Showing posts with label Klarifikasi. Show all posts
Showing posts with label Klarifikasi. Show all posts

Ternyata Kekayaan SBY Lebih Tinggi Dari Luiz Inacio Lula da Silva dan Vladimir Putin

http://suar.okezone.com/images-data/content/2010/07/12/283/351841/HPzVoVKtrz.jpg


Ternyata Kekayaan SBY Lebih Tinggi Dari Luiz Inacio Lula da Silva dan Vladimir Putin.

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej adalah raja terkaya nomor satu di dunia. Pada 2009, majalah Forbes mencatat kekayaan raja sebesar USD30 miliar.


Kemudian urutan kedua ditempati Raja Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dengan kekayaan USD20 Miliar (Juni 2009).

Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Khalifa bin Zayed al-Nahayan berada di urutan ketiga dengan kekayaan USD18 miliar (Juni 2009).

Raja Arab Saudi Abdullah di peringkat keempat dengan kekayaan USD17 miliar (Juni 2009).

Peringkat kelima ditempati PM UEA Mohammed bin Rashid al- Maktoum dengan kekayaan sebesar USD12 miliar (Juni 2009).

Urutan keenam ditempati PM Italia Silvio Berlusconi dengan kekayaan sebesar USD6,5 miliar (Maret 2009).

Peringkat ketujuh ditempati Pangeran Liechtenstein Hans Adam II dengan kekayaan USD3,5 miliar (Juni 2009).

Emir Qatar Hamad bin Khalifa al-Thani di urutan kedelapan dengan kekayaan USD2 miliar (Juni 2009). Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga di urutan kedelapan dengan kekayaan USD1,8 miliar (2009).

Pangeran Monako Albert II di peringkat kesembilan dengan jumlah kekayaan sebesar USD1 miliar (Juni 2009).

Lalu peringkat ke-10 ditempati Presiden Cile Sebastian Pinera dengan kekayaan USD1 miliar (Maret 2009).

Sebagaimana dilaporkan Forbes( 21/12/2009), Sultan Oman Qaboos bin Said al-Said yang memiliki kekayaan USD700 juta (Juni 2009) menduduki peringkat ke-11.

Presiden Equatorial Guinea Teodoro Obiang Nguema Mbasogo yang memiliki kekayaan USD600 juta berada di urutan ke-12.

Ratu Inggris Elizabeth II dengan kekayaan USD450 juta (Juni 2009) di urutan ke-13.

Emir Kuwait Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah berada di peringkat ke-14 dengan kekayaan USD400 juta (Juni 2009).

Ratu Belanda Beatrix I yang memiliki kekayaan USD200 juta berada di peringkat ke-15. Raja Swaziland Mswati III di urutan ke-16 dengan kekayaan USD100 juta.

Sementara PM Selandia Baru John Key dilaporkan memiliki kekayaan USD37 juta dan berada di urutan ke-17.

Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak di peringkat ke-18 dengan kekayaan USD23,6 juta.

PM Montenegro Milo Dukanovic di posisi ke-19 dengan kekayaan USD14,8 juta.

Selanjutnya Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner di posisi ke-20 dengan kekayaan USD12,92 juta (Juli 2009),

diikuti Ratu Denmark Margrethe II yang dilaporkan memiliki kekayaan USD10 juta dan Raja Swedia Carl XVI Gustaf yang memiliki kekayaan USD9 juta.

Adapun Presiden Amerika Serikat Barack Obama dilaporkan memiliki kekayaan USD7 juta.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy memiliki kekayaan USD3 juta.

PM Turki Recep Tayyip Erdogan memiliki kekayaan sebesar USD1,8 juta (Maret 2010).

Presiden Meksiko Felipe Calderon memiliki pundi-pundi kekayaan sebesar USD670.000.

Adapun Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono melaporkan kekayaannya sebesar USD500.000.

Lalu Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva dengan kekayaan sebesar USD360.000

dan PM Rusia Vladimir Putin sebesar USD150.000- USD40 miliar (2007).

Urutan daftar kekayaan tersebut belum bisa dijadikan pemeringkatan siapa tertinggi dan terendah. Sebab belum tentu semua kepala negara atau pemimpin kerajaan terbuka menyampaikan total kekayaannya. Namun setidaknya, daftar tersebut menggambarkan seberapa besar kekayaan seorang kepala negara.

Laporan terbaru yang dilansir Forbes (7/7/2010) tentang 15 raja, ratu, dan pemimpin terkaya menunjukkan bahwa rata-rata kekayaan mereka turun 9 persen. Penurunan kekayaan paling tajam dialami Kerajaan Dubai sebesar lebih dari 60 persen.

Sementara kekayaan Kerajaan Arab Saudi dan Qatar sedikit meningkat. Pemeringkatan yang dilansir Forbes itu tidak jauh berbeda hasilnya, hanya sedikit terjadi pergeseran peringkat, yakni Raja Thailand Bhumibol Adulyadej dengan kekayaan USD30 miliar (1). Kemudian disusul Raja Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dengan kekayaan USD20 miliar (2).

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abul Aziz di peringkat ketiga dengan kekayaan yang meningkat jadi USD18 miliar. Presiden UEA Sheikh Khalifa bin Zayed al-Nahayan kekayaannya turun menjadi USD15 miliar sehingga berada di peringkat keempat. Selanjutnya PM UEA Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum mencatatkan penurunan kekayaan menjadi USD4,5 miliar, berada di peringkat kelima. Pangeran Liechtenstein Hans Adam II di urutan keenam dengan kekayaan USD3,5 miliar. Raja Maroko di urutan ketujuh dengan kekayaan USD2,5 miliar.

Peringkat kedelapan ditempati Emir Qatar yang kekayaannya meningkat jadi USD2,4 miliar. Urutan kesembilan ditempati Pangeran Monako dengan kekayaan USD1 miliar. Posisi ke-10 ditempati Pangeran Aga Khan Karim al-Husseini dengan kekayaan USD800 juta. Urutan ke-11 ditempati Sultan Qaboos bin Said dari Oman dengan kekayaan USD70 juta. Posisi ke-12 ditempati Ratu Elizabeth II (Inggris) dengan kekayaan USD450 juta. Kemudian Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al- Sabah berada di posisi ke-13 dengan mencatat penurunan kekayaan menjadi sebesar USD350 juta.

Urutan ke-14 ditempati Ratu Beatrix Wilhelmina Armgard (Belanda) dengan kekayaan USD200 juta.Terakhir, posisi ke-15 ditempati Raja Swaziland King Mswati III dengan kekayaan sebesar USD100 juta. Menurut Forbes, kekayaan para raja dan ratu didapatkan dari kekuasaannya. Semua raja dan ratu yang masuk dalam daftar orang terkaya tersebut adalah kepala negara dengan sistem kerajaan dan mewarisi kekayaan keluarganya. ( okezone.com )



READ MORE - Ternyata Kekayaan SBY Lebih Tinggi Dari Luiz Inacio Lula da Silva dan Vladimir Putin

Benarkah Gus Dur Seorang Zionis ... ??!

Benarkah Gus Dur Seorang Zionis ... ??!. Terus terang, akhir-akhir ini rasanya sumpek melihat berita-berita TV. Isinya didominasi pemujaan-pemujaan terhadap Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Banyak suara-suara yang mengusulkan agar Gus Dur diangkat sebagai pahlawan nasional. Termasuk gerakan di DPR, facebook, dan sebagainya. Sementara pernyataan dari tokoh-tokoh Islam, seperti MUI, PP Muhammadiyyah, dan sebagainya “setali tiga uang”. Semua mengarah kepada upaya memuja Gus Dur. (Atau mungkin mereka ingin menempatkan Gus Dur sebagai “nabi jaman modern”? Entahlah).

Jujur saja, sikap-sikap seperti inilah yang selama puluhan tahun telah mematikan cahaya kebenaran. Ummat Islam tidak diajari bersikap tegas, jelas, dan lurus. Para elit agamawan, tokoh sosial, dan politik berlomba-lomba mencari muka, dengan resiko mengundang kemurkaan Allah Al Aziz. Na’udzubillah min dzalik.

Bayangkan, saat tahun 2001 lalu, ketika Gus Dur menjadi Presiden RI, mayoritas kekuatan politik di Indonesia menyerang dirinya dari berbagai sisi. Segala macam dalil-dalil untuk menjatuhkan Gus Dur, dikeluarkan semua. Termasuk foto Gus Dur memangku Ariyanti Sitepu, VCD Gus Dur dibaiat di gereja, dokumen keterlibatan Gus Dur dalam partai Ba’ats Irak, dan sebagainya. Tetapi lihatlah saat ini, setelah Gus Dur meninggal, semua orang berusaha memuja-muja Gus Dur. Seolah dia adalah ‘Tuhan’ yang berhak diagung-agungkan.

Ummat Islam mundur terus-menerus karena sejak lama ditipu terus oleh elit-elitnya. Mereka tidak diajari sikap yang benar, konsisten, tegas, dan pemberani. Semua elit rata-rata mencari muka, dengan alasan “sikap diplomatis”. Ya, ada kalanya “sikap diplomatis” bisa dipakai. Tetapi tidak dalam segala persoalan harus memakai “sikap diplomatis”. Dalam urusan akidah yang membahayakan Ummat, seperti dalam soal film “Kiamat 2012” lalu itu, kita harus bersikap tegas.

Baiklah, mari kita bahas kembali tentang Gus Dur. Siapakah Gus Dur ini? Siapakah dia, bagaimanakah ideologinya? Bagaimana perjuangannya?

Dari sekian banyak proses pembacaan dan analisis terhadap kiprah Gus Dur sejak dia memimpin PBNU, saya dapat menyimpulkan, bahwa: “Mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un ketika Gus Dur meninggal, adalah kesalahan. Kematian Gus Dur bukanlah musibah, tetapi bagian dari pertolongan Allah Al Aziz kepada kaum Muslimin di Indonesia.”

Ketika bicara tentang Gus Dur, maka kita harus berbicara tentang YAHUDI. Nah, inilah asas segala pembicaraan tentang Gus Dur. Siapapun yang berbicara tentang Gus Dur tanpa menyinggung gerakan Yahudi internasional, dia salah!!!

Coba kita runut masalah ini secara jernih, bi idznillah:

[01] Setiap hari kita membaca Surat Al Fatihah dalam Shalat. Disana ada doa, agar kita diberi petunjuk oleh Allah, yaitu mengikuti Shiratal Mustaqim. Shirat Al Mustaqim ini bukan jalan “al maghdhub ‘alaihim” (jalan orang yang dimurkai oleh Allah). Nabi Saw menjelaskan, bahwa kaum yang dimurkai itu adalah kaum Yahudi. Maka ketika kita bicara tentang Yahudi, otomatis kita bicara tentang suatu kaum yang dimurkai Allah Al Aziz. Ini bukan perkara sepele, tetapi amat sangat serius.

[02] Yahudi (Bani Israil) mengalami pasang-surut gerakan selama ribuan tahun. Awal gerakan mereka adalah di masa Nabi Ya’qub As dan anak keturunannya yang diberi tempat oleh raja Mesir di Kan’an. Di kalangan Bani Israil ada yang shalih-shalih, tetapi lebih banyak yang durhaka. Para Nabi-nabi, seperti Ya’qub, Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Isa, dan lain-lain ‘alaihimussalam, mereka termasuk bagian Bani Israil yang shalih-shalih.

[03] Di jaman modern, atau setidaknya setelah Eropa mengalami Renaissance, Yahudi mengalami transformasi gerakan keagamaan baru. Gerakannya berbeda dengan risalah Nabi-nabi dari kalangan Bani Israil. Gerakan mereka justru menginduk kepada inspirasi Samiri yang pernah membuat patung Al Baqarah (sapi betina) untuk pemujaan. Mereka mengambil ide-ide kemusyrikan dari bangsa Mesir, di jaman Fir’aun. Hampir semua simbol-simbol keagamaan yang dipakai Yahudi modern, itu digali dari peradaban kemusyrikan Mesir. Jadi, Yahudi modern bukanlah pengikut Musa, Dawud, atau Sulaiman, tetapi mengikuti Samiri yang membuat patung sapi betina untuk pemujaan. Hal itu dikuatkan dengan doktrin Talmud yang mengagung-agungkan etnis mereka, dan melecehkan Tuhan (Allah Ta’ala). Yahudi yang berpegang kepada Talmud bukanlah bagian dari Ahli Kitab, tetapi mereka adalah orang-orang musyrik yang mengikuti jalan Samiri.

[04] Secara umum, Yahudi modern terdiri dari dua komunitas besar, yaitu: Yahudi asli (original Jewish) dan Yahudi warna-warni (colored Jewish). Yahudi asli maksudnya, orang-orang yang mewarisi darah Yahudi. Darah Yahudi ditentukan oleh silsilah keturunan dari jalur ibu. Inilah manusia yang benar-benar disebut Yahudi. Dan harus dicatat, kaum Yahudi ini amat sangat ketat dalam menjaga kemurnian etnis mereka. Mereka tidak tertarik melakukan asimilasi seluas-luasnya, sebab mereka merasa sebagai “etnis terbaik di dunia”, sementara etnis lain dianggap “budak” yang bebas dieksplotasi tanpa batas. Lalu yang disebut Yahudi warna-warni adalah siapa saja dari etnis apapun selain Yahudi yang bekerja mensukseskan misi Yahudi internasional. Mereka ini bisa disebut “budak-budak” Yahudi asli. Mereka bisa orang Jawa, bisa orang pesantren, bisa bergelar kyai haji, bisa asal Jombang, dan sebagainya. Mereka itu jelas-jelas tidak berdarah Yahudi, karena ibunya bukan Yahudi, tetapi mau suka-rela berjihad membela missi Yahudi internasional.

[05] Yahudi warna-warni itu biasanya tergabung dalam organisasi-organisasi mantel pendukung Zionisme internasional. Selama ini, mereka kita kenal sebagai “Freemasonry”. Tetapi menurut ahlinya, organisasi mantel itu bisa macam-macam. Freemasonry hanya satu bentuk saja. Rizki Ridyasmara menyebut mereka sebagai kelompok Luciferian, karena mereka mengabdi kepada “tuhan” yang bernama Lucifer yang disimbolkan dalam bentuk bintang, di dalamnya ada bentuk kepala kambing bertanduk dua. Bisa dikatakan, Lucifer adalah simbolisasi Iblis itu sendiri. Kaum Freemasonry ini bisa berasal dari berbagai etnis, dari berbagai negara, dari berbagai status, ikatan keagamaan, organisasi, dan sebagainya. Tapi mereka satu kata dalam simbol keagamaan, ideologi, dan missi memperjuangkan kepentingan Yahudi nternasional.

[06] Pertanyaannya, mengapa Yahudi asli harus membentuk organisasi mantel yang bermacam-macam? Atau mengapa Yahudi asli harus meminta bantuan “Yahudi abang ijo”? Jawabnya: Yahudi membutuhkan penetrasi ke berbagai negara/etnis di dunia, untuk mendukung missi mereka. Sedangkan cara terbaik penetrasi ialah dengan memakai tangan orang-orang dari negara/etnis masing-masing. Misalnya, Yahudi mengambil seorang kyai haji sebagai agen mereka. Maka diharapkan, semua jamaah kyai haji itu akan mudah dikendalikan untuk mendukung missi Yahudi. Kemudian, Yahudi sendiri merasa dirinya terlalu suci untuk berhubungan dengan manusia-manusia lain. Mereka tidak mau “kotor tangan”, maka dipakailah agen-agen dari setiap negara untuk menggarap negara masing-masing. Soal biaya, mereka bersedia memberikan dukungan penuh.

[07] Perlu dicatat, bahwa siapapun yang terlibat dalam gerakan mantel Yahudi seperti Freemasonry, mereka bukan orang Muslim. Mereka itu kafir. Tidak diragukan lagi. Mengapa? Sebab mereka berani mengkhianati agamanya sendiri dalam rangka mensukseskan missi Yahudi. Kemudian, mereka tidak meyakini lagi bahwa Islam adalah agama yang paling benar. Ideologi mereka diganti dengan humanisme, pluralisme, dan demokratisme. Kemudian, mereka selama hidupnya selalu memusuhi missi perjuangan Islam. Dan mereka ridha dengan ritual-ritual kekufuran yang berlaku di organisasi seperti Freemasonry itu.

[08] Untuk mengenali apakah seseorang terlibat Freemasonry atau tidak, sungguh tidak mudah. Mungkin hanya kerja intelijen negara yang bisa menyingkap hal itu. Tetapi seorang anggota Freemasonry bisa dikenali tanda-tandanya, misalnya: (1) Mereka bukan Yahudi asli, ibunya bukan berdarah Yahudi; (2) Selama hidupnya dia mengagung-agungkan slogan humanisme, pluralisme, dan demokrasi; (3) Dia sangat memusuhi misi perjuangan Islam, dan membenturkan misi tersebut dengan seruan Sekularisme atau Nasionalisme; (4) Dia memiliki sumbangan, sedikit atau banyak, bagi kemajuan Yahudi internasional; (5) Dia mendapat penghargaan resmi dari organisasi Yahudi internasional.

[09] Adalah sulit untuk memastikan bahwa Gus Dur adalah seorang Freemason, sebab kita tidak memiliki bukti validnya. Bisa jadi kalangan Muslim lain memiliki data tersebut, sehingga ia bisa dibuka. Namun untuk menyimpulkan, bahwa Gus Dur adalah seorang penyokong gerakan Yahudi internasional sangatlah mudah. Banyak tanda-tandanya. Misalnya, dia pernah terlibat mendirikan Shimon Perez Institute; dia pernah pergi ke Israel; dia pernah mendapat medali dari organisasi Yahudi karena keberaniannya membela kepentingan Yahudi di Indonesia; ketika menjadi Presiden RI, dia pernah hendak membuka hubungan dagang dengan Israel; Gus Dur secara formal pernah membela Yahudi di depan media massa. Dia mengatakan, “Yahudi itu orang beragama, bukan atheis. Kalau dengan Soviet yang komunis saja Indonesia mau menjalin hubungan, mengapa tidak dengan Israel?” Begitu kira-kira alasan dia ketika itu. Sangat jelas sekali bahwa Gus Dur adalah seorang Zionis (pembela Israel) dari kalangan bangsa Indonesia.

[10] Fakta kecil yang perlu disinggung, yakni kedekatan Gus Dur dengan Ahmad Dhani, dari band Dewa. Semua orang sudah tahu, bagaimana sikap Dhani kepada Gus Dur. Dhani sangat memuja-muja Gus Dur. Pendek kata, Gus Dur mau berbicara apapun, Dhani dijamin akan mendukung. Sementara Dhani ini sangat layak dicurigai sebagai bagian dari Freemasonry di Indonesia. Ada yang pernah membahas simbol-simbol yang dipakai Dhani dalam cover album-albumnya. Dhani pernah menginjak-injak kaligrafi Allah yang telah disamarkan, di atas panggung band. Kemunculan abum “Laskar Cinta” ditujukan sebagai anti-tessa “Laskar Jihad” (segala upaya Jihad untuk membela Islam). Dalam salah satu lagu hits-nya, Dhani melantunkan lirik yang kurang lebih isinya sebagai berikut, “Tak ada yang lain, selain diri-Mu yang selalu kupujaaa… Dengan mata-Mu aku melihat, dengan lidah-Mu aku bicara.” Di mata kita, mungkin lagu ini dianggap bentuk pujian kepada Allah. Maka ia dianggap sebagai lagu “pop religi” Dhani dan bandnya. Padahal bisa jadi, yang dimaksud diri-Mu, memuja-Mu, mata-Mu, lidah-Mu itu adalah Lucifer, dewa pujaan kaum Freemasonry. Sebab disana tidak ada disebutkan kata “Allah” sedikit pun. Malah kaligrafi Allah diinjak-injak oleh Dhani dan kawan-kawan. Ada sebuah informasi menarik, ketika Kraton Solo tiba-tiba menganugerahi Dhani dengan gelar “Raden”. Tidak ada angina, tidak ada hujan, tiba-tiba Dhani dianugerahi gelar itu. Dhani sendiri merasa heran dengan gelar itu, sebab dia bukan orang Jawa. Ini sangat janggal. Ada apa ini, tiba-tiba dia di-raden-kan oleh Kraton Solo? Hal lain yang tak kalah menarik, kasus Dhani dengan Mulan Jamila. Hampir tidak ada satu pun media infotainment yang menghujat sikap Dhani yang mengkhianati isterinya itu. Padahal ketika kasus yang sama menimpa pasangan artis-artis lain, media infotanment getol memberitakan hal itu. Saya juga masih ingat, betapa Dhani sangat ngefans dengan Manchester United yang dikenal dengan julukan “Setan Merah”. Ketika MU akan bertanding dengan FC Barcelona dalam Piala Champions, Dhani secara emosional mendukung MU. Malah ketika MU datang ke Malaysia, Dhani mengajak anak-anaknya datang kesana. Banyak sisi-sisi menarik seputar kiprah Dhani “Dewa” yang mencerminkan kedekatan manusia itu dengan gerakan Freemasonry.

[11] Patut diingat dengan jelas, bagaimana peranan media massa, terutama media TV dalam memuja-muja Gus Dur. Selama ini saya cukup bersimpati kepada MetroTV, sering mengakses TVOne, dan berita-berita lain. Tetapi dengan gerakan pemujaan Gus Dur, ini tampak nyata bahwa media-media itu seperti berlomba mencari keridhaan Yahudi internasional. Caranya, dengan memuja-muja Gus Dur. Sejujurnya, sejak dulu Gus Dur itu tidak ada apa-apanya. Dia menjadi besar bukan karena dirinya, tetapi karena REKAYASA MEDIA. Media yang membuat Gus Dur besar, dan media pula yang membuat tokoh-tokoh lain kecil. Bayangkan, media massa tidak pernah peduli ketika Ketua PP Persatuan Islam, KH. Shiddiq Amin wafat. Begitu pula, ketika KH. Husein Umar wafat. Media tidak mau memberitakan, atau menghargainya secara layak. Tetapi ketika ada seorang icon Yahudi di Indonesia mati, mereka berlomba-lomba melakukan “ritual pemujaan”. Sangat menyedihkan! Kalau akhirnya nanti Gus Dur benar-benar ditasbihkan sebagai “pahlawan nasional”, sungguh kita patut memboikot semua media-media sekuler itu. Jangan lagi merasa memiliki media, selain media yang kita buat sendiri.

[12] Orang-orang yang mengklaim dirinya pro pluralisme, pro demokrasi, pro humanisme, lalu memuja-muja Gus Dur sebagai manusia yang berjasa besar dalam ketiga isu tersebut. Pada dasarnya, mereka adalah orang-orang BODOH yang tidak mengerti ujung dari gerakan pluralisme, humanisme, dan demokrasi itu sendiri. Pluralisme adalah ideologi untuk mematikan keimanan kepada agama-agama (bukan hanya Islam). Seorang pluralis sejati tidak memiliki keyakinan yang kuat kepada suatu agama, selain agama pluralisme itu sendiri. Orang-orang yang berakidah humanisme, mereka mempertuhankan “kepentingan manusia”, sehingga manusia dianggap bebas merdeka, termasuk bebas dari aturan agama. Manusia yang berakidah demokrasi, mereka meyakini bahwa “suara rakyat suara Tuhan”. Artinya, cukuplah kesepakatan rakyat untuk menggantikan peranan aturan Tuhan. Ketiga prinsip (pluralisme, humanisme, demokrasi) ini adalah hakikat atheisme, sebagaimana prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Freemasonry kepada para pengikutnya.

[13] Semua orang yang memuja-muja Gus Dur, pada dasarnya tidak keluar dari 3 kemungkinan: Pertama, mereka orang bodoh yang tidak tahu informasi dan sempit wawasan. Mereka orang-orang fanatik yang tidak bisa membedakan hitam dan putih; Kedua, mereka orang oportunis yang merasa perlu mencari keridhaan umat manusia (khususnya investor Yahudi) agar mendapat keuntungan-keuntungan duniawi; Ketiga, mereka satu barisan dengan Gus Dur dalam rangka memadamkan cahaya agama Allah dan membesarkan missi Yahudi laknatullah ‘alaihim. Hanya ini kemungkinannya.

[14] Betapa banyak manusia takut kepada Gus Dur, selama hidupnya. Mereka tidak berani mengkritik Gus Dur, tidak berani berbeda pendapat, tidak berani membantah, tidak berani menentang pendapat-pendapatnya yang keliru. Termasuk, ketika Gus Dur mengatakan, bahwa Al Qur’an adalah kitab suci yang paling porno. Mereka tetap tidak berani mengingatkan Gus Dur. Mereka sangat takut kepada Gus Dur, karena takut kuwalat, takut celaka, takut mengalami kemalangan. Lihatlah, betapa banyak manusia sudah mempertuhankan Gus Dur. Kepada Allah mereka tidak takut, tetapi kepada Gus Dur begitu ketakutan. Realitas seperti itu adalah kemusyrikan dalam bentuk baru.

[15] Terakhir, betapa hinanya manusia yang mau membela, membantu, mendukung, menyokong, mempermudah gerakan Yahudi internasional. Padahal mereka semula adalah Muslim, orang Indonesia, orang pesantren, dan sebagainya. Sayang sekali, mereka mendukung Yahudi internasional yang terkenal dengan misi-misi kejahatan mereka untuk memperbudak seluruh manusia di dunia. Mereka mendukung gerakan yang tujuan akhirnya menjadikan semua manusia bersimpuh di telapak kaki Yahudi. Bahkan sangat disayangkan sekali, mereka lahir dari rahim wanita-wanita non Yahudi. Mengapa? Sebab selama mereka tidak memiliki darah Yahudi, statusnya tetap sebagai “budak”. Sangat menyedihkan, mereka bersusah-payah mendukung misi kerusakan di muka bumi.

Sulit bagi saya untuk memastikan, apakah Gus Dur seorang Freemason atau bukan? Tetapi setidaknya kita mendapat banyak bukti, bahwa dia adalah tokoh yang selama hidupnya banyak menolong missi-missi Yahudi internasional. Dalam Surat Al Maa’idah dikatakan, “Wan man yatawallahum, fainnahu minhum” [siapa yang loyal kepada mereka (Yahudi atau Nashrani), sesungguhnya dia bagian dari mereka].

Sekali lagi ditegaskan disini, Gus Dur bukan saja tidak pantas dianggap sebagai “pahlawan nasional”. Bahkan mengucapkan “innalillah wa inna ilaihi raji’un” saat dia mati, adalah sebuah kesalahan.

Saudaraku, Anda jangan takut kepada siapapun dalam rangka mentaati Allah dan Rasul-Nya. Sekaligus Anda jangan berani memuja-muja manusia yang tidak pantas dipuji, sehingga perbuatan Anda itu akan mengundang kemurkaan Allah Ta’ala. Jadilah Muslim sejati yang bicara apa adanya; katakan benar jika benar, katakan salah jika salah. Demi Allah, orang-orang oportunis dimanapun tidak akan beruntung. Mereka takut dimusuhi manusia, tetapi tidak takut dimusuhi Allah Ta’ala.

Perhatikan nasib orang-orang yang saat ini berlomba-lomba memuja Gus Dur, kemudian mereka tidak bertaubat dari kesalahan-kesalahannya. Lihatlah apa yang nanti akan menimpa mereka! Mari kita sama-sama menyaksikan!

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wallahu Akbar, wallahu Akbar, wallahu Akbar walillahil hamdu.

Abu Muhammad Waskito.

(Dulu dibesarkan dalam kultur Nahdhiyin, di Malang )

( muslimdaily.net )




READ MORE - Benarkah Gus Dur Seorang Zionis ... ??!

Ancaman Soraya Abdullah

Ancaman Soraya Abdullah. Nama Soraya Abdullah jadi makin melejit seiring 'hilangnya' dia dari peredaran. Bukan hanya itu, namanya kian meroket setelah dihubung-hubungkan dengan jaringan teroris yang menghantui negara belakangan ini. Namun kini Soraya muncul lagi. Meski bukan langsung berhadapan dengan media, tapi ia menegaskan ada beberapa aturan dan batasan yang ingin diungkapkannya.

Dituturkan mantan model cantik ini, perginya ia dari kediamannya sendiri bukan tanpa alasan. Semua dilakukan atas kepentingan dua buah hatinya. Ia pun meminta maaf jika kepergiannya justru menimbulkan kontroversi dan berita yang tidak-tidak.

"Kami memohon maaf kepada seluruh rekan rekan wartawan media cetak dan elektronik, atas keterlambatan statement ini. Dikarenakan minimnya media informasi di lingkungan kami saat ini," katanya lewat pernyataan pers yang dikutip KapanLagi.com lewat http://sorayaabdullah.multiply.com/.

Demi perkembangan kebaikan anak-anak, lanjut Soraya, ia dan keluarga sepakat untuk menyingkirkan radio, televisi, dan lainnya. Ia hanya menyediakan CD player yang digunakan untuk syariah agama. "CD Player yang hanya kami gunakan untuk melantunkan ayat-ayat suci Al Quran. Kami sekedar mengkhawatirkan pula, fitnah ini juga mempengaruhi jiwa anak-anak kami," jelasnya.

Di samping itu, Soraya juga menegaskan kepada seluruh rekan media cetak maupun elektronik untuk tidak lagi menampilkan foto-foto dirinya dalam keadaan tidak berjilbab (bercadar). Ia mengancam akan mengambil langkah hukum jika larangan itu masih dilanggar.

"Di dunia kami akan menuntut secara hukum atas penampilan foto tanpa izin kami. Kami tekankan bahwa kami sudah berlepas dari dunia artis yang penuh fitnah dan malapetaka, kami bersyukur menggantinya dengan kehidupan Islam yang menyejukkan dan damai," tegasnya.

Hingga saat ini keberadaan Soraya dan keluarga masih belum jelas. Ia hanya mengungkapkan lewat pernyataannya jika saat ini keluarganya berada di suatu tempat yang lebih damai dan bisa beribadah dengan tenang [ kapanlagi.com ]



READ MORE - Ancaman Soraya Abdullah

Klarifikasi Soraya Abdullah Via Email

Klarifikasi Soraya Abdullah Via Email. Hilangnya Soraya Abdullah sejak insiden bom di dua hotel besar di Mega Kuningan beberapa waktu lalu sempat menghebohkan. Nama mantan bintang sinetron ini jadi dikait-kaitkan dengan aksi teroris yang belakangan terjadi di Indonesia. Dan kini Soraya muncul kembali. Melalui statement yang dirilis via internet, Soraya mengungkapkan jika hilangnya dia memang disengaja.

"Terkait dengan kepergian kami semenjak beberapa waktu silam. Kami informasikan bahwa kepergian kami sekedar untuk menunaikan kewajiban orang tua terhadap pendidikan anaknya untuk memilihkan yang terbaik," kata Soraya lewat pernyataannya di http://sorayaabdullah.multiply.com/.

Dikatakannya, atas dasar rasa cinta terhadap anak-anak terkait kesehatan pergaulan mereka, maka Soraya dan keluarga memutuskan untuk pindah sejak awal bulan Mei 2009 lalu. Semua itu sudah dikonsultasikan kepada keluarga semenjak satu tahun terakhir.

"Kekhawatiran kami terhadap pergaulan yang tidak sehat terhadap anak-anak kami, dan berbagai macam dampak mudharat (buruk) terhadap keduanya," ujar Soraya.

Selain itu, kepergiannya juga bukan sengaja tidak pamitan. Ia mengaku sudah berusaha menemui RT/RW setempat. Namun, karena keterbatasan waktu, jadinya ia tidak sempat izin dan langsung pergi begitu saja. "Berhubung kendala waktu (beliau hanya bisa ditemui pada malam hari saja, sedangkan kami -sebagai seorang muslimah yang berusaha menjaga kehormatan diri- hanya bisa keluar siang) akhirnya kami gagal menemuinya. Kemudian kami berpamitan kepada salah satu pengurus DKM (Dewan Kesejahteraan Masjid) setempat," jelasnya.

Di Jakarta pula, lanjut Soraya, ia dan keluarganya sudah merasa jenuh dan kurang berkonsentrasi ibadah. Ia takut jika terus-menerus demikian, ia dan keluarga tidak bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Yang Maha Kuasa. "Karena suatu saat nanti, kami akan dimintai pertanggungjawaban atas pendidikan buah hati kami di hadapan Allah kelak," urainya.

"Alhamdulillah, kini kondisi kami sekeluarga dalam keadaan tenang. Berkonsentrasi untuk mendidik buah hati kami dengan naungan Al Quran dalam setiap saat. Menjadikan ananda sebagai anak sholeh/sholeha yang terbebas dari lingkungan yang tidak Islami," sambung Soraya yang hingga saat ini masih belum diketahui di mana keberadaannya. [ kapanlagi ]



READ MORE - Klarifikasi Soraya Abdullah Via Email