Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Kisah Si Cantik Penyihir Dunia

Kisah Si Cantik Penyihir Dunia - Penyanyi Indonesia, Krisdayanti, di era 90-an pernah dijuluki Barbie Indonesia. Saat itu penampilan KD yang selalu berdandan dan tampil cantik dianggap mirip dengan boneka ini. Artis Tina Toon mengaku suka Barbie lantaran boneka itu memiliki aneka gaya dan profesi. "Bukan faktor cantiknya, melainkan beragam gaya dan karakter pekerjaan yang menginspirasi aku dan teman-teman di masa kecil," ujarnya.


http://image3.tempointeraktif.com/?id=83833&width=475

Nah, ternyata di bulan ini si cantik boneka Barbie genap berusia 53 tahun. Boleh dibilang Barbie termasuk salah satu mainan yang begitu populer hingga berusia lebih dari lima dasawarsa. Boneka yang diproduksi Mattel Inc, sebuah perusahaan mainan di Amerika Serikat, ini merupakan hasil kreasi Ruth Handler, pemilik perusahaan itu, yang dirilis pada 1959 dan menjadi boneka yang fenomenal. Di seluruh dunia angka penjualannya tidak pernah kurang dari 1 juta unit per bulan.

Kelahiran boneka Barbie berawal dari keprihatinan Ruth saat melihat anak perempuannya, Barbara, bermain boneka kertas dan memperlakukan boneka itu layaknya manusia dewasa. Di masa itu, 1950-an, mainan-mainan yang diproduksi di Amerika Serikat hanya ditujukan untuk bayi.

Karena merasa prihatin menyaksikan buah hatinya berinteraksi dengan boneka kertas, Ruth mendapat inspirasi dan menangkap peluang membuat mainan bagi anak-anak berusia di atas 5 tahun. Ketika itu Elliot Handler, suaminya, kurang antusias menanggapi ide Ruth.

Pada 1956, ketika Ruth dan keluarga berlibur ke Jerman, dia menemukan boneka mainan bernama Bild Lilli, boneka yang dibuat berdasarkan gambar kartun hasil kreasi Reinhard Beuthin, yang cukup populer di kalangan anak-anak. Pasangan suami-istri ini pun lalu kompak membuat boneka sejenis yang diproduksi di negara mereka.

Bersama Jack Ryan, desainer Mattel, Ruth dan Elliot mendesain ulang boneka Bild Lilli menjadi boneka cantik bernama Barbie. Boneka ini pertama kali tampil di American International Toy Fair, New York, pada 9 Maret, yang kemudian resmi menjadi tanggal ulang tahun Barbie. Boneka yang dirancang menyerupai sosok perempuan dewasa setinggi 11 inci dengan rambut panjang tergerai berwarna pirang ini mendapat respons bagus. Bahkan ada permintaan untuk membuat boneka laki-laki sebagai pacar Barbie. Akhirnya, tercipta boneka laki-laki pertama bernama Ken Carson.

Selain disukai karena mampu menyihir dan menghipnotis anak-anak perempuan, sosok Barbie beberapa kali menuai kontroversi. Dari sisi positif, boneka ini dianggap memberikan alternatif peran gender dengan memunculkan berbagai jenis pekerjaan. Tak mengherankan jika banyak anak kecil yang bermimpi memiliki pekerjaan seperti Barbie. Namun, di sisi lain, boneka itu dianggap sosok yang tidak baik untuk ditiru.

Sejak 1960-an, postur tubuh Barbie yang ramping dengan dada penuh dan membusung sering menuai kritik. Ukuran tubuhnya yang terlalu kurus dengan ukuran yang tidak proporsional justru mengakibatkan penderita penyakit anoreksia pada masa itu meningkat tajam. Seorang fotografer bernama Mariel Clayton dengan sengaja mengambil gambar Barbie dengan pose yang menyeramkan. Clayton mengambil foto Barbie saat membunuh dan memutilasi korbannya. Hal tersebut sengaja ia lakukan karena tidak menyukai sosok Barbie.

Mattel Inc juga menuai protes dari kelompok pencinta alam di Los Angeles karena dianggap merusak hutan Indonesia. Ralf Skar, juru kampanye kelompok ini, membeberkan bahwa bahan kemasan boneka Barbie berasal dari kayu pepohonan di hutan Indonesia. "Mereka ditipu demi keuntungan. Indonesia kini menjadi negara dengan kerusakan hutan tercepat di dunia," kata Ralf.

Para aktivis perempuan dunia juga sering mengecam kecantikan Barbie yang dianggap diskriminatif, seolah memberi pandangan bahwa perempuan haruslah cantik dan menarik seperti boneka ini. Lalu pada 1985, Mattel menarik produk Barbie Heart Family Midge, yaitu boneka yang perutnya bisa dibuka dan di dalamnya ada bayi yang siap lahir. Koleksi ini bertujuan menjelaskan proses persalinan bayi sebagai alat edukasi untuk anak-anak. Namun produk itu ditentang para orang tua.

Kemudian pada Oktober 1992 kembali terjadi penarikan produk Teen Talk Barbie. Produk ini mampu mengucapkan beberapa kata, di antaranya "Math class is tough!", yang mendapat kecaman dari American Association of University Women karena dianggap mendorong kaum wanita muda memusuhi pelajaran matematika.

Selanjutnya Oreo Fun Barbie ditarik peredarannya pada 1997 karena Barbie berkulit hitam dan putih tersebut mendapat kecaman dari komunitas Afro-Amerika, yang menganggap makna hitam di luar dan putih di dalam sebagai penghinaan bagi kaum tersebut. Toh, kendati dihadang oleh berbagai protes dan pihak-pihak yang kontra, produksi boneka ini tetap tinggi karena terus dicari dan dicintai di seluruh dunia.

Dari industri mode boneka ini menginspirasi kalangan selebritas dunia. Seperti penyanyi Britney Spears dan Jason Trawick, yang akan menikah tahun ini dengan perencanaan pesta ala Barbie. "Britney sangat memimpikan pernikahan ala dongeng boneka kesayangannya sejak kecil," kata Jason.

Beberapa artis lain seperti Lady Gaga, Nicki Minaj, Katy Perry, dan Katrina Kaif tercatat pernah dibuatkan sosok dengan gaya khas mereka dalam bentuk Barbie. Pada April mendatang, untuk memperingati setahun pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton, boneka Barbie dalam wujud pasangan Pangeran dan Putri Inggris itu akan dibuat.

Busana yang dikenakan Barbie Kate sama dengan busana pernikahannya, yang dirancang oleh Alexander McQueen, lengkap dengan mahkota dan anting-anting berlian di telinga Kate. Adapun Barbie Pangeran William mengenakan baju militer merah. Pose boneka Barbie ini pun mirip dengan pose ketika Pangeran William hendak mengecup bibir Kate di atas balkon istana. Barbie, I love U. ( tempo.com )


READ MORE - Kisah Si Cantik Penyihir Dunia

Inilah Harga Cokelat Orang - Orang Kaya!

Inilah Harga Cokelat Orang - Orang Kaya! - Cokelat adalah salah satu jenis kuliner yang banyak disukai umat manusia di seluruh belahan bumi. Bahkan hari Valentine pun selalu identik dengan cokelat sebagai hadiah untuk orang tercinta.

Namun rasanya cokelat berikut ini tak semua orang bakal mampu membelinya. Meskipun Anda mampu, pasti berpikir berulang kali untuk membeli cokelat ini. Agar tidak penasaran, yuk kita lihat lima cokelat termahal di dunia:


http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/M0dYujpgWipgytrOwLBQug--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zNzA7cT04NTt3PTM3MA--/http://media.zenfs.com/id-ID/News/ghiboo.com/godiva-chocolate-4f31e57d61630.jpg


Chocopolagie


Cokelat ini diciptakan oleh Fritz Knipschildt, seorang juru masak yang belajar kuliner di Denmark. Harganya US$ 2.600 (sekitar Rp 26 juta) per 450 gram dan bisa ditemukan di Norwalk, Connecticut. Cokelat ini dihargai US$ 250 (sekitar Rp 2,5 juta) per buah untuk dark chocolate truffle. Truffle terdiri dari 70 persen Valhrona kakao yang dicampur dengan Ganache lembut dan minyak truffle buatan tangan.

Noka

Diciptakan Noka Vintages Collection. Noka merupakan kompilasi terbaik cokelat hitam dari perkebunan khusus di Venezuela, Pantai Gading, Trinidad dan Ekuador. Noka cokelat adalah cokelat dengan harga termahal kedua di dunia. Cokelat ini terbuat dari 75 persen kakao murni dengan campuran lain seperti mentega dan gula kakao. Harganya US$ 854 (sekitar Rp 8,5 juta) per 450 gram dan ini hanya ada di Dallas, Texas.

Delafee

Penciptanya adalah Delfee. Coklat ini sangat mewah karena dibuat dari emas 24 karat berbentuk serpihan untuk setiap cokelat yang dibuat dengan tangan. Cokelat Delafee terbuat dari gula, minyak kelapa, mentega kakao, susu bubuk dan vanili. Harganya US$ 504 (sekitar Rp 5 juta) per 450 gram dan ada di Neuchatel, Swiss.

Richart

Coklat ini diciptakan Richart. Meski hanya urutan keempat, coklat ini keunggulannya terdiri dari 70 persen Criollo kakao Venezuela, yang diakui sebagai negara penghasil cokelat dengan kualitas terbaik di dunia. Kakao dalam cokelat Richart adalah bubuk kakao halus untuk menghasilkan rasa terbaik. Harganya US$ 120 (sekitar 1,2 juta) per gram, ada di Lyon, Perancis.

Godiva

Diciptakan Godiva "G" Collection. Godiva berasal dari salah satu negeri yang terkenal dengan produk cokelat yakni Belgia. Produsen cokelat chocolatier Godiva memperkenalkan koleksi cokelat terbarunya, 'G'. Seluruh koleksi 'G' terdiri dari berbagai bahan dan rasa seperti palet d'Or, Tasmanian Honey dan Meksiko Hot Chocolate. Harganya US$ 117 per pon, ada di New York City, New York.

Ehm, melihat harganya, pastinya cokelat-cokelat ini sangat lezat dan nikmat! ( ghiboo.com )


READ MORE - Inilah Harga Cokelat Orang - Orang Kaya!

Eka Tjipta Widjaya, KayaRaya Walau Hanya Tamatan SD

Eka Tjipta Widjaya, KayaRaya Walau Hanya Tamatan SD - Eka Tjipta Widjaya, pendiri Sinar Mas Grup, masuk 3 besar orang terkaya Indonesia versi majalah Globe Asia. Kabarnya, total kekayaannya ± USD 3,8 milyar. Tapi siapa sangka, dia hanya lulusan SD.

Nama asli Eka Tjipta Widjaya adalah Oei Ek Tjhong. Dia lahir 3 Oktober 1923. Saat kecil, keluarganya hidup dalam kemiskinan. Bersama ibunya, ia pindah ke Makassar pada tahun 1932, ketika usianya 9 tahun.


Tiba di Makassar, Eka kecil – masih dengan nama Oei Ek Tjhong – segera membantu ayahnya yang sudah lebih dulu tiba dan mempunyai toko kecil. Tujuannya jelas, segera mendapatkan 150 dollar, guna dibayarkan kepada rentenir. Dua tahun kemudian, utang terbayar, toko ayahnya maju. Eka pun minta sekolah. Tapi Eka menolak duduk di kelas satu.


Tamat SD, ia tak bisa melanjutkan sekolahnya karena masalah ekonomi. Ia pun mulai jualan. Ia keliling kota Makassar, menjajakan biskuit dan kembang gula. Hanya dua bulan, ia sudah mengail laba Rp. 20, jumlah yang besar masa itu. Harga beras ketika itu masih 3-4 sen per kilogram. Melihat usahanya berkembang, Eka membeli becak untuk memuat barangnya.


Namun ketika usahanya tumbuh subur, datang Jepang menyerbu Indonesia, termasuk ke Makassar, sehingga usahanya hancur total. Ia menganggur total, tak ada barang impor/ekspor yang bisa dijual. Total laba Rp. 2000 yang ia kumpulkan susah payah selama beberapa tahun, habis dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari.


Di tengah harapan yang nyaris putus, Eka mengayuh sepeda bututnya dan keliling Makassar. Sampailah ia ke Paotere (pinggiran Makassar, kini salah satu pangkalan perahu terbesar di luar Jawa). Di situ ia melihat betapa ratusan tentara Jepang sedang mengawasi ratusan tawanan pasukan Belanda.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxHKvex5ObI9IJhFBSf-55XHvX-HzCN4YODM-XlEtAXGyT4ky0jby8Pd414g9Q-m4BMbaPaKWFXptqYXqvylfTXDMjMO23p-Rz5yv-HKtzvO6cWsN9dlm4Air6E6GcNSL2ygvLuhd9gZg/s1600/eka.jpeg
Eka Tjipta Widjaya


Tapi bukan tentara Jepang dan Belanda itu yang menarik Eka, melainkan tumpukan terigu, semen, gula, yang masih dalam keadaan baik. Otak bisnis Eka segera berputar. Secepatnya ia kembali ke rumah dan mengadakan persiapan untuk membuka tenda di dekat lokasi itu. Ia merencanakan menjual makanan dan minuman kepada tentara Jepang yang ada di lapangan kerja itu.

Keesokan harinya, masih pukul empat subuh, Eka sudah di Paotere. Ia membawa serta kopi, gula, kaleng bekas minyak tanah yang diisi air, oven kecil berisi arang untuk membuat air panas, cangkir, sendok dan sebagainya. Semula alat itu ia pinjam dari ibunya. Enam ekor ayam ayahnya ikut ia pinjam. Ayam itu dipotong dan dibikin ayam putih gosok garam. Dia juga pinjam satu botol wiskey, satu botol brandy dan satu botol anggur dari teman-temannya.


Jam tujuh pagi ia sudah siap jualan. Benar saja, pukul tujuh, 30 orang Jepang dan tawanan Belanda mulai datang bekerja. Tapi sampai pukul sembilan pagi, tidak ada pengunjung. Eka memutuskan mendekati bos pasukan Jepang. Eka mentraktir si Jepang makan minum di tenda.


Setelah mencicipi seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan bawang putih, minum dua teguk whisky gratis, si Jepang bilang joto. Setelah itu, semua anak buahnya dan tawanan diperbolehkan makan minum di tenda Eka. Tentu saja ia minta izin mengangkat semua barang yang sudah dibuang.


Segera Eka mengerahkan anak-anak sekampung mengangkat barang-barang itu dan membayar mereka 5 – 10 sen. Semua barang diangkat ke rumah dengan becak. Rumah berikut halaman Eka, dan setengah halaman tetangga penuh terisi segala macam barang.


Ia pun bekerja keras memilih apa yang dapat dipakai dan dijual. Terigu misalnya, yang masih baik dipisahkan. Yang sudah keras ditumbuk kembali dan dirawat sampai dapat dipakai lagi. Ia pun belajar bagaimana menjahit karung.


Karena waktu itu keadaan perang, maka suplai bahan bangunan dan barang keperluan sangat kurang. Itu sebabnya semen, terigu, arak Cina dan barang lainnya yang ia peroleh dari puing-puing itu menjadi sangat berharga. Ia mulai menjual terigu.


Semula hanya Rp. 50 per karung, lalu ia menaikkan menjadi Rp. 60, dan akhirnya Rp. 150. Untuk semen, ia mulai jual Rp. 20 per karung, kemudian Rp. 40.


Kala itu ada kontraktor hendak membeli semennya, untuk membuat kuburan orang kaya. Tentu Eka menolak, sebab menurut dia ngapain jual semen ke kontraktor? Maka Eka pun kemudian menjadi kontraktor pembuat kuburan orang kaya.


Ia bayar tukang Rp. 15 per hari ditambah 20 persen saham kosong untuk mengadakan kontrak pembuatan enam kuburan mewah. Ia mulai dengan Rp. 3.500 per kuburan, dan yang terakhir membayar Rp. 6.000. Setelah semen dan besi beton habis, ia berhenti sebagai kontraktor kuburan.


Demikianlah Eka, berhenti sebagai kontraktor kuburan, ia berdagang kopra, dan berlayar berhari-hari ke Selayar (Selatan Sulsel) dan ke sentra-sentra kopra lainnya untuk memperoleh kopra murah.


Eka mereguk laba besar, tetapi mendadak ia nyaris bangkrut karena Jepang mengeluarkan peraturan bahwa jual beli minyak kelapa dikuasai Mitsubishi yang memberi Rp. 1,80 per kaleng. Padahal di pasaran harga per kaleng Rp. 6. Eka rugi besar.


Ia mencari peluang lain. Berdagang gula, lalu teng-teng (makanan khas Makassar dari gula merah dan kacang tanah), wijen, kembang gula. Tapi ketika mulai berkibar, harga gula jatuh, ia rugi besar, modalnya habis lagi, bahkan berutang. Eka harus menjual mobil jip, dua sedan serta menjual perhiasan keluarga termasuk cincin kawin untuk menutup utang dagang.


Tapi Eka berusaha lagi. Dari usaha leveransir dan aneka kebutuhan lainnya. Usahanya juga masih jatuh bangun. Misalnya, ketika sudah berkibar tahun 1950-an, ada Permesta, dan barang dagangannya, terutama kopra habis dijarah oknum-oknum Permesta. Modal dia habis lagi. Namun Eka bangkit lagi, dan berdagang lagi.


Usahanya baru benar-benar melesat dan tak jatuh-jatuh setelah Orde Baru, era yang menurut Eka, “memberi kesejukkan era usaha”. Pria bertangan dingin ini mampu membenahi aneka usaha yang tadinya “tak ada apa-apanya” menjadi “ada apa-apanya”. Tjiwi Kimia, yang dibangun 1976, dan berproduksi 10.000 ton kertas (1978) dipacu menjadi 600.000 ton sekarang ini.


Tahun 1980-1981 ia membeli perkebunan kelapa sawit seluas 10 ribu hektar di Riau, mesin serta pabrik berkapasitas 60 ribu ton. Perkebunan dan pabrik teh seluas 1.000 hektar berkapasitas 20 ribu ton dibelinya pula.


Tahun 1982, ia membeli Bank Internasional Indonesia. Awalnya BII hanya dua cabang dengan aset Rp. 13 milyar. Setelah dipegang dua belas tahun, BII kini memiliki 40 cabang dan cabang pembantu, dengan aset Rp. 9,2 trilyun. PT Indah Kiat juga dibeli. Produksi awal (1984) hanya 50.000 ton per tahun.


Sepuluh tahun kemudian produksi Indah Kiat menjadi 700.000 ton pulp per tahun, dan 650.000 ton kertas per tahun. Tak sampai di bisnis perbankan, kertas, minyak, Eka juga merancah bisnis real estate. Ia bangun ITC Mangga Dua, ruko, apartemen lengkap dengan pusat perdagangan. Di Roxy ia bangun apartemen Green View, di Kuningan ada Ambassador.


“Saya Sungguh menyadari, saya bisa seperti sekarang karena Tuhan Maha Baik. Saya sangat percaya Tuhan, dan selalu ingin menjadi hamba Nya yang baik,” katanya mengomentari semua suksesnya kini. “Kecuali itu, hematlah,” tambahnya.


Ia menyarankan, kalau hendak menjadi pengusaha besar, belajarlah mengendalikan uang. Jangan laba hanya Rp. 100, belanjanya Rp. 90. Dan kalau untung Cuma Rp. 200, jangan coba-coba belanja Rp. 210,” Waahhh, itu cilaka betul,” katanya.


Setelah 58 tahun berbisnis dan bergelar konglomerat, Eka mengatakan, dia pribadi sebenarnya sangat miskin. “Tiap memikirkan utang berikut bunganya yang demikian besar, saya tak berani menggunakan uang sembarangan. Ingin rehat susah, sebab waktu terkuras untuk bisnis. Terasa benar tak ada waktu menggunakan uang pribadi,” Eka mengeluh. Hendak makan makanan enak, lanjutya, sulit benar karena makanan enak rata-rata berkolesterol tinggi.


Inilah ironi, kata Eka. Dulu ia susah makan makanan enak karena miskin. Kini ketika sudah “konglomerat” (dengan 70 ribu karyawan dan hampir 200 perusahaan), Eka tetap susah makan enak, karena takut kolestrol. Usia ayah delapan anak kelahiran 3 Oktober 1923 ini sudah hampir 73 tahun. Usia yang menuntutnya menjaga kesehatan secara ketat dan prima.


Kini ketika sudah “konglomerat” (dengan 70 ribu karyawan dan hampir 200 perusahaan), Eka tetap susah makan enak, karena takut kolestrol. Usia ayah delapan anak kelahiran 3 Oktober 1923 ini sudah hampir 73 tahun. Usia yang menuntutnya menjaga kesehatan secara ketat dan prima. ( viavnews.com )



READ MORE - Eka Tjipta Widjaya, KayaRaya Walau Hanya Tamatan SD