Showing posts with label Julia Roberts. Show all posts
Showing posts with label Julia Roberts. Show all posts

Julia Roberts Kembali Dinobatkan Sebagai Wanita Tercantik Sejagat


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/04/29/1727175p.jpg


Julia Roberts Kembali Dinobatkan Sebagai Wanita Tercantik Sejagat. Julia Roberts kembali ditempatkan pada urutan teratas daftar wanita paling cantik di dunia versi majalah
People. Penobatan tersebut merupakan keduabelas kalinya bagi bintang film Pretty Woman ini muncul di edisi khusus tahunan majalah tersebut.

Roberts (42), ibu dari dua bocah kembar berusia 5 tahun dan seorang balita berumur 2 tahun, bergabung bersama Halle Berry, Angelina Jolie dan Jennifer Lopez dalam daftar perempuan tercantik 2010.

Sutradara Garry Marshall, yang mengarahkan Roberts ketika memerankan pelacur berhati mulia 20 tahun lalu dalam film Pretty Woman itu, mengatakan Julia tetap secantik seperti dulu.

"Dia kini jauh lebih matang, tenang dan tidak terlalu tegang. Dia benar-benar ibu yang amat melindungi," puji Marshall kepada People.

Roberts, yang memenangi Oscar pada 2001 dalam aktingnya yang memesona dalam Erin Brockovich, akan hadir kembali di layar lebar Agustus depan dalam film Eat, Pray, Love yang diangkat dari novel laris berjudul sama karangan Elizabeth Gilbert.

Sementara itu Ashley Greene (23) yang memerankan makhluk penghisap darah dalam film menghebohkan Twilight, menjadi salah seorang dari beberapa pendatang baru di daftar tahunan yang luas dibaca orang dan menjadi ukuran status selebritis dunia itu.

Greene bersama biduan remaja asal Kanada Justin Bieber dan runner-up "American Idol" 2009 Adam Lambert, menjadi tiga pria paling tampan di dunia, sedangkan trio selebritis bernama depan Jessica --aktris Jessica Biel dan Jessica Alba, serta penyanyi Jessica Simpson-- masuk bagian khusus "Jessica Jessica yang Cantik".

Ketika Julia Roberts tampil menjadi sampul edisi khusus majalah People ini, para pesohor lain gagal masuk peringkat tercantik atau tertampan, namun masuk kategori cantik atau tampan. Mereka di antaranya Jennifer Aniston, Rihanna, Taylor Swift, Beyonce, Bradley Cooper, Johnny Depp dan Patrick Dempsey.

Tahun lalu, majalah People menganugerahkan gelar perempuan tercantik dunia kepada aktris Christina Applegate, yang baru-baru ini mengumumkan ke publik bahwa tengah berjuang melawan kanker payudara dan menjalani operasi mastektomi ganda (pengangkatan payudara). ( kompas.com )




READ MORE - Julia Roberts Kembali Dinobatkan Sebagai Wanita Tercantik Sejagat

Dukun Julia Roberts

Dukun Julia Roberts. Tim penyeleksi dalam film "Eat, Pray, Love" atau EPL yang dibintangi Julia Roberts kesulitan mencari pemeran dukun dan guru spiritual bernama Ketut Liyer, karena banyaknya kriteria yang harus dipenuhi.

Informasi yang diperoleh ANTARA dari salah seorang kru pembuatan film EPL di Denpasar, Kamis, hingga hari ke-15 pengambilan gambar film itu, tidak satupun calon aktor yang mengikuti tes dianggap pas untuk menjadi pemeran Liyer.

Menurut kriteria yang ditetapkan tim penyeleksi, Liyer adalah lelaki yang menjadi dukun dengan perawakan kurus berusia 75 tahun, ompong di bagian depan, mengerti aspek spiritual, dan mampu bertutur kata secara fasih dalam Bahasa Inggris.

Liyer, warga Pengosekan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, menolak untuk ikut bermain dengan peran sebagai dirinya dalam "EPL", karena mengidap penyakit kencing batu sejak beberapa waktu lalu. Padahal, honor sebesar Rp200 juta telah disiapkan jika dia bersedia bermain dalam film tersebut.
  Film Julia Roberts Kesulitan Cari Pemeran Dukun


Kru yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan, naskah dan dialog "EPL" dibuat dalam Bahasa Inggris dan pemeran Liyer itu harus mampu menerjemahkan keinginan skenario dan sutradara EPL, Ryan Murphy. Dialog Liyer dan Roberts semuanya berlangsung dalam Bahasa Inggris.

Sejumlah audisi untuk mendapatkan sosok yang pas sebagai dukun itu sudah dilakukan di empat kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar. Bahkan tim juga melakukan penelusuran dengan memasuki sejumlah rumah penduduk dan panti jompo di Jakarta guna mendapatkan orang yang sesuai dengan keinginan.

Salah satu anggota tim penyeleksi yang juga enggan disebutkan namanya mengungkapkan, cukup banyak kesulitan untuk mencari sosok Liyer ini. Saat tim merasa sudah menemukan orang yang pas, ternyata yang bersangkutan tidak memiliki kecakapan dalam berbahasa Inggris.

Ia mengemukakan, banyak lelaki setempat yang berminat, bahkan sampai yang berusia di bawah 70 tahun mencoba untuk ikut audisi, namun ditolak tim penyeleksi lantaran dari segi usia sudah tidak memenuhi persyaratan.

Tim penyeleksi itu tak mau sembarangan, karena orang-orang yang terlibat sebagian besar telah memperoleh penghargaan tertinggi di bidang film. Jumlah para calon aktor yang mengikuti audisi dan bersedia untuk diambil foto serta "casting" tak kurang dari 10 orang.

Menurut dia, terdapat beberapa kesulitan yang dijumpai tim penyeleksi saat audisi untuk menemukan sosok Liyer. Misalnya mereka justru menunjukkan sifat kekanak-kanakan saat dilakukan uji peran.

Kesulitan lain yang terjadi adalah tiba-tiba calon aktor itu menolak untuk difoto, atau mereka menolak saat diminta untuk mengulang dialog yang dirasakan kurang pas.

Ada lagi kesulitan terkait gambaran fisik sosok Liyer itu. Ketika menemukan orang yang cakap dalam berbahasa Inggris, ternyata wajahnya sama sekali tak memiliki kemiripan dengan Liyer yang asli.

Pengamanan di lokasi pengambilan gambar film itu sangat ketat. Pihak-pihak yang terlibat pun semua enggan untuk berkomentar dan jika ada yang memberikan informasi, meminta supaya identitasnya tidak dipublikasikan. [ antara.com ]




READ MORE - Dukun Julia Roberts

Asyik... Libur... Sekolah Dipakai Syuting Julia Roberts

Asyik... Libur... Sekolah Dipakai Syuting Julia Roberts. Anggota DPRD Bali Wayan Disel Astawa menyayangkan syuting atau pengambilan gambar film "Eat, Pray, Love (EPL)" yang dibintangi Julia Roberts sampai harus meliburkan anak sekolah. "Saya sayangkan syuting film EPL yang berlokasi di Desa Pecatu dan Ungasan, Kabupaten Badung, sampai harus meliburkan anak-anak sekolah dasar, sehubungan kawasan itu dipakai aktivitas pengambilan gambar," kata Diesel Astawa, politisi asal Desa Ungasan, di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan, meliburkan anak-anak sekolah gara-gara ada pengambilan gambar film artis Hollywood Julia Robert, sangat bertentangan terhadap tuntutan wajib belajar. "Itu bertentangan, karena kegiatan tersebut dirasa tidak ada kaitannya dengan dunia pendidikan," ucapnya.

Syuting Film Julia Roberts Liburkan Anak Sekolah


Dikatakan, ketatnya pengawalan bintang film Julian Robert bukan alasan untuk meliburkan sekolah setempat. "Apa kontribusi yang didapat Desa Ungasan dengan adanya syuting itu?," katanya dengan nada mempertanyakan.

Disel Astawa yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Bali itu mengingatkan, aparat desa dan masyarakat harus juga memantau pengambilan gambar film tersebut, sehingga segala aktivitas yang mereka lakukan tidak sampai moncoreng citra Bali ke depannya. "Aparat desa dan tokoh masyarakat setempat harus memantau syuting Julia Roberts sebagai upaya mengantisipasi adegan-adegan yang tidak cocok untuk budaya Indonesia," ucapnya.

Disel Astawa setuju Bali dijadikan tempat syuting film, karena secara tidak langsung juga dipromosikan, terutama mengenai keindahan tempat wisata yang ada. "Saya setuju Bali dijadikan tempat syuting film, tapi berharap pihak produsen film harus mengerti dan memberikan kontribusi secara proposional ke desa setempat," ujarnya.

Film EPL menceritakan kisah nyata Elizabeth Gilberth dalam memoarnya. Lawan main Julia Roberts dalam film ini antara lain James Franco, Richard Jenkins, Bill Crudup, Viola Davis, dan Javier Bardem. Warga Bali yang ikut bermain adalah Ketut Liyer, seorang balian (dukun) di daerah Ubud, Gianyar. Syuting film itu di Pulau Dewata dijadwalkan selesai pertengahan Nopember mendatang. [ antara.com ]



READ MORE - Asyik... Libur... Sekolah Dipakai Syuting Julia Roberts

Julia Roberts dan Pawang Kera

Julia Roberts dan Pawang Kera. Sebanyak 18 pawang disiapkan untuk menjinakkan kera di "Monkey Forest", Ubud, Kabupaten Gianyar, agar kera-kera di daerah itu tidak mengganggu pengambilan gambar film "Eat, Pray, Love" yang dibintangi Julia Roberts.

"Jadwal pengambilan gambar film itu kami belum pasti, namun persiapan sudah dilakukan, seperti menyiapkan tenaga keamanan dan pawang kera agar pengambilan gambar bisa berjalan dengan aman," kata Bendesa Adat Padang Tegal, Ubud, Made Dana

Pawang Kera Dilibatkan dalam Syuting Film Julia Roberts


Ia dan produser film menjamin, saat pengambilan gambar berlangsung, tidak ada penutupan area wisata Monkey Forest.

"Namun, jika memang kondisinya tidak memungkinkan dibuka untuk umum, harus direlakan untuk ditutup sementara selama pelaksanaan pengambilan gambar," kata dia.

Untuk menghindari kekecewaan para wisatawan yang datang, katanya, maka pengelola Monkey Forest akan memberikan semacam pengumuman untuk dapat dimengerti semua pihak.

Pihak adat setempat pun sudah mempersiapkan untuk melaksanakan upacara kecil di Pura Dalem Agung di Padang Tegal agar semua pelaksaan pengambilan gambar film itu dapat berjalan lancar.

Julia Roberts berada di Bali selama satu bulan untuk pengambilan gambar film EPL sejak 15 Oktober lalu.

Beberapa lokasi yang digunakan untuk pengambilan gambar adalah, Ubud, Pantai Padang-padang, Pecatu, dan Ungasan di Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Selama pengambilan gambar film itu, lokasi syuting dijaga sangat ketat dimana wartawan dan masyarakat sulit mendekatiya, termasuk dalam meminta pernyataan dari kru film. Jika pun ada yang memberikan informasi, mereka meminta identitasnya dirahasiakan. [ republika.co.id ]




READ MORE - Julia Roberts dan Pawang Kera