Kisah Paige Ashley, Sang Pelacur Terkaya Di Dunia

Kisah Paige Ashley, Sang Pelacur Terkaya Di Dunia - Paige Ashley tak malu mengakui bahwa dirinya pelacur atau wanita penghibur kelas atas. Selama enam tahun ia menggeluti profesinya itu dan ia mempunyai uang di bank sebesar 300.000 poundsterling (Rp 4,2 M kurs Rp 14.000). Paige pun menobatkan dirinya sebagai pelacur terkaya di dunia.

Orangtua Paige Ashley adalah pemilik peternakan yang kaya dan ia menikmati kehidupan yang menyenangkan di masa kanak-kanak. Ia sekolah di sekolah terkenal di Weybridge, Surrey, dan ia mendapat empat level A-termasuk tiga grade A.

Langkah berikutnya ialah masuk College untuk menjadi pengacara, tetapi ibu dan ayahnya mengatakan bahwa ia harus belajar hidup mandiri.

“Mereka mengatakan tidak ada biaya untuk masuk universitas, maka saya berpikir mencari uang sendiri. Masalahnya saya punya pendidikan yang baik dan tidak ingin turun derajat pada kekumuhan menyendokkan mi ke mulut dan minum sari apel,” katanya.

Kemudian seorang teman mengaku bahwa ia bergabung dengan sebuah agensi lady escort (wanita pendamping) di London. Paige kemudian ikut. Tapi kemudian terbukti hal itu jauh dari kemewahan.

Klien pertama yang ia dapat adalah seorang pengacara gendut di Travelodge. “Saya ingat saya telentang sementara dan dia ngorok di atas saya. Tidak nyaman, apalagi mulutnya bau, sangat menyebalkan. Tetapi setidaknya saya dapat uang,” akunya.


http://www.lensaindonesia.com/uploads/11/05/page.jpg

Yang lebih menyebalkan, kata Paige, ada klien yang menginginkan dirinya berpura-pura bahwa dia bayi dan Paige pun harus memberi minum padanya dengan botol. Sementara klien yang lain memaksa masuk ke pakaian Paige sebelum seks. Bahkan Paige mengaku pernah menerima tamu di hotel yang penuh kecoak.

Selama bekerja dua bulan itu, Paige mengaku telah mendapat bayaran 2000 poundsterling (Rp 28 juta) dan ia gunakan uang tersebut untuk mendaftar ke universitas.

“Saya pakai uang itu untuk kuliah,” katanya.

Suka Melacur karena Dimanjakan

Tak lama berselang, rupanya ada agensi lain yang tertarik dengan penampilan Paige. Agensi tersebut melihat foto Paige dan langsung tertarik. Tak hanya itu, agensi tersebut langsung menawari Paige untuk menjadi modelnya.

“lady escort, seperti itulah yang mereka tawarkan pada saya. Tapi saya tahu, pekerjaan yang mereka tawarkan tak hanya berkutat sebagai pendamping saja, tapi juga mendampingi dalam berbagai hal, seperti urusan ranjang,” kata Paige saat ditawari oleh agensi tersebut.

Karena pekerjaan itu sudah pernah dilakoni, maka tidak sulit bagi Paige untuk melakukannya lagi. Apalagi agensi tersebut menawari gaji yang lebih tinggi dibanding agensi sebelumnya.

Kendati demikian, sebelum masuk agensi tersebut, Paige harus melewati segala tes, termasuk tes dalam hal berpenampilan. Menurut Paige, agensi yang dia ikuti itu sangat profesional dan benar-benar menjaga mutu dan kualitas.

“Mereka ingin tahu apakah saya bisa berbicara sopan dan dapat bergaul,” kata Paige.

Dan perempuan itu menjawab: iya.

Tapi berikutnya, tes yang lebih gila lagi adalah Paige disuruh membuka bajunya. Para agensi ingin melihat kemolekan tubuh Paige, apakah benar-benar cocok dan sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan atau tidak.

“Mereka menyuruh saya telanjang, ya saya mau. Tapi untuk telanjang itu, saya memberikan penawaran. Begini, saya akan telanjang di depan kalian asal kalian memberi saya uang, baik apakah nanti saya diterima atau tidak,” ujar Paige yang memang dikenal matrialis.

Begitu Paige membuka baju, walah, para agensi tanpa banyak tanya langsung menerima Paige. “Mereka langsung bertanya apakah saya mau bergabung, dan memberitahu bahwa saya bisa berpenghasilan 5000-10000 poundsterling,” kata Paige.

Awalnya Paige agak ragu menerima bayaran tersebut. Sebab dia mengira bayaran itu hanya untuk satu bulan saja, dan kalau memang itu yang terjadi, dia tetap memilih agensinya yang lama. Sebab perbandingannya tidak terlalu jauh. Kalau di agensi lama dalam sebulan dia bisa mendapatkan 1000 pounsterling.

“Saya pikir penghasilan itu untuk sebulan, tetapi mereka bahwa bayaran itu untuk per booking dan saya dapat pergi ke penjuru dunia. Tanpa banyak tanya, saya pun langsung menyanggupi tawaran mereka..”

Job pertamanya bersama agensi barunya ialah menemui pebisnis Amerika. Mereka makan malam di restoran Michlein, di Mayfair London, kemudian pergi ke hotel. Sang klien memberi Paige 5000 poundsterling semalam. “Persis seperti yang diungkapkan agensi, bahkan kadang saya bisa mendapatkan lebih dari itu,” ujarnya.

Paige juga mengaku selama melayani tamu-tamunya–rata-rata adalah kalangan pebisnis, pengusaha dan politisi–Paige mengaku sering dibelikan pakaian.

“Saya sering dibelikan pakaian. Setiap kali dengan klien, saya selalu begitu. Saya disuruh pakai warna hitam, ya saya beli. Tapi kemudian saya menyerahkan kuitansinya dan mereka akan membayarnya. Penghasilan ini jauh lebih besar dari pekerjaanku sebelumnya. Dan tentunya, ending dari pekerjaan itu adalah berakhir di ranjang,” jawab Paige.

Rata-rata klien Paige adalah seorang yang memang membutuhkan perhatian dalam hal bercinta. Mereka terkadang ingin merasakan hal-hal romantis dalam hidupnya dimana sudah tidak pernah didapatnya lagi setelah menikah.

“Semua klien saya sudah menikah. Mereka mengajak minum anggur dan makan malam bersama. Jika istrinya tahu, maka dia akan sangat terpukul.”

Hal-hal romantis yang pernah dialami Paige adalah, mereka sering memberinya bunga. “Mereka pura-pura mengenal saya dan kami berbincang, makan dan minum anggur. Cuma itu saja. Setelah itu kami balik ke hotel dan minum sampanye sebelum meminta saya menanggalkan pakaian.”

Paige benar-benar menikmati semua pengalamannya. Sebab dia mengaku tidak pernah dimanjakan sebelumnya. Atas hasil jerih payahnya itu, Paige kini memiliki rumah mewah di London Utara, mobil sport dan beberapa kali operasi plastik. Walaupun dia mendapatkan banyak uang dari melacur, ia mengatakan, ”Saya tidak akan mengatakan bahwa saya bahagia.”

Tiga tahun kemudian, Paige ingin memberitahu ke orang tuanya tentang pekerjaannya. "Saya menyangka mereka akan kaget. Tapi anehnya, mereka bersikap biasa saja. Malah ibu saya bilang begini: Apakah mereka menggunakan kondom?”

Dan Paige pun menjawab, “Tentu saja mereka pakai. Ibu sedikit tergunjang, begitu juga dengan ayah,” katanya.

Sejak itu Paige merasa lebih baik dengan apa yang menjadi pilihan hidupnya. Paige juga mengatakan, selama menjadi pelacur, dia tidur dengan 500 orang lebih. “Saya sering bepergian ke luar negeri dan mengumpulkan banyak uang. Meski begitu, saya tidak percaya dengan laki-laki. Karena kebanyakan dari mereka semaunya sendiri,” ujar Paige. ( lensaindonesia.com )




Mungkin Artikel Berikut Juga Anda Butuhkan...!!!



No comments:

Post a Comment