Showing posts with label Polisi. Show all posts
Showing posts with label Polisi. Show all posts

Inilah Wajah Politisi Prancis Yang Terkenal Karena Oral Seks

Inilah Wajah Politisi Prancis Yang Terkenal Karena Oral Seks - Seorang politisi wanita asal Prancis mendadak terkenal di internet setelah lidahnya kepleset mengucapkan kata inflasi sebagai seks oral selama wawancara di TV.


http://web.orange.co.uk/images/ice/quirkies/rachida_dati_pa.jpg


Rachida Dati, mantan Menteri Kehakiman Prancis menuturkan bahwa lidahnya kepleset karena ia mencoba berbicara terlalu cepat, demikian lansir Orange.co.uk (27/9).


"Saya cuma bicara terlalu cepat, namun bila insiden itu dapat membuat semua orang tertawa, ya tidak apa-apa," ujarnya dalam kesempatan klarifikasi di radio.


Kejanggalan yang dilakukan Miss Dati itu terlihat saat ia 'diserang' dalam sebuah wawancara mengenai dana investasi asing di stasiun TV Canal Plus.


Berikut adalah kutipan wawancara dimana sang politikus sempat 'kepeleset': "When I see some of them looking for returns of 20 or 25 per cent, at a time when fellatio is close to zero, and in particular in a slump, that means we are destroying businesses," ujarnya.


Situs internet Perancis, Lepost.fr memasang potongan klip tersebut dan menuturkan bahwa cuplikan percakapan itu sudah disaksikan lebih dari 120,000 kali.


Selain di situs tersebut, ternyata potongan klip memalukan ini juga sudah dipasang di berbagai situs video sharing seperti YouTube dan Daily Motion.


Kata 'fellatio' jika diucapkan dalam bahasa Perancis adalah "fellation", dari segi pengucapan memang terdengar mirip sekali dengan kata 'inflation' yang artinya "inflasi".


Dati kini menjadi anggota parlemen Eropa dan walikota dari arondisemen Paris ke 7.


Ia terpaksa lengser dari jabatannya di pemerintahan Perancis tahun lalu setelah menuai kritik habis-habisan akibat kegemarannya akan gaun dari perancang ternama dan kemunculannya di halaman depan majalah selebriti. ( astaga.com )



READ MORE - Inilah Wajah Politisi Prancis Yang Terkenal Karena Oral Seks

Inilah Ular Piton Sepanjang 7 Meter Yang Menyusup Ke Selangkang Ilyas Saleh

Inilah Ular Piton Sepanjang 7 Meter Yang Menyusup Ke Selangkang Ilyas Saleh. Warga Gampong Mesjid Teupin Punti, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, dihebohkan penemuan ular piton sepanjang 7 meter dengan bobot sekitar 75 kg.

Ular tersebut sempat masuk selangkangan paha Ilyas Saleh (40), warga setempat, ketika dia bersama warga lainnya sedang membersihkan rawa-rawa untuk pembangunan ruko.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/02/04/1204547p.jpg


Ilyas Saleh kepada Prohaba menceritakan, sekitar pukul 11.00 WIB, ketika sedang membersihkan rawa-rawa untuk pembangunan ruko di kawasan Gampong Mesjid, pinggiran jalan nasional Medan-Banda Aceh, tiba-tiba dia merasakan ada benda licin di selangkangannya.

Ketika dilihat, ternyata seekor ular piton. Dalam keadaan kaget bercampur geli, dengan sigap dia ayunkan parang ke tubuh binatang melata tersebut sebanyak enam kali. Akhirnya ular itu dapat dilumpuhkan.

"Kaki saya sempat dililit ular itu. Ngeri sekali," ujar Ilyas. Ular piton itu menjadi tontonan masyarakat, termasuk masyarakat yang sedang melintas di jalan Medan-Banda Aceh. ( kompas.com )



READ MORE - Inilah Ular Piton Sepanjang 7 Meter Yang Menyusup Ke Selangkang Ilyas Saleh

Ujian Untuk Kebohongan

Ujian Untuk Kebohongan. Besok tanggal sembilan bulan April tahun dua ribu sembilan adalah tanggal yang sangat mendebarkan bagi para pembohong dan kelompok-kepompok perampok yang selama ini telah melakukan penghancuran dan pengkhiatan secara sistematis terhadap bagsa dan negara republik Indonesia tercinta ini.

Lima tahun yang lalu kelopok-kelopok yang menamakan diri mereka sebagai partai politik dan calon anggota legislatif yang seharusnya bertugas mengawasi jalannya roda pemerintahan, pembuat dan penyusun aturan dalam bentuk undang-undang, berjanji untuk membebaskan negara ini dari segala praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN ) dan akan membabat habis koruptor-koruptor yang telah menghisap darah rakyat sampai ketulang-tulangnya. Dalam prakteknya, selama lima tahun ini kita telah disuguhi dengan sandiwara yang sangat mengecewakan dan menjijikkan.

Koruptor-koruptor itu sebagian besar atau yang berhasil dengan gemilang meraih predikat koruptor-koruptor terbesar justru berasal dari partai-partai politik yang bersarang di Dewan Perakilan Rakyat ( DPR ). Sebagain dari maling dan perampok uang rakyat itu memang sudah ada yang tertangkap dan dan dipenjarakan untuk sementara waktu sebelum setiap tahun dan setiap hari besar mendapat remisi atau pengurangan hukuman karena berkelakuan baik ( maling yang mendadak menjadi dermawan dari uang rampokan ). Sebagai rakyat awam, sangat perlu mencermati dan mengkritisi strategi politik anggota gang perampok berbasis partai politik ini dengan hati-hati.

Sebagai contoh. Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) yang merangkap sebagai perampok, tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sedang melakukan transaksi korupsi miliyaran rupiah pada suatu proyek pemerintah. Selanjutnya sang anggota geng Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat tersebut dipenjarakan setelah melewati proses hukum di pengadilan yang adil. Persoalan selesai

Ya… Persoalan selesai. Kelihatannya. Tapi selanjutnya timbul satu pertanyaan yang menggelirik logika kita sebagai korban perampokan itu. “ Apapkah mungkin hanya seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat saja bisa memutuskan pemenang tender proyek itu ?. “, “ Apakah mungkin hanya seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat saja yang mendapat jatah miliyaran rupiah dari pengusaha yang curang itu. ?.”, “ Apakah mungkin tidak ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang lain yang mengetahui proses perampokan itu. ?.” , “ Mengapa hanya satu orang saja yang diadili dan dipenjarakan. ? ( seharusnya dihukum mati karena telah mengotori dan melakukan tidakan suversif terhadap bangsa dan negara yang sedang giat melakukan perang terhadap korupsi ).

Serentetan pertanyaan tersebut dan mungkin ribuan pertanyaan lainnya yang muncul dalam benak setiap anak bangsa yang bernama Indonesia ini tidak akan pernah terjawab, karena para perampok yang tergabung dalam paguyuban yang bernama Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) atau perampok yang bergabung dalam sindikat partai politik yang besok tanggal sembilan bulan April tahun dua ribu sembilan akan kita pilih itu sesama mereka sepertinya sudah mempunyai kesepakatan tidak tertulis yaitau, “ apabila bila kau tertangkap matilah kau, jangan bawa-bawa kami, tapi apabila berhasil kau akan mendapat dukungan dari kami “.

Rangkaian kalimat di atas hanya merupakan satu sketsa singkat dari ribuan kisah yang sangat menjijikkan yang terjadi pada lembaga Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) yang seharusnya terhormat dan diisi oleh orang-orang terhormat dan mempunyai kehormatan.

Besok tanggal 09 April 2009 adalah pelaksanaan pemilu yang membutuhkan partisipasi dari seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan suaranya. Satu suara yang anda berikan akan sangat menentukan kelanjutan kehidupan berbangsa di negara republik Indonesia yang tercinta ini. “ Apakah anda akan tetap memilih perampok-perampok senior yang sudah berpengalaman menghindar dari jeratan hukum atau anda akan memilih perampok-perampok pemula yang sekarang masih manis dan lucu-lucu ?. “. Semua terserah anda. Semua tergantung kemana suara anda akan diarahkan karena mungkin saja anda bagian dari mereka. [ Bangsa-Bangsa Predator ]

Baca juga yang ini :




READ MORE - Ujian Untuk Kebohongan

Air Bekas Cucian Kaki Sang Ketua Partai

Negarawan yang baik seharusnya mencegah hal yang tergambar di bawah ini terjadi...
Tapi sayangnya...
Kook malah mendiamkan ...
Malah Tampak Menikmati..Mudah mudahan ini bukan fitnah...
Berikut ini bisa dilihat
Foto yang beredar yang menggambarkan
Sebuah Ritual Khusus Yang dilakukan

-entah Oleh Siapa,
-entah Untuk Apa..
-entah karena Apa..
.
Kok Sampe harus :
.
Meminum Air Bekas Cucian Kaki
Sang Ketua Partai.
Wadow
!!!


http://img10.imageshack.us/img10/1771/pdip1air5.jpg

http://img16.imageshack.us/img16/6153/pdip2xvt6.jpg
HOEEEEEEEEEEK
Rasanya Kalau Bung Karno ada...
Ndak akan setuju
Kalau ini terjadi..

Tapi entahlaaaaaaaaaah. .
Mungkin memang harus Begini Nasib

=Wong Cilik=



http://img6.imageshack.us/img6/4453/silhoutetransoq5.gif
Cobeh64@Yahoo.Com


Happiness is not something you find,
But It's something you create.




READ MORE - Air Bekas Cucian Kaki Sang Ketua Partai

Siapapun Wakilnya, Menderita Rakyatnya

Siapapun Wakilnya, Menderita Rakyatnya. Saya rasa itu adalah satu ungkapan ekspresi rakyat jelata yang terlahir dari pelaksanaan pemilu legislatif yang telah sukses diselenggarakan dengan penuh kebohongan dan kesemerawutan serta penuh dengan senyum sandiwara palsu dari panitia pelaksana pemilu ( KPU ) yang katanya adalah orang-orang hebat yang terpilih dari seantero jagad nusantara ini.

Pemilu legislatif yang dilaksanakan pada tanggal 09 April 2009 yang lalu memang telah selesai dilaksanakan. Tapi melalui pemilu itu juga kita bisa melihat dan mencermati tingkat profesionalisme aparatur pelaksana pemilu yang menurut para ahli merupakan pelaksanaan pemilu yang paling kacau sepanjang sejarah

Apabila partai politik peserta pemilu mengatakan banyak terjadi atau ada indikasi kecurangan dalam penetapan DPT ( Daftar Pemilih Tetap ), karena banyak warga negara yang selama ini aktif membayar pajak yang sebagian uangnya telah dipakai untuk pelaksanaan pemilu ini, ternyata tidak terdaftar sebagai pemilih, padahal memilih itu adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang ( UU )

“ Ketika hak warga negara dirampas secara paksa oleh negara, masih pantaskah negara memaksakan kepada warganya untuk menunaikan kewajibannya ? “

Kalau tidak salah ingat. Dalam pelajaran PMP ( Pendidikan Moral Pancasila ) yang pernah diajarkan waktu sekolah dulu, kita harus mendahulukan kewajiban kemudian baru menuntut hak. Memenuhi hak setiap warga negaranya merupakan kewajiban dari pemerintah dan menerima pengabdian dari warga negaranya merupakan hak dari pemerintah

Apabila negara masih merasa berhak untuk memaksa warga negaranya untuk mengikuti segala tata aturan yang dibuatnya, tentunya sudah bisa dikatakan bahwa negara telah menzalimi warga negaranya sendiri dan tidak wajib bagi muslim untuk taat dan patuh terhadap pemerintah yang zalim dan berlaku tidak adil. ( nagera harus meminta maaf kepada rakyatnya atas kekacauna ini dan Seluruh Penjabat KPU harus Dipenjarakan Karena Telah Melakukan Kebohongan Publik dan Mencegah Rakyat Untuk Meimilih atau Memaksa Rakyat Untuk Golput )

Dasar dari Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) itu berasal dari data kependudukan yang bersumber dari Dinas Kependudukan Depertemen Dalam Negeri. tidak adanya basis data kependudukan yang valid sebagai acuan dalam administrasi negara menjadi penyebab tidak valid-nya DPT. Padahal setiap warga negara yang tidak mempunyai KTP ditangkapi dan kemudian dikenakan hukuman denda serta dipulangkan ke daerah asalnya seperti yang terjadi di DKI Jakarta yang merupakan Ibukota Negara Repulik Indonesia, walau sebetulnya Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Setidaknya itu menurut Undang-Undang Dasar 1945 ( UUD 45 ) yang merupakan sumber hukum tertinggi yang berlaku di republik ini tak terkecuali DKI Jakarta.

( Perda tentang kependudukan di DKI Jakarta sebetulnya bertentangan dengan UUD 45, tapi ahli hukum di Indonesia hanya diam melompong kayak kambing ompong karena ngak ada yang bayar kalau ngomong )

Sekarang mari kita serempak bertanya kepada pemerintah. Untuk apa rakyat diwajibkan memiliki KTP ( Kartu Tanda Penduduk ) apabila sistem pengarsipan di negara tentang kependudukan saja tidak becus ?. Sekarang ada rakyat yang haknya tidak tidak bisa ditunaikan negara. Apa kompensasi yang bisa diberikan oleh pemerintah sebagai gantinya sebab ketika rakyat tidak melaksanakan kewajibannya terhadap negara. Negara berhak memberikan hukuman kepada rakyat. Sekarang rakyat dirugikan negara bisa apa ?

Aparatur pemerintah ( bukan oknum karena terjadi secara umum ) yang bertugas melakukan pencatatan dan pendataan tentang penduduknya sendiri ( dinas kependudukan ) dari kejadian Carut Marut DPT pada pemilu 2009 ini bisa dipastikan selama ini hanya memakan gaji buta saja alias tidak mengerjakan apa-apa pada hal kalau pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri mereka pasti tidak mau ketinggalan. ( seharusnya sekarang diberlakukan penurunan atau minimal pemotongan gaji untuk mereka )

Sepertinya potingan ini jadi melebar kemana-mana. Tapi apa boleh buat begitulah kondisi yang terjadi dalam administrasi kependudukan di Negara Republik Indonesia yang tercinta ini yang banyak dipenuhi oleh aparatur pemalas yang hanya mau bekerja apabila diselipkan lembaran lima puluh ribuan, sementara setiap tahun mereka selalu menuntut kenaikan gaji yang uang gajinya itu bersumber dari pajak yang dibayar rakyat. Sementara rakyat apabila berurusan harus membayar lagi dalam bentuk sogokan. ( semogga Allah swt segera menurunkan kutukan kepada aparatur negara busuk, bejat, maling, perampok yang pemalas tersebut )

Sekarang, siapa yang bisa dipersalahkan atas kekacauan pelaksanaan pemilu tahun 2009 ini. Adakah aparatur negara yang berani meminta maaf atas semua ini dan kemudian menghundurkan diri secara sportif ? atau mereka akan saling tuding dan kemudian mencari kambing hitam sampai tak ada lagi kambing yang berani memakai warna hitam atau menghitamkan bulunya. ( sekarang banyak yang coklat atau pirang )

Postingan ini kalau diteruskan mungkin bisa teramat panjaa…a…a. ang. Karena memang sistem administrasi di negara ini sangat kacau dan aparatur pelaksananya hanya pintar omong dan pintar membodohi rakyat yang menurut anggapan mereka semuanya bodoh.

Apa susahnya sih, mengeluarkan uang beberapa puluh triliun rupiah untuk merapikan data kependudukan, sementara untuk membayar bunga Hutang BLBI yang di rampok pengusaha saja kita sanggup ( Pengusahanya dibebaskan dari jerat hukum dan kabur ke Singapura. Jaksanya malah yang dipenjarakan karena korupsi. Sendirian lagi..??? ) dan menciptakan penderitaan yang lebih dahsyat lagi untuk rakyat tentunya kita juga pasti lebih sanggup.

Demikian postingan kacau balau yang mengambarkan kegalauan hati penulisnya tentang bangsa negara yang dia cintai dengan segenap hati dan jiwanya. Merdeka .... !!! [ Kajian Umum ]

Baca Juga Yang Ini :




READ MORE - Siapapun Wakilnya, Menderita Rakyatnya

Ada apa dengan diagnosa Demam Berdarah

Ada apa dengan diagnosa Demam Berdarah. Ada apa dengan diagnosa Demam Berdarah yang telah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Omni International ?

  1. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.
  2. Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah.
  3. dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya.
  4. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.
  5. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara.
  6. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Ada apa sebenarnya sehingga tak ada dokter di Rumah Sakit Omni International yang berani memberikan penjelasan tentang penyakit Demam Berdarah ?. Padahal penyakit Demam Berdarah adalah penyakit yang sudah umum di negara kita sehingga bukan lagi penyakit yang istimewa ?

Ketidak beranian dokter yang merupakan bagian dari pelayan di Rumah sakit Omni International setelah melakukan pengecekan bisa saja menimbulkan beberapa persepsi diantaranya :

  1. Hasil pengecekan dokter jaga tidak sama dengan data pasien yang sudah divonis menderita Demam Berdarah oleh dokter H, sehingga dokter jaga tidak ingin terlibat dalam kemungkinan kesalahan diagnosa awal yang dilakukan dokter H
  2. Kemampuan atau kompetensi dokter jaga di Rumah Sakit Omni International kualitasnya sangat rendah sehingga belum mampu memberikan kesimpulan tentang jenis penyakit yang diderita pasien

Ctt : ini hanya pendapat dan analisa saya yang buta masalah rumah sakait saja. Mudah-mudahan tidak akan membawa saya ke penjara karena telah menyampaikan pendapat di negeri merdeka ini

Beberapa Keanehan dan Lelucon di Rumah Sakit Omni International yang terungkap melalui hasil analisa laboratorium di Rumah Sakit Omni International dari trombosist 27.000 menjadi 181.000 dan hasil lab yang tidak dicetak sampai catatan hasil lab 27.000 ada pada manajemen Rumah Sakit Omni International serta kurir Rumah Sakit dan penerima surat yang bernama Rukiyah.

  1. dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000.
  2. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.
  3. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?).
  4. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara.
  5. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.
  6. Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000.
  7. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni.
  8. Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini….. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. … dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.
  9. Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.
  10. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan?

Keanehannya atau leluconnya adalah :

  1. Dari mana dokter H mendapatkan data tentang trombosit 27.000 dan dokter I yang melakukan pemeriksaan ulang juga mendapatkan hasil trombosist 27.000 ? Mungkinkah angka 27.000 itu berupakan hasil perenungan atau khayalan saja. Saya rasa tidak karena setidaknya darah yang sama diperiksa dua kali dengan hasil yang sama, sehingga kemungkinan salahnya kecil sekali kalau benar-benar sudah diperiksa.
  2. Hasil lab yang 27.000 tidak dicetak yang dicetak hanya yang 181.000. Ternyata dalam masalah pencetakan data saja sudah ada diskriminasi. Angka 181.000 lebih baik dari 27.000 sehingga yang dicetak hanya yang lebih baik saja.
  3. Hasil lab yang 27.000 tidak dicetak tetapi ada di Manajemen Rumah Sakit Omni Internasional. Pihak Manajemen Omni Internasional dapat dari mana yaa ??. kemudian ; Dr G mengelak telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dengan informasi dr M tapi berjanji memberikan surat tersebut jam 4 sore setelah dirundingkan dengan menjemen. Berarti dugaannya adalah bahwa hasil lab yang 27.000 benar-benar ada dan sekarang ada di Manajemen Rumah Sakit Omni Internasional
  4. Kemanakah Kurir Rumah Sakit Omni International menyampaikan surat dan siapakah penerima surat yang bernama Rukyah ? Yang pasti bukan siluman, karena siluman tidak bisa membuat tandatangan dan sekolah untuk siluman saya rasa belum pernah didirikan sehingga kemungkinan siluman tidak bisa tulis baca. ( ya ngak frend ? )
  5. Kenapa Dokter G sangat kesulitan untuk menyebutkan alamat yang ada pada tanda terima surat dari kurir yang diterima Rukiyah yang kemungkinan sedang dipegang dokter G karena baru saja menginformasikan bahwa surat sudah diterima oleh Rukyah. ? atau mungkin tulisan yang menyatakan alamat si penerima surat pada tanda terima yang diberikan kurir terlalu kecil dan jelek seperti tulisan tangan saya sehingga sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya

Setidak-tidaknya itulah Lelucon dan Keanehan yang terlihat secara nyata bagi saya setelah membaca email asli Prita Mulyasari yang dimuat di berbagai Koran elektronik seperti yang juga saya copas pada postingan berikut yang bertujuan untuk mendukung ibu Prita Mulyasari dan tentunya saya juga sangat mengharapakan kepada semua blogger Indonesia untuk menampilkan dukungan kepada ibu Prita Mulyasari serta kekebebasan menyampaikan pendapat dalam dunia internet Indonesia.[ Kajian Umum ]

KALAU BUKAN KITA YANG MENDUKUNG SIAPA LAGI … ???!!!

Baca juga yang ini :



· Artikel Islam Lengkap

· Benarkah Dokter Lebih Baik Dari Ponari ?!

· Pilih Ponari atau Diracun Dokter ?!

· Dukun Instan

· Mendadak Jadi Dukun

· Bisnis Dokter Di Rumah Sakit

· Penomena Pemurtadan

· Gerakan Kristenisasi Berkedok Islam

· Perang Untuk Satpol PP

· Peltu = Nempel Metu




READ MORE - Ada apa dengan diagnosa Demam Berdarah

Email dan Penjara Buat Prita Mulyasari. Jakarta

Email dan Penjara Buat Prita Mulyasari. Jakarta - Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.


Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.


Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.


dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.


Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.


Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.


Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.


Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.


Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.


Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.


Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.


Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.


dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.


Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.


Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.


Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.


Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.


Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.


Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.


Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.


Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.


Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.


Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.


Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.


Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.


Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.


Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.


Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.


Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.


Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.


Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.


Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.


Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.


Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.


Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.


Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.



Salam,
Prita Mulyasari

Alam Sutera

prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

(msh/msh)

sumber : http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/30/111736/997265/283/rs-omni-dapatkan-pasien-dari-hasil-lab-fiktif

Baca juga yang ini :

· Artikel Islam Lengkap

· Ada Apa Dengan Demam Berdarah ?!

· Benarkah Dokter Lebih Baik Dari Ponari ?!

· Pilih Ponari atau Diracun Dokter ?!

· Mendadak Jadi Dukun

· Bisnis Dokter Di Rumah Sakit

· Sabar Dan Optimis

· Ibu Bapak sebagai sosok agung dalam Islam

· Jadilah Pencinta Sejati

Berikan Dukungan Kepada Ibu Prita Mulyasari dan Kebebasan Menyampaikan Pendapat Dalam Dunia Maya Di Negeri Yang Katanya Sudah Merdeka Ini … ??!!??!!




READ MORE - Email dan Penjara Buat Prita Mulyasari. Jakarta