mulai melebarkan sayap keanggotaan mereka ke luar Australia, termasuk Bali. Demikian pernyataan salah seorang pejabat senior kepolisian Negara Bagian Western Australia (WA), Nick Anticich.


http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/04/0946385p.jpg
Polisi Australia menggerebek rumah kelompok geng bermotor.

Ia mengukuhkan hal tersebut menyusul laporan yang muncul di mingguan Australia, The Sunday Times, bahwa anggota kelompok bermotor Coffin Cheaters memiliki bisnis di Kuta, Bali. Para anggota kelompok ini dan sejumlah kelompok lain mengenakan seragam masing-masing di beberapa klub dan bar di Bali.

Anticich adalah perwira yang banyak mengetahui seluk-beluk geng bermotor. Ia mengatakan bahwa Cheaters memiliki klub di Bali dan sejumlah kelompok bermotor "secara agresif memperluas jaringan mereka ke luar negeri dengan membeli klub-klub kecil di sana".

"Data intelijen yang kami kumpulkan menunjukkan, kelompok ini memperluas jaringan di negara-negara Asia Tenggara, di mana amfetamin dan bahan-bahan kimia untuk membuat amfetamin mudah didapat." katanya.

"Juga ada info bahwa kelompok ini berada di sana untuk melakukan pencucian uang," ujar Anticich.

Geng bermotor lain di Bali termasuk Bandidos dan Rock Machine.

"Hukum antinarkoba yang ketat di Bali membuat anggota kelompok geng ini tidak melakukan kegiatan tersebut. Namun, mereka mungkin terlibat dalam mendapatkan bahan kimia untuk membuat obat-obatan. Di banyak negara, bahan tersebut murah, mudah didapat, bukan hal yang terlarang, dan bisa dibeli dalam jumlah besar," ujarnya.

Seorang sumber di kepolisian WA mengatakan, Bali menjadi surga kelompok narkoba internasional karena kurangnya teknologi guna mendeteksi berbagai narkoba yang masuk.

Anticich mengatakan, meskipun Indonesia meratifikasi Konvensi PBB tentang Perdagangan Terlarang mengenai narkoba dan bahan-bahan psikotropika lebih dari 10 tahun lalu. Namun, masih belum ada kejelasan apa saja jenis obat yang terlarang.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, geng bermotor di Australia adalah mereka yang biasanya berkelompok mengendarai sepeda motor gede, seperti Harley Davidson. Setiap kelompok memiliki seragam tertentu dan biasanya berkumpul di bar yang menjadi daerah "kekuasaan" mereka.

Kelompok ini sering terlibat dalam perseteruan, kebanyakan melibatkan perdagangan obat terlarang.

Khusus untuk Negara Bagian WA, kelompok ini sekarang dilarang mengenakan seragam di bar resmi. Pemerintah juga sedang menyiapkan perangkat hukum guna melarang kelompok kriminal seperti geng ini untuk berkumpul atau bahkan berhubungan satu sama lain.

Laporan menyebutkan, kelompok ini sudah menyebar ke beberapa negara Asia Tenggara. Kelompok Bandidos, misalnya, memiliki cabang di Thailand, Malaysia, dan Singapura, sedangkan Outlaws beroperasi di Thailand, Filipina, dan Jepang. ( kompas.com )



READ MORE - Geng Bermotor Australia Mulai Menjajah Bali

Inilah Daftar Lengkap Daerah Operasi Geng Motor di Jabodetabek

Inilah Daftar Lengkap Daerah Operasi Geng Motor di Jabodetabek - Belakangan, makin marak kebrutalan geng motor. Dimulai pada Sabtu 7 April 2012, saat sekelompok pemuda dikeroyok puluhan orang bersepeda motor di SPBU Shell di Sunter, Jakarta Utara. Lalu Minggu 8 April 2012, empat pemuda yang sedang nongkrong di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi sasaran gerombolan pengeroyok. Mereka menderita luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Pada Jumat dini hari 13 April 2012, geng motor mengeroyok dua petugas keamanan di depan PT DOK Bayu Bahari, Tanjung Priok. Geng motor ini kemudian meneruskan kebutralannya di beberapa tempat di Jakarta.


http://image.tempointeraktif.com/?id=64643&width=475

Beberapa insiden geng motor ini tentu mengkhawatirkan masyarakat. Indonesia Police Watch mengumpulkan beberapa titik lokasi yang rawan geng motor di Jakarta. Balapan liar biasanya mulai beraksi pukul 00.00 hingga 03.00.

Berikut ini 80 lokasi aksi geng bermotor di Jakarta:

Jakarta Barat
  • 1.Depan RS Medika, Kebon Jeruk,
  • 2.Jalan Panjang,
  • 3.Jalan Daan Mogot,
  • 4.Ring road Rawa Buaya,
  • 5.Ring road Taman Palem,
  • 6.Jalan Raya Mal Puri.

Jakarta Pusat
  • 1.Eks Bandara Kemayoran,
  • 2.Cempaka Putih,
  • 3.Tanah Abang,
  • 4.Karet,
  • 5.Jalan Pramuka,
  • 6.Jalan Proklamasi,
  • 7.Jalan Ketapang.

Jakarta Utara
  • 1.Sekitar Danau Sunter,
  • 2.Cilincing,
  • 3.Jalan Marunda,
  • 4.Pantai Indah Kapuk,
  • 5.Jalan Artha Gading,
  • 6.Kawasan Ancol Selatan.

Jakarta Timur
  • 1.Klender
  • 2.Matraman
  • 3.Sekitar Wali Kota Jaktim,
  • 4.Depan Masjid At-Tien TMII,
  • 5.Terowongan Kelapa Dua Wetan,
  • 6.Jalan Raya Cibubur, di depan PT CIBA-CIBI,
  • 7.Jalan I Gusti Ngurah Rai,
  • 8.Jalan Basuki Rahmat,
  • 9.Kawasan Jatiwarna,
  • 10.Depan LP Cipinang,
  • 11.Jalan Rajiman (Jalan Baru).

Jakarta Selatan
  • 1.Mampang (mobil dan motor),
  • 2.Jalan Buncit Raya (mobil dan motor),
  • 3.Pondok Indah,
  • 4.Bintaro,
  • 5.Senayan (mobil dan motor),
  • 6.Asia Afrika (mobil dan motor),
  • 7.Kawasan Cipete,
  • 8.D'Best Fatmawati,
  • 9.Depan Universitas Pancasila,
  • 10.Tanjung Barat,
  • 11.PGA Lebak Bulus,
  • 12.Permata Hijau,
  • 13.Jalan Pangeran Antasari,
  • 14.Kawasan Tanah Kusir.

Bekasi
  • 1.Kawasan Komsen,
  • 2.Kawasan Rawapanjang,
  • 3.Jalan Ahmad Yani,
  • 4.Jalan KH Noer Ali,
  • 5.Jalan Underpass,
  • 6.Jalan Khairil Anwar,
  • 7.Kawasan Setu/Bintara,
  • 8.Jalan Harapan Indah,
  • 9.Jalan Raya Sultan Hasanudin.

Tangerang
  • 1.Kawasan Serpong
  • 2.Kawasan BSD,
  • 3.Jalan Surya Darma,
  • 4.Jalan Gatot Subroto,
  • 5.Jalan Pajajaran,
  • 6.Jalan Sliwangi,
  • 7.Jalan Zona Industri,
  • 8.Jalan Prabu Kiansantang,
  • 9.Citra Raya,
  • 10.Kawasan Green Corp,
  • 11.Pondok Aren Sektor 9,
  • 12.Jl Baru Cadas,
  • 13.Jl Kalisabi,
  • 14.Jl Imam Bonjol,
  • 15.DPN City Mall,
  • 16.Jl Benteng Betawi,
  • 17.Jl MH Thamrin,
  • 18.Jl Hasyim Ashari,
  • 19.Jl Husein Sastra Negara,
  • 20.Jl AMD,
  • 21.Jl Hos Cokroaminoto.

Depok :
  1. 1.Margonda Raya,
  2. 2.Perum Kota Kembang,
  3. 3.Jalan Ir. H. Juanda,
  4. 4.Jalan Raya Bogor,
  5. 5.Jalan Raya Ciputat,
  6. 6.Jalan Baru Pemuda.

( tempo.co )



READ MORE - Inilah Daftar Lengkap Daerah Operasi Geng Motor di Jabodetabek

Inilah Daftar Geng Motor Paling Ditakuti di Jakarta-Bandung

Inilah Daftar Geng Motor Paling Ditakuti di Jakarta-Bandung - Geng motor menjadi sorotan akhir-akhir ini. Pengeroyokan melibatkan kelompok pengendara motor dan oknum tentara terjadi hampir tiga pekan terkhir. Polisi dan militer sampai harus menggelar operasi khusus pengendara motor. Data Indonesia Police Watch mengungkapkan setiap tahun lebih dari 60 orang tewas karena ulah geng motor. Tahun lalu sebanyak 65 orang tewas.

Bicara geng motor tentu ingat langkah Kepolisian Bandung. Pada Desember 2010 saking merepotkan, Kepolisian Resor Bandung membubarkan empat geng besar: XTC, Brigezz, GBR, dan Moonraker. Keempat kelompok ini membubarkan diri dalam deklarasi di Lapangan Tegallega, Bandung. Mereka berubah menjadi organisasi kemasyarakatan dan klub otomotif resmi. Di lapangan ceritanya lain. XTC, geng terbesar, masih sulit dibubarkan. Pada Mei 2011, anggotanya di Bogor ditangkap karena menyerang dan merusak.

Dari sekian banyak geng motor Jakarta dan Bandung, berikut kelompok paling ditakuti.


http://image.tempointeraktif.com/?id=115102&width=475


Y-GEN atau Young Generation


Punya slogan “Don’t Make Us Angry”. Geng ini berdiri sejak tahun 1990-an cukup di Jakarta. Pengalaman pengguna motor di milis-milis menyebut Y-Gen tidak ubahnya kelompok begal motor. Biasanya mereka konvoi puluhan hingga ratusan motor setelah lewat jam 12 malam. Dimulai dari sekitar markas Y-Gen di daerah Tanjung Priok, dilanjutkan ke Sunter Mall, Kemayoran, Yos Sudarso, Senayan, Sudirman, Kuningan, Menteng, Senen, Pramuka, kembali ke Priok Konvoi Y-Gen biasanya juga masuk Tol Plumpang. Banyak cerita, jika Y-Gen konvoi lebih baik menghindar. Pengalaman motor yang dibegal ketika iring-iringan klub motor harus berpapasan dengan Y-Gen, motor langsung diambil paksa.

Ciri geng motor Y-Gen tidak safety riding alias konvoi tanpa pakai helm dan spion serta mematikan lampu. Usia anggota Y-Gen rata-rata ABG usia SMP-SMA. Motor anggota geng beda dengan klub motor, Y-Gen mengendarai bermacam merek. Namun, mesin sudah ditrondol dengan suara knalpot racing. Jika sedang konvoi, kelompok ini tidak takut pada polisi. Beberapa komunitas biker mempunyai pengalaman melihat kawanan geng Y-Gen merampok pengendara mobil yang sedang parkir tanpa bisa dicegah polisi.

PACINKO


Sebutan tenar Pasukan Cina Kota. Geng beranggotakan kebanyakan anak keturunan Tionghoa yang didirikan John Indo. Era tahun 70-80-an, Pacinko ditakuti geng-geng motor. Anggota Pacinko sekarang sudah uzur, tetapi melahirkan geng-geng motor lain. Sebut saja Gamshi atau Gabungan Anak Muda berprestasi yang jago ngetrek, MGZT (Mangga Besar Anak Ibliz), Hanoman, Aligator, dan Green Eagle. Dari sejumlah geng bentukan Pacinko, hanya Wild Boys yang berbeda. Anggotanya kebanyakan bukan keturunan Tionghoa.

Geng bentukan Pacinko biasanya bermusuhan dengan Y-GEN. Ada juga NSR (Night Sons Racing) yang jelas berkawan dengan Y-GEN. NSR sering konvoi dengan Y-GEN keliling Jakarta. Satu saran bila berpapasan dengan Y-GEN, menghindar.

XTC (Exalt to Coitus)


Artinya kurang lebih menyenangi segala sesuatu tentang seks. Sekarang berganti menjadi Exalt to Creativity. XTC dibentuk sejak 1987 oleh tujuh orang siswa SMA swasta Bandung. Lambang XTC, lebah membawa samurai. Semboyan XTC : Loe asik gw santai, loe usik gw bantai. Anggota XTC sekitar 5 ribu di Jawa Barat dengan pusat di Bandung.

Untuk menjadi anggota XTC harus mengikuti penggojlogan di Lembang. Biasanya calon akan diuji ketahanan fisik seperti ditendang, diinjak, dan dipukul. Selanjutnya tes mengendarai motor ke rumah tanpa rem. Kegiatan lainnya konvoi, adu balap, dan kriminal seperti penodongan.

Brigezz

Dibentuk 1980,an oleh siswa SMA 7 Bandung dengan singkatan Brigadir Seven. Anggota dan kekuasaan daerah makin luas, tahun 1999 nama berubah menjadi Brigadir Gestapu. Awal mula Brigess hanya adu balap liar, tetapi berubah menjadi tindakan kriminal. Brigezz menguasai Jalan Lengkong Besar dan Kecil, lalu Sudirman. Syarat anggota ketrampilan bermotor diuji dengan mengundang bahaya, minum darah.

Polisi pernah menemukan dokumen tentang doktrin angota Brigezz. Tiga doktirn yaitu seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam.

GBR (Grab on Road)

GBR juga lahir pada tahun 1989 di SMPN 2 Bandung. Kelompok yang anggotanya mayoritas anak SMP ini mengidentifikasikan diri dengan segala sesuatu yang berbau Jerman. Mereka mengusung bendera berwarna merah-kuning-hitam.

Graber, begitu mereka menyebut dirinya, menguasai sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya. Anggotanya tidak sebanyak XTC dan Brigezz, tetapi ditakuti dan sulit ditaklukkan. Tahun 2005 pernah salah satu markas GBR di Margahayu akan diserang XTC, ditunggu-tunggu XTC tidak kunjung datang, anak-anak GBR langsung yang menyerang markas XTC.

M2R (Moonraker)

Berdiri sejak 1978 dari siswa SMA di Jalan Dago. Moonraker berasal dari film James Bond kala itu. Lambang Moonraker bendera merah putih biru dan gambar kelelawar. Dari segi jumlah Moonraker di bawah Brigezz. Moonraker sebagian besar menguasai daerah Dago dan Dipatiukur.

Menjadi anggota hampir sama dengan geng lain, harus bisa mengendarai motor dari Lembang tanpa rem. Selain itu juga angota baru harus berkelahi dengan senior. Dalam organisasinya terdapat jabatan Panglima Perang, yang mengatur ketika terjadi perang antar geng atau perebutan wilayah.

Perilaku kriminal Moonraker terakhir yang menonjol sewaktu belasan anggotanya menyerang Geng XTC. Satu tewas dengan badan penuh tusukan pada Desember 2011.
( tempo.co )


READ MORE - Inilah Daftar Geng Motor Paling Ditakuti di Jakarta-Bandung

Geng Motor Mengamuk Di Jakarta

Geng Motor Mengamuk Di Jakarta - Sepanjang hari Jumat (13/4/2012) dini hari tadi, gerombolan bermotor melakukan penyerangan dan perusakan di delapan lokasi. Pelakunya diperkirakan 200 orang dengan menggunakan puluhan motor dan tiga mobil.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto memperkirakan, penyerangan gerombolan bermotor tersebut berawal dengan konvoi dari arah Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat dini hari tadi sekitar pukul 00.30.

Data awal kebrutalan gerombolan ini meminta korban di titik-titik penyerangan mereka, yaitu di:

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/29/1312314620X310.jpg


1. Jalan Industri, depan pintu gerbang PT Dok Bayu Bahari, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada pukul 01.30. Koban luka-luka yaitu Zaena Arifin (32) warga Jalan Sulawesi, Koja, Jakarta Utara; dan Heri Susanto (33) warga Bogor. Pelaku juga merusak Toyota Rush bernomor polisi B 72 RM.

2. Kantor Polsek Metro Tanjung Priok pada pukul 01.40. Para pelaku melempari kantor polisi ini dengan batu.

3. Depan Pasar Warakas, sekitar pukul 01.45. Pelaku menusuk rusuk kanan dan kiri Nachrowi (17), warga Jalan Cipucang III, Koja.

4. Jalan Warakas Raya, depan Toko Bingkai, pukul 01.05. Korban bernama Ramdani (20), warga Jalan Pademangan Barat, dengan luka bacok di kepala dan tangan kiri.

5. Di belakang Pos Volker, pukul 02.00. Korban bernama Jalan Budi Mulia, Kampung Banda Mulia, dengan luka sobekan senjata tajam pada bagian kepala dan tangan kiri.

6. Di Jalan Warakas Raya, dekat RS Sukmul, pada pukul 02.00. Korban tiga orang, salah satunya Tohirman bin Widodo (25), warga Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok. Tohirman menderita lebam di mata kiri serta luka robek senjata tajam di dagu dan bibir hingga mendapat 18 jahitan.

7. Di halaman parkir depan 7 Eleven di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, pukul 02.30. Korban antara lain Ade Kirmawan dan Roby. Tiga motor dirusak pelaku.

8. Di sepanjang Jalan Pramuka, Jakarta Pusat, pukul 03.00. Korbannya antara lain Anggi Darmawan, mengalami geger otak akibat dipukuli pelaku. Korban lain, Hendi Haryanto, alami luka tusuk di badan. Pelaku juga membakar dua motor dan merusak tiga motor. Anggi Darmawan akhirnya tewas pada pukul 11.00. ( kompas.com )


READ MORE - Geng Motor Mengamuk Di Jakarta

Jhon Kei dan Basri Sangaji

Jhon Kei dan Basri Sangaji - Subuh hampir menjelang di Hotel Kebayoran Inn di Jalan Senayan Nomor 87, Jakarta Selatan, pada Selasa pekan silam. Bersamaan dengan semilir angin malam yang masih terasa, belasan pemuda merangsek ke hotel bertarif Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta sehari itu. Tanpa bisa dicegah, mereka yang bermuka bengis itu langsung menuju kamar 301.


http://static.liputan6.com/files/old/khusus/img/211004cSigi.jpg


Basri Sangaji yang dicari. Kejadian berlangsung cepat, tak lebih dari 15 menit. Gaduh sebentar, sekelompok pemuda itu yang berwajah bengis dan dingin itu kemudian keluar. Tak ada yang berani mendekat. Sampai di parkiran, mereka sempat merusak kendaraan Basri. Setelah puas, mereka pun raib bak ditelan kabut subuh.

Petugas hotel baru berani memastikan keadaan setelah gerombolan orang itu pergi. Mereka bergegas menuju kamar 301. Benar saja, sang tamu hotel sudah bersimbah darah. Basri mati di sofa dengan lubang di dada. Adiknya, Ali Sangaji yang berusia 30 tahun merintih. Tangannya nyaris putus, selangkangannya pun terus mengucurkan darah. Kondisi seorang kerabat Basri tak jauh beda. Anyir darah begitu terasa. Jamal Sangaji, 33 tahun, mengerang sambil memegangi tangan kanannya yang sudah tak berjari.

Setelah diotopsi di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Jaksel, Basri disemayamkan di rumah keluarganya di bilangan Pulomas, Jakarta Timur. Ribuan pelayat pun membanjiri rumah duka. Esok petangnya, Jenazah orang yang dekat dengan calon presiden Wiranto itu kemudian diterbangkan ke Ambon, Maluku.

Jasad Basri kemudian dibawa ke kampung halamannya, Desa Rohomoni, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Keheningan malam pun pecah ketika jenazah Basri datang dan disambut dengan teriakan histeris masyarakat Rohomoni.

Malam itu, ratusan warga tumpah-ruah di pinggir pantai Pulau Haruku. Mereka menyambut jenazah Basri dengan kesedihan mendalam. Kematian putra pertama dari pahlawan nasional A.M. Sangaji yang disegani di daerah itu memang membuat warga Maluku berduka.

Tak pelak, kedatangan jasad Basri sempat membuat Negeri Seribu Pulau menjadi panas. Kabar burung pun merebak.

Entah siapa yang mengembuskan, anak buah Basri yang sebagian besar "pensiunan" konflik Maluku dikabarkan bakal membalas dendam. Untungnya, polisi cepat tanggap membaca gelagat itu. Kepala Kepolisian Resor Ambon Komisaris Besar Polisi Leonidas Braskan langsung memimpin pengawalan bersama aparat dari TNI dan Polri mulai dari Bandar Udara Pattimura hingga ke kampung halamannya

Pengawalan ketat itu memang wajar. Maklumlah, polisi berupaya keras mengantisipasi terulangnya rentetan peristiwa berdarah yang menelan 1.842 jiwa akibat konflik antaragama di Maluku. Apalagi kerusuhan yang terjadi pada 1998-1999 itu juga diawali bentrokan antarpemuda . Tak heran jika aparat yang diturunkan tak sekadar mengawal jenazah. Mereka dibekali dengan senapan.

Bahkan jasad Basri pun dibawa dengan mobil militer. Untuk mendinginkan suasana, sejumlah tokoh Maluku juga ikut mengantarkan Basri ke peristirahatan terakhirnya. Di antara pelayat, tampak mantan Gubernur Maluku Saleh Latuconsina.

"Kita berharap ini adalah cobaan bagi kita semua, dan almarhum dapat diterima di sisi-Nya," kata Latuconsina.

Untuk mengantisipasi kerusuhan, polisi juga cepat tanggap dengan kondisi yang kian panas. Meski sejumlah spekulasi seputar kematian Basri masih menimbulkan banyak pertanyaan, polisi bertindak cepat. Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mathius Salempang yang memimpin penyidikan telah menangkap delapan tersangka. Mathius juga menetapkan bhw kasus pembunuhan Basri, murni kriminal. Tersiar kabar, jika pembunuhan Basri berlatar belakang perebutan daerah kekuasaan di Mangga Besar, Jakarta Barat.

Pria bernama lengkap Basri Jala Sangaji adalah pribadi yang penuh warna. Pria berumur 35 tahun itu tak hanya terkenal dalam dunia preman yang keras. Basri juga dikenal dekat dengan sejumlah tokoh, mulai dari pejabat, ulama, hingga dunia hiburan malam. Di mata Ketua Umum Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab, almarhum adalah anak nakal yang manis. Sebutan itu tak lepas dari niat Basri yang ingin mendalami ajaran Islam kepada Rizieq.

Basri Sangaji memang dikenal dekat dengan berbagai kalangan. Tak hanya bermain di dunia keras dan hiburan malam, warga Jalan Pangkal Raya Nomor 3, Pela Mampang, Jaksel itu juga terjun ke dalam kancah politik. Sepak terjangnya di dunia politik dimulai sejak terlibat dalam terbentuknya pengamanan swakarsa (Pam Swakarsa) pada 1998. Terakhir, dia juga aktif menjadi anggota tim sukses calon presiden dari Partai Golongan Karya, Wiranto dan Salahuddin Wahid pada pemilihan presiden putaran pertama, Juli silam.

Nama Basri Sangaji juga pernah menghiasi media massa nasional pada pertengahan 2002 ketika terlibat konflik dengan kelompok John Key. Selain itu, Basri juga diduga terlibat dalam kerusuhan di Ketapang, Jakarta Pusat, akhir November 1998. Tetapi keterlibatan Basri di Ketapang dibantah oleh Habib Rizieq.

Menelisik masa silam Basri Sangaji ibarat membuka lembaran album foto kerasnya dunia preman. Dia diduga kuat banyak bersinggungan dengan dunia hitam. Tak heran jika Basri ditengarai memiliki banyak musuh. Salah satunya adalah John Key, salah seorang pimpinan geng yang pernah berseteru dengannya. John Key mengakui delapan tersangka pembunuh Basri adalah anak buahnya. Dia juga mengaku dendam pada Basri yang dituduhnya telah membunuh saudaranya, lima tahun silam. Namun Basri lolos dari jeratan hukum karena saat itu diduga berhubungan dekat dengan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Mayor Jenderal Polisi Noegroho Djajoesman.

Selain dengan John Key, Basri juga pernah bentrok dengan kelompok penguasa Tanahabang, Jakpus, pimpinan Hercules. Hercules juga menyatakan, Basri Sangaji mempunyai banyak musuh, dan ia adalah salah satunya. Dia mengaku pernah berteman baik dengan korban, namun masalah bisnis penagihan utang telah memisahkan persahabatan mereka.

Entah karena hati-hati atau karena sebab lain, yang pasti hingga kini polisi tidak menangkap John Key. Padahal, keluarga Basri berkeras meminta polisi membekuk John Key. Salah satu keluarga yang menuding John Key sebagai otak pembunuh Basri adalah Basri Moni, paman korban. Apalagi keponakannya itu pernah terlibat konflik dengan John Key di Diskotek Hailai, Ancol, Jakarta Utara dan Diskotek Stadium di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat pada 2002 .

Anton Medan yang telah lama pensiun dari dunia preman pun angkat bicara. Menurut dia, pembunuhan Basri memang berlatar dendam. Pelaku diperkirakan putus asa karena pengaduannya ke polisi tidak pernah digubris. Tak heran jika kemudian si pelaku "membereskan" sendiri masalah tersebut. "Dilaporkan ke polisi beberapa kali, hingga masa pembunuhan [karena] tidak ditanggapi," kata Anton di Studio Liputan 6 SCTV, Jakarta, malam tadi.

Lebih lanjut Anton menjelaskan, buntunya pengungkapan pelaku pembunuhan Basri karena kasus ini melibatkan konspirasi tingkat tinggi. Menurut Anton, pelaku diperkirakan mempunyai backing yang cukup kuat sehingga polisi tidak berkutik. Pelindung si pelaku diperkirakan berasal dari kalangan pejabat. "Sebenarnya yang dipakai itu orang-orang yang punya nama," ungkap Anton.

Di sinilah terungkap bahwa antara preman dan sejumlah pejabat mempunyai hubungan saling menguntungkan. Menurut Anton, pejabat membutuhkan preman untuk mempermudah pekerjaannya. Contohnya, penggusuran tanah. Dengan bantuan "pendekar", bisa dipastikan penggusuran tanah bisa dilakukan. Mereka juga membutuhkan preman ketika kekuasaannya terancam oleh aksi massa. Saat itulah sosok preman dimajukan. Sementara preman membutuhkan pejabat untuk melindunginya dari cengkeraman polisi. Tak mengherankan, bila kasus pembunuhan Basri belum menemui titik terang.

Dalang di balik pembunuhan Basri seharusnya tak sulit untuk dibongkar. Karena peristiwa itu menyimpan dua saksi mata yang turut menjadi korban. Mereka adalah Ali Sangaji dan Jamal Sangaji. Kedua adik korban juga mengaku mengenal kelompok yang menyerbu mereka. Selain itu, sejumlah barang bukti juga ditemukan di lokasi kejadian. Kuat dugaan saat kejadian, paling tidak ada dua senjata api yang menyalak. Salah satunya pistol berizin dengan peluru karet milik korban. Sedangkan satunya berasal dari bukti selongsong dan satu butir peluru kaliber sembilan milimeter.

Nah, untuk mengurai benang kusut itu, Anton menyarankan kepada polisi untuk lebih berani. Menurut Anton, premanisme memang tidak bisa dihapuskan. Namun bukan berarti tidak bisa dikurangi. "Sekarang tinggal bagaimana aparat, mencari hukum yang tepat untuk menjerat mereka (pelaku)," kata Anton.

Kriminolog dari Universitas Indonesia Adrianus Meliala membenarkan pernyataan Anton. Menurut dia, hubungan simbiosis antara preman dan pejabat telah terjadi sejak lama. Preman membutuhkan orang "kuat" yang bisa melindunginya dari ancaman preman lain. Biasanya dengan dukungan orang kuat itu timbul sifat arogan preman. Maka dia tak segan-segan melibas kelompok lain yang dianggap bermasalah dengannya. Salah satunya seperti yang terjadi pada kasus Basri. "Jangan-jangan ada transaksi," kata Adrianus.

Adrianus boleh menduga seperti itu. Yang jelas, mata sejumlah pihak kini menoleh ke polisi. Apalagi keterlibatan kelompok preman tampak nyata di balik pembunuhan Basri. Boleh jadi, timbul pula pertanyaan. Maukah dan mampukah polisi menguak kasus itu sampai ke akarnya? ( liputan6.com )


READ MORE - Jhon Kei dan Basri Sangaji