Showing posts with label Osama Bin Laden. Show all posts
Showing posts with label Osama Bin Laden. Show all posts

Inilah Orang yang Menewaskan Osama Bin Laden

Inilah Orang yang Menewaskan Osama Bin Laden — Agen CIA yang bertanggung jawab melacak dan akhirnya menewaskan Osama bin Laden boleh jadi terkuak penyamarannya gara-gara dasi yang dikenakannya.

Pria itu, yang hanya dikenal sebagai "John", adalah analis karier di CIA yang tugasnya selama hampir satu dekade memburu pemimpin jaringan teroris Al Qaeda tersebut. Nama lengkapnya tetap dirahasiakan secara ketat. Namun, sekarang, seorang spy-hunter internet percaya bahwa dia mungkin telah mengidentifikasi agen itu dari satu set foto-foto Gedung Putih, termasuk foto yang sekarang terkenal yaitu yang menunjukkan saat para pejabat senior Gedung Putih menonton pasukan Navy SEAL menyerbu tempat persembunyian Osama.

Pekan lalu, CIA mengatakan kepada para wartawan kantor berita AP bahwa John berada di ruangan (para pejabat senior) itu pada saat (menonton Navy SEAL) itu, tetapi dia berada di luar frame. Spy-hunter John Young, sebagaimana dilansir The Daily Mail, Kamis (7/7/2011), lalu mempelajari foto tersebut dan memperhatikan seorang pria berbadan tinggi dengan dasi kuning bermotif yang berdiri di luar frame (yang tertangkap kamera hanya dasinya itu). Young lalu memeriksa dan membandingkan foto itu dengan foto lain yang diambil pada waktu yang sama dan menemukan seorang orang pria yang mengenakan dasi kuning bermotif itu dalam tampilan penuh.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/07/08/1015572620X310.jpg

Pria yang diyakini sebagai dalang serangan yang menewaskan Osama Bin Laden terlihat di latar belakang saat Barack Obama berbicara dengan anggota tim keamanan nasional setelah misi perburuan Osama sukses. Perhatikan tanda panah.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/07/08/1017428620X310.jpg

Dasi kuning bermotif terlihat di sisi kanan foto ini (perhatikan tanda panah). CIA mengatakan, agen yang menjadi dalang operasi pembunuhan Osama Bin Laden ada di ruangan dalam foto itu tetapi ia berada di luar frame.


Berita AP menyatakan, dua hari setelah kematian Osama, John mendampingi Direktur CIA, Leon Panetta, ke Capitol Hill untuk memberikan kesaksian di depan komite intelijen Senat tentang operasi tersebut. Young lalu memeriksa sebuah foto ketika Panetta meninggalkan rapat tersebut pada tanggal 3 Mei, dan dengan jelas tampak di latar belakang pria itu dengan dasi yang sama, kuning bermotif.

Hampir semua pejabat yang terlibat dalam perburuan Osama telah menjaga ketat rahasia identitas mereka demi keselamatan mereka sendiri. Mereka tidak ingin namanya dikaitkan dengan operasi perburuan Osama bin Laden itu.

Analis CIA bernama John tersebut adalah orang pertama yang secara tertulis, pada musim panas lalu, menyatakan bahwa mereka mungkin telah mendapatkan petunjuk jitu untuk menemukan Osama. Dia memeriksa tumpukan petunjuk yang mengarahkan CIA ke tempat persembunyian Osama di Abbottabad, Pakistan, itu. Pria itu termasuk orang-orang yang sangat yakin yang mengatakan kepada Presiden Obama bahwa Osama mungkin berada di balik dinding tembok itu.

CIA telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan John untuk berbicara kepada wartawan. The Associated Press menyetujui permintaan CIA untuk tidak memublikasikan nama lengkapnya dan menahan rincian tertentu dari biografi sehingga dia tidak akan menjadi target serangan balasan. Mereka diberitahu, "Sebut saja dia John, nama tengahnya."

Kemampuan John untuk melihat hal penting dari rincian yang tampaknya tidak penting, yaitu menenun helai-helai informasi yang beragam menjadi cerita bermakna, memberinya tempat tertentu untuk memburu teroris. John McLaughlin, Wakil Direktur CIA yang sering dipanggil John pada hari-hari setelah serangan tahun 2001, mengatakan, "Dia selalu bisa memberikan Anda implikasi yang lebih luas dari semua rincian yang kami kumpulkan." Salah seorang mantan bosnya mengakui bahwa dia tidak tahu persis apa posisi John. "Saya tahu dia adalah orang di ruangan yang selalu saya dengarkan," kata pejabat itu. ( kompas.com )



READ MORE - Inilah Orang yang Menewaskan Osama Bin Laden

Misteri Tanggal 1 Mei, Dari Kematian Hitler Sampai Usamah bin Laden

Misteri Tanggal 1 Mei, Dari Kematian Hitler Sampai Usamah bin Laden - Pada 1 Mei 1945, sekitar pukul 10.30 malam, Radio Hamburg menyiarkan pengumuman bahwa Adolf Hitler — pemimpin Nazi Jerman—mati dalam melawan kaum Bolshevic. Hitler dan istrinya Eva Braun dilaporkan melakukan bunuh diri.

Seorang pengawal Hitler yang kemudian melarikan diri ke Inggris memberikan konfirmasi bahwa ia melihat mayat keduanya dikubur setelah Jerman menyerah pada 7 Mei.

66 tahun kemudian, di tanggal yang sama, Obama presiden AS mengumumkan kematian Usamah bin Laden.

Pertanyaaannya: apakah tanggal kematian bin Laden dan Hitler sekadar kebetulan? Banyak yang mulai mengutak-atik hal ini.


http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/duniainternasional/1mei.jpg


Tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh internasional. Pada tanggal 1 Mei 2003 juga, George Bush mengumumkan pidato Misi Telah Berhasil, dan menyatakan perang Irak telah berakhir, namun kenyataannya itu adalah awal mulainya semua kehancuran yang terjadi terhadap Irak.

Dalam kepercayaan pagan, 1 Mei adalah hari matahari dan bintang, atau Sirius. 1 Mei juga diyakini sebagai hari paling suci di dunia sihir Barat. Dalam kepercayaan Yahudi, 1 Mei adalah hari libur suci yang kedua. Pada 1 Mei diyakini banyak sekali kejadian yang diperintahkan oleh Illuminati (Yahudi) dalam berbagai kejadian besar di dunia.

Dan tahun ini, hari peringatan Hollocaust terhadap Yahudi jatuh pada 2 Mei. Yahudi mengklaim bahwa sejumlah enam juta orang Yahudi dibantai oleh Hitler, namun kemudian serta-merta menjajah Palestina sebagai salah satu kompensasi penderitaan mereka. ( eramuslim.com )



READ MORE - Misteri Tanggal 1 Mei, Dari Kematian Hitler Sampai Usamah bin Laden

Menguak Sisi Lain Dari Seorang Osama Bin Laden

Menguak Sisi Lain Dari Seorang Osama Bin Laden - Orang mengenal Osama bin Laden sebagai buron teroris nomor wahid dunia. Jarang sekali orang mengetahui sisi lain dari kehidupan Osama.

Istri pertama Osama, Najwa bin Laden menguak realitas lain dari sosok yang dianggap bertanggung jawab di balik sejumlah aksi teror, termasuk aksi teror fenomenal, peledakan gedung kembar World Trade Centre, New York, pada 11 September 2001.

Seperti ditulis dalam bukunya, Najwa mengatakan Osama adalah sosok ayah yang sangat disiplin. Osama tak ragu memukul anaknya yang tersenyum sangat lebar, hingga terlihat deretan giginya.

Di sisi lain Osama punya kegemaran berkebun bunga matahari dan menganggap mobil sport laiknya istri pertamanya.

Di rumahnya, Osama mengharamkan pemakaian alat-alat elektronik. Dia juga memerintahkan anak-anak lelakinya mendaki gunung pasir di gurun tanpa membawa air. Tujuannya, agar sang anak kuat.

Bukan tanpa alasan Osama berlaku keras pada keluarganya. Itu terkait keputusan Osama untuk menyingkir ke Sudan, sebagai bentuk perlawanan pada keluarga kerajaan Arab yang mempersilakan tentara Amerika Serikat bermarkas di sana.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/09/14/76564_osama_bin_laden_300_225.jpg
Menguak Sisi Lain Dari Seorang Osama Bin Laden

Belajar tidur di tempat terbuka dan tak nyaman, serta mendaki gurun pasir, bagi Osama, adalah cara dia mempersiapkan anak-anaknya menghadapi kehidupan sulit dan keras.

Najwa (saat itu 15 tahun) menikahi Bin Laden yang saat itu berusia 17 tahun. Perkawinan itu membuahkan tujuh anak lelaki dan empat anak perempuan.

Najwa bukan satu-satunya istri. Osama memiliki total enam istri yang ditempatkan di rumah-rumah terpisah di Arab Saudi dan Sudan.

Peraturan yang diberlakukan untuk keenam istrinya sama, mereka tak boleh menggunakan peralatan elektronik.

"Ayahku tak akan mengijinkan ibu untuk menyalakan pendingin udara, meski AC sudah terpasang di apartemen kami," kata putra Osama dan Najwa, Omar, seperti dimuat laman Telegraph.

"Dia juga tak mengijinkan ibu menggunakan kulkas yang berdiri di dapur," tambah dia.

Namun, ada satu hal dalam diri Osama yang membanggakan untuk anak-anaknya. Osama, kata Omar, jago matematika. Osama bahkan gemar menguji kecepatan hitungnya dengan kalkulator.

"Ayah saya sangat terkenal punya kemampuan hebat di matematika. Banyak yang datang ke rumah sambil membawa kalkulator dan menantang kemampuannya," tambah Omar.

Menurut cerita Najwa, dia dan Osama pernah pergi ke Amerika Serikat pada 1979, pasca revolusi Iran. Di AS, Osama bertemu Abdullah Azzan, ulama radikal Palestina yang lantas menjadi guru spiritualnya.

Setelah itu, Osama pergi ke Afganistan, membantu kelompok perlawanan terhadap Uni Soviet. Salah satu tujuan pergi ke Afganistan, sangat romantis, agar bisa menceritakan pada anak-anaknya kisah kepahlawanannya dalam perang.

Namun, ketika kembali dari Afganistan, Osama menjadi sosok yang kaku.

Dalam buku yang ditulis Najwa, juga terungkap bahwa Osama setidaknya punya satu mobil Mercedes berwarna emas dan speedboat.

"Tak ada yang hal yang memuaskan untuk dia selain ngebut di gurun, lalu dia akan meninggalkan mobilnya dan berjalan di gurun," kata dia.

"Hobi favoritnya adalah berkebun. Menanam jagung terbaik dan bunga matahari yang besar," tambah Najwa. ( vivanews.com )



READ MORE - Menguak Sisi Lain Dari Seorang Osama Bin Laden

Osamah bin Laden, Sang Mujahid Islam Sejati

Osamah bin Laden, Sang Mujahid Islam Sejati - Usamah lahir dari keluarga kaya di Riyadh, Arab Saudi, tahun 1957. Ayahnya – Muhammad Ladin – imigran dari Yaman. Besar di Madinah dan Hijaz, Usamah menamatkan syudi ekonomi dan manajemen di Universitas King Abdul Aziz Jeddah serta menyelesaikan sekolah teknik di Inggris. Usamah lalu mengelola perusahaan konstruksi miliki ayahnya. Ia mewarisi kekayaan ayahnya senilai US$ 300 juta.

Kekayaannya itu kemudian ia pergunakan untuk mengobarkan “jihad international” melawan AS. Ia berjihad ke Afghanistan tak lama setelah Uni Sovuet menyerbu negara itu di taun 1979. Di sana, Usamah berkawan dengan Ibnu Al Khaththatb, pejuang Islam dari Yordania yang disebut-sebut berada di barisan pejuang Muslim Dagestan (Rusia). Keduanya aktif membantu perjuangan kaum Muslimin di Afghanistan, Al Jazair, Bosnia, Chechnya, dan Dagestan.

Sepanjang tahun 1980-an, Usamah dan AS sendiri pernah berjalan seiring dalam menghadapi kekuatan Soviet. Namun, Usamah secara terang-terangan tetap menganggap, Washington sama saja dengan Moskow. Tetapi, saat itu prioritas utama yang harus dilawan adalah Moskow. Setelah perang usai, Usamah kembali ke Arab Saudi dan mengurus bisnis keluarga (1989).

Di tanah airnya, Usamah menjadi symbol perjuangan kelompok kritis terhadap Kerajaan Arab Saudi. Dia mengkritik habis sikap kerajaan yang mendukung AS menyerang Irak dan membiarkan tentara AS berkeliaran di Tanah Suci sejak Perang Teluk (1990).

Pada tahun 1994, Pemerintah Saudi mencabut paspor atas namanyua setelah Mesir, Al Jazair dan Yaman menuduhnya mendukung kelompok anti-pemerintah di negara-negara itu. Kewarganegaraan Usamah pun dicabut. Selanjutnya, Usamah pergi ke Sudan. Di sana, ia membantu pembangunan jalan yang menghubungkan ibukota Khartoum dengan pelabuhan dan bandara Sudan. Ia juga terjun dalam dunia bisnis ekspor barang-barang dari Sudan, seperti getah, jagung, bunga matahari dan wijen. Kepada wartawan Barat, Usamah menyebut dirinya petani (farmer).


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/osama.jpg&h=235&w=355&zc=1


Pada tahun 1995, Usamah pindah ke Afghanistan bersama pengikutnya. Ia tinggal di Jalalabad, Afghanistan timur. Pada April 1997, ia pindah ke Kandahar yang menjadi markas pemimpin tertinggi Taliban, Mullah Muhammad Umar.

Sejak kembali ke Afghanistan dan bergabung dengan Taliban, AS mulai memburu Usamah. Al Qaida mulai disebut-sebut sebagai nama organisasi yang didirikan Usamah. Tidak hanya itu, Al Qaida pun dijuluki “organisasi dan jaringan teroris internasional”.

Berbagai aksi peledakan dan pengeboman di sejumlah tempat hamper selalu dikaitkan dengan nama Al Qaida, mulai dari usaha pengeboman kapal induk AS di Timur Tengah, upaya peledakan Gedung WTC tahun 1993, penembakan helicopter AS di Somalia (1993), pengeboman Oklahoma City (1995), peledakan bom mobil di Riyadh dan Dhahran - Arab Saudi (1995), pengeboman Kedubes AS di Kenya dan Tanzania (1998), serangan WTC dan Pentagon 11 September 2011, sampai peledakan bom di Bali (12 Oktober 2002)

Presiden AS (waktu itu) Bill Clinton menyebut Usamah sebagai “sponsor dan pendukung terorisme internasional yang paling utama di dunia”. Usamah menjadi orang yang paling diburu nomor wahid. FBI menempatkan Usamah sebagai the most wanted man (orang yang paling dicari) dan menawarkan hadiah US$ 5 juta bagi siapa saja yang dapat menangkap Usamah hidup atau mati dan menyerahkannya ke AS, bahkan untuk sekedar informasi yang mengarah pada penangkapan Usamah.

Kambinghitam Al Qaeda

Sejak ditetapkan Pemerintah AS sebagai terdakwa pelaku peledakan Gedung WTC 11 September 2001, Usamah dan Al Qaida menjadi isu sentral yang diangkat AS dan antek-anteknya untuk memerangi kelompok-kelompok pejuang Islam di mancanegara. Setiapkali ada aksi teror, nama Al Qaida disebut-sebut sebagai tertuduh.

Stasiun TV Al Jazirah Qatar dan CNN sering menayangkan rekaman pidato Usamah baik berisi ancaman serangan ke AS maupun pesan-pesan bagi umat Islam dunia. Namun kalangan aktivis Islam lebih percaya, itu hanyalah rekayasa CIA untuk tetap menghidupkan Usamah dan Al Qaida sebagai sosok “teroris”. Beberapa media Barat seperti CNN, ITN World News, Washington Pos, dan New York Times telah berulangkali menyiarkan berita palsu soal rencana-rencana serangan Al Qaeda terhadap kepentingan AS dan sekutunya.

Al Qaida yang dikait-kaitkan dengan Tragedi WTC hingga kini pelaku sebenarnya masih belum jelas. Direktur FBI, Robert Muller, ketika itu pernah mengaku tak menemukan selembar pun bukti yang member indikasi Usamah bin Ladin dan Al Qaeda berada dibalik peledakan WTC. Yang pasti, Al Qaeda kerap dijadikan kambinghitam oleh AS dan sekutunya, setiap kali terjadi peristiwa pengeboman di sejumlah tempat, termasuk di Indonesia.

Sempat terjadi pro-kontra ihwal ada atau tidaknya organisasi Al Qaeda. Ada dugaan, Al Qaeda itu sebenarnya hanyalah rekaya CIA atau setidaknya hanyalah sebutan pers Barat bagi kelompok pengikut Usamah bin Ladin. Sejak Peristiwa 11 September, AS menjadikan Al Qaeda sebagai “target operasi”. Dengan dalih membasmi Al Qaeda yang dicapnya sebagai organisasi teroris, AS melakukan operasi militer di Afghanistan dan berhasil menggulingkan pemerintahan Taliban yang melindungi Al Qaeda.

Menelusuri jejak kemunculan Al Qaeda, semua hanya istilah dari garis perjuangan sebuah organisasi para mujahid di Afghanistan. Al Qaedah awalnya hanya sebuah Makhtab Al Khidmah, sebuah LSM yang didirikan oleh para veteran pejuang Afghanistan. Tokoh utamanya adalah Dr. Abdullah Azzam (tokoh Ikhwanul Muslimin asal Palestina yang syahid di Afghanistan tahun 1989) dan Usamah bin Ladin, yang merupakan salahsatu murid dekat Abdullah Azzam.

Namun belakangan, seiring dengan gencarjya “kampanye anti terorisme” yang dilakukan AS pasca Tragedi WTC, Al Qeada bergeser menjadi stigma bagi kalangan Islam fundamentalis yang bercita-cita menegakkan syariat islam atau mendirikan Daulah Islamiyah (negara Islam).

Semasa hidupnya, Usamah bin Ladin telah berikrar akan menginfaqkan seluruh harta dan jiwanya untuk perjuangan Islam. Cita-citanya adalah menegakkan syariat Islam dan menghidupkan kembali kekhalifahan Islam. Semoga Allah memuliakan beliau dan menerima amaliyah jihadnya membela kaum muslimin yang tertindas. ( voa-islam.com )




READ MORE - Osamah bin Laden, Sang Mujahid Islam Sejati

Mengenal Amal, Istri Osama yang Diperebutkan Itu

Mengenal Amal, Istri Osama yang Diperebutkan Itu - Amerika Serikat (AS) dan Pakistan berebut hak untuk menahan Amal al-Sadah, istri termuda Osama bin Laden. Amal kini ditahan Pakistan dan negara itu, Rabu (4/5/2011), menolak permintaan Amerika untuk berbicara dengan Amal.

Perempuan berusia 27 tahun itu, berdasarkan laporan awal AS tentang serbuan ke kompleks tempat tinggal Osama di Pakistan, Minggu, telah berupaya menjadi tameng bagi suaminya dari sergapan pasukan khusus Navy SEALs. Namun, keterangan pihak AS kemudian menyebutkan, ia telah dijadikan tameng oleh Osama dan tewas. Laporan itu pun dikoreksi lagi dengan menyatakan bahwa Amal tidak tewas, hanya terluka di kaki. Amal seharusnya ikut terangkut helikopter pasukan AS, tetapi karena satu dari dua helikopter pasukan itu jatuh saat mendarat, Amal pun ditinggalkan. Ia kemudian ditangkap pasukan Pakistan.

Siapakah Amal al-Sadah? Kisah tentang dia bermula 11 tahun lalu. Ketika itu, ia adalah gadis remaja yang dibawa dari sebuah kota yang tenang di Yaman selatan, pertama ke Pakistan, lalu ke Kandahar di Afganistan selatan. Setahun sebelum serangan 11 September 2001, ia menjadi istri kelima Osama bin Laden. Saat itu, Amal berusia 18 tahun dan Osama 43 tahun.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/05/1627338p.jpg
Amal al-Sadah, istri termuda Osama bin Laden


Perkawinan itu diatur seorang tokoh Al Qaeda Yaman, Sheikh Mohammed Saeed Rashed Ismail. Ismail (saudaranya mendekam di tahanan Teluk Guantanamo) mengatakan kepada Yemen Post tahun 2008, "Saya adalah mak comblang (perkawinan) Osama dengan istrinya, Amal al-Sadah, yang merupakan salah seorang murid saya."

Bulan Juli 2000, Ismail mendampingi pasangan pengantin baru itu ke Afganistan. Tahun lalu, Ismail mengatakan kepada wartawan Hala Jaber, "Bahkan pada usia muda, dia (Amal) sangat religius dan percaya pada hal-hal yang Osama—seorang pria yang sangat religius dan saleh—yakini."

Perkawinan itu juga rupanya sebuah aliansi politik—demi memperkuat dukungan bagi Osama di tanah leluhurnya, Yaman. Pengawal Osama pada waktu itu, Abu Jandal, bertanggung jawab untuk mengantarkan mahar. "Sheikh (Osama) itu memberi saya 5.000 dollar AS dan menyuruh saya untuk mengirimkannya kepada orang tertentu di Yaman dan orang itu pada gilirannya membawa uang itu kepada keluarga pengantin perempuan," kata Abu Jandal pada harian Al Quds al Arabi tahun 2005.

Sesuai dengan tradisi Sunni konservatif, perayaan pernikahan itu semua menjadi urusan laki-laki. "Pengantin wanita dianggap telah menyetujui pernikahan itu dengan perjalanan ke Afganistan, jadi kehadirannya (dalam pernikahan) tidak diwajibkan," tulis Jaba di The Sunday Times setelah mewawancarai Ismail.

"Orang-orang merayakan dengan meresital puisi dan lagu, menyembelih anak-anak domba, dan menyantap makanan." Menurut Abu Jandal, "lagu-lagu dan kegembiraan bercampur dengan (suara) tembak-tembakan ke udara".

Setahun setelah pernikahan itu, Amal al-Sadah melahirkan seorang anak perempuan di Kandahar (beberapa hari setelah serangan 11 September 2001). Anak itu diberi nama Safiyah. Anak itulah yang mungkin, menurut para pejabat Pakistan, telah melihat ayahnya ditembak mati pada Minggu lalu. Ibunya, menurut sumber-sumber Pakistan, kini telah pulih dari luka di kaki yang dideritanya dalam serangan tersebut.

Paspor seorang perempuan Yaman yang ditemukan di kompleks persembunyian mereka tampaknya milik Amal, tetapi nama dalam paspor itu tidak sama persis dengan namanya. Para pejabat Yaman mengatakan, mereka tidak dapat mengidentifikasi secara pasti paspor itu dan Pakistan belum membuat permintaan untuk memulangkan siapa pun di kompleks bekas tempat tinggal Osama tersebut.

Tidak jelas apakah Osama dan Amal memiliki anak lainnya. Namun, pemimpin Al Qaeda itu memiliki lebih dari 20 anak dari lima istri. Salah satu putranya juga dilaporkan tewas dalam serangan di kompleks Abbottabad di Pakistan itu.

Analis terorisme CNN, Peter Bergen, telah menulis tentang pernikahan Osama dalam bukunya, The Osama bin Laden I Know: An Oral History of al Qaeda's Leader. Osama pertama kali menikah pada usia 17 tahun dengan seseorang yang masih sepupunya, Najwa Ghanem, yang mungkin dua tahun lebih muda dari Osama. Mereka punya 11 anak, tapi setelah menjalani hidup bersama yang terus-menerus berpindah, Najwa akhirnya meninggalkan Osama (dan Afganistan) beberapa hari sebelum serangan 11 September.

Istri kedua Osama adalah Khadijah Sharif, sembilan tahun lebih tua dari Osama, seorang perempuan berpendidikan tinggi dan keturunan langsung Nabi Mohammad. Mereka menikah tahun 1983 dan punya tiga anak—tapi akhirnya mereka bercerai ketika tinggal di Sudan pada tahun 1990-an. Dalam wawancaranya dengan Al Quds al Arabi, Abu Jandal mengatakan, Khadijah tidak mampu menghadapi kehidupan mereka yang keras dan akhirnya kembali ke Arab Saudi.

Istri pertama Osama, Najwa, membantu untuk mengatur perkawinan Osama yang ketiga dengan Khairiah Sabar. Khairiah juga perempuan berpendidikan tinggi dan bergelar doktor dalam syariah atau hukum Islam. Perempuan itu menikahi Osama tahun 1985 dan mereka punya satu anak, seorang putra. Bergen menulis bahwa tidak diketahui apakah perempuan itu selamat dari pengeboman di Afganistan pada Oktober dan November 2001.

Lalu, ada Siham Sabar yang menikahi Osama tahun 1987. Mereka punya empat anak, dan seperti Khairiah, dia tidak ketahuan jejaknya sejak invasi ke Afganistan. Amal al-Sadah adalah istri kelima dan termuda Osama. Amal sempat dipulangkan ke Yaman demi keselamatannya, tapi entah kenapa dia kembali ke tempat Osama.

Menurut Abu Jandal, setelah keluarga besar Osama tiba di Afganistan tahun 1996, mereka kerap naik bus yang dikawal dengan sebuah kendaraan yang penuh penjaga. Ia mengatakan, tiga istri Osama hidup harmonis dalam rumah yang sama. Mereka sering pergi ke acara outing keluarga—Osama dalam sebuah mobil tersendiri diikuti bus keluarga. Pada acara seperti, kata Abu Jandal, pemimpin Al Qaeda itu akan mengajari para istrinya bagaimana menggunakan senjata api.

Pengamat teroris CNN, Paul Cruickshank, mengatakan, tidak mengherankan jika di kompleks di Abbottabad yang diserang pasukan AS pada Minggu lalu terdapat sejumlah anak meskipun tidak diketahui berapa orang yang merupakan anak Osama. "Dia berusaha melatih anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya."

Secara keseluruhan, menurut Abu Jandal, Osama memiliki 11 putra, beberapa di antaranya lari dari kondisi kehidupan yang keras bersama ayah mereka ke kehidupan yang lebih sejahtera bersama keluarga besar Bin Laden yang kaya. "Adapun anak perempuan tidak diketahui pasti jumlahnya," kata Abu Jandal kepada Al Quds al Arabi.

Beberapa minggu setelah peristiwa 11 September, Osama mengatakan kepada wartawan Pakistan, Hamid Mir, bahwa ia punya rencana untuk putri bungsunya, Safiyah. "Saya menjadi seorang ayah dari seorang gadis setelah 11 September," katanya. "Saya menamai dia Safiyah, yang membunuh seorang mata-mata Yahudi pada zaman Nabi. (Putri saya) akan membunuh musuh-musuh Islam seperti Safiyah." ( kompas.com )



READ MORE - Mengenal Amal, Istri Osama yang Diperebutkan Itu

Inilah Kronologi Terbaru Penyerbuan Rumah Osama

Inilah Kronologi Terbaru Penyerbuan Rumah Osama — Laporan terbaru tentang serangan pasukan khusus Amerika Serikat terhadap kompleks Osama bin Laden mengungkapkan, penembakan terhadap Osama berlangsung cepat. Selain itu, hanya satu orang di kompleks itu yang menembaki pasukan komando AS, Navy SEALs, dan bahwa Osama memiliki sebuah senapan AK-47 di kamar tidurnya ketika ia terbunuh.

Menurut para pejabat AS dan laporan sejumlah media, beginilah operasi itu berlangsung :

Dalam kegelapan malam, sejumlah helikopter mengangkut 79 anggota pasukan komando menuju kompleks tempat tinggal Osama bin Laden di Abbottabad, utara Islamabad, Pakistan, Senin (2/5/2011) dini hari. Helikopter-helikopter itu terbang sangat rendah demi menghindari deteksi radar karena Pakistan belum diberi tahu tentang serangan tersebut.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/04/4284151p.jpg
Seniman seni rupa pasir India, Sudarshan Pattnaik, tengah menyelesaikan "lukisan" pasir untuk menandai terbunuhnya pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, di pantai laut emas di Puri, Orissa, India, Senin (2/5) lalu. Berbagai cara orang menandai peristiwa yang paling menyedot perhatian dunia awal minggu ini adalah saat Osama disergap dan ditembak mati pasukan khusus AS di Abbottabad, Pakistan.


Dua helikopter membawa lebih dari 20 anggota Navy SEALs ke kediaman itu, yang berpagar tembok setinggi 4-6 meter dan diberi penutup kawat berduri. Salah satu helikopter, MH-60 Blackhawk, yang tampaknya telah dimodifikasi untuk menghindari radar tidak dapat meneruskan misi setelah tiba di lokasi karena "kegagalan mekanis", demikian laporan awal pejabat AS.

Satu kelompok pasukan komando bergerak menuju sebuah guest house kecil di samping bangunan utama dalam kompleks tersebut. Kurir kepercayaan Osama, Abu Ahmed al-Kuwaiti, "menyambut" dengan tembakan, tetapi ia tertembak dan tewas, istrinya juga tewas. Al-Kuwaiti adalah kurir penting Al Qaeda yang kegiatannya telah diselidiki CIA dan dinas intelijen lain AS selama bertahun-tahun dan CIA menduga pergerakannya akan membawa mereka kepada Osama bin Laden. Hanya kurir itulah orang dalam kompleks tersebut yang menembak tentara AS. Hal itu bertentangan dengan laporan sebelumnya dari Gedung Putih yang mengatakan bahwa telah terjadi baku tembak dalam operasi selama hampir 40 menit itu.

Pasukan khusus yang lain memasuki rumah utama tiga lantai itu. Mereka lalu berhadapan dengan saudara Al-Kuwaiti, diduga juga seorang kurir Al Qaeda, dengan satu tangannya berada di belakang punggung. Pasukan Navy SEALs curiga dia punya senjata. Ternyata, menurut NBC, ia tidak bersenjata. Dia tertembak dan tewas.

Pasukan komando lalu naik tangga dan bertemu dengan putra Osama, Khalid, yang tewas setelah ia menerjang tentara Amerika, demikian menurut New York Times.

Ketika personel pasukan komando terus menaiki tangga, mereka melihat seseorang yang mereka percaya adalah Osama bin Laden sedang menjulurkan kepala ke luar pintu atau ke balkon. Tentara AS kemudian melepaskan satu tembakan ke arah orang tersebut, yang kemudian mundur ke dalam kamar.

Navy SEALs terus bergerak ke lantai atas dan memasuki kamar tempat pria itu mundur. Sewaktu memasuki kamar tersebut, mereka menemukan Osama dan istrinya di kamar tidur. Istrinya dilaporkan mencoba berada di antara suaminya dan pasukan SEALs, dan dia kemudian tertembak di kaki. Osama, yang tidak memberikan tanda-tanda menyerah, ditembak di kepala, beberapa media mengatakan dia juga tertembak di dada. Versi sebelumnya tentang serangan itu menyebutkan bahwa Osama "menolak" untuk menyerah dan bahwa ia telah menggunakan istrinya sebagai tameng manusia, tetapi Gedung Putih kemudian mengakui laporan itu salah.

Presiden AS Barack Obama, berdasarkan keterangan Gedung Putih, diberitahukan bahwa SEALs telah mengidentifikasi target adalah Osama. Sebuah laporan majalah Time, berdasarkan wawancara dengan Direktur CIA Leon Panetta, menyebutkan, Osama tewas setelah operasi berjalan sekitar 25 menit.

Di kamar Osama, pasukan AS menemukan sebuah senapan serbu AK-47 dan sebuah pistol berukuran 9 mm buatan Rusia. Sejumlah senjata lain juga ditemukan dalam kompleks itu.

Pasukan SEALs juga menemukan uang tunai dan sejumlah nomor telepon di dalam pakaian Osama, yang memunculkan dugaan bahwa dia bersiap untuk melarikan diri.

Dalam serbuan itu, Navy SEALs membawa pulang 5 komputer, 10 hard drive, dan lebih dari 100 perangkat penyimpanan data, yang mungkin akn memberikan sejumlah informasi tentang rencana, pembiayaan, dan lokasi para deputi Al Qaeda.

Pasukan khusus AS lalu menghancurkan helikopter yang jatuh setelah memindahkan para perempuan dan anak-anak di kompleks itu ke daerah yang aman.

Sekitar 38 menit sejak serangan itu dimulai, helikopter AS terbang menjauh, membawa mayat yang telah diburu selama bertahun-tahun oleh Pemerintah AS.

Pada Senin pukul 03.35 GMT atau pukul 10.35 WIB, Presiden Obama mengumumkan di televisi bahwa Osama telah terbunuh.

Mayat Osama dibawa ke kapal induk USS Carl Vinson, yang berada di lepas pantai Pakistan. Sekitar pukul 06.00 GMT, setelah ritual menurut agama Islam dilakukan, mayat Osama ditenggelamkan di Laut Arab. ( kompas.com )



READ MORE - Inilah Kronologi Terbaru Penyerbuan Rumah Osama

Tak Ada Kebohongan Yang Sempuna - Obama Meralat Lelucon Kematian Osama

Tak Ada Kebohongan Yang Sempuna - Obama Meralat Lelucon Kematian Osama - Amerika Serikat meralat cerita bahwa Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda membawa senjata dan menembaki pasukan Amerika sebelum ia ditembak tewas.

Pada hari Senin, John Brennan, seorang penasihat kontraterorisme kepada Barack Obama, menyatakan dengan sangat meyakinkan bahwa Bin Laden "terlibat dalam pertempuran" dengan penyerangnya. Pejabat AS lainnya diberitahu bahwa ia menembaki anggota pasukan elit angkatan laut AS, Seal Team Six.

Namun, briefing berikutnya oleh pejabat AS menyatakan saat diserbu di Abbottabad, Bin Laden tidak memiliki senjata dan tidak menembakkan apapun pada penyerang itu. Dengan beberapa pertanyaan yang diajukan seperti mengapa Bin Laden ditembak mati, Brennan mengatakan: "Jika kami memiliki kesempatan untuk mengambil Bin Laden hidup-hidup, jika ia tidak ada ancaman apapun, individu yang terlibat telah mampu dan siap untuk melakukan itu. "


http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/serius-foto-yang-dirilis-gedung-putih-menunjukkan-_110503122045-857.JPG
Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan detik-detik saat pemutaran rekaman penyerangan di Abbottabad, pakistan, yang menewaskan Osama bin Laden. Presiden AS Barack Obama menonton bersama wakilnya, Joe Biden (kiri).


Pejabat terus menyiratkan ia menawarkan resistensi sebelum dia ditembak tetapi belum mengklarifikasi tingkat perlawanan itu, mengingat bahwa ia tampaknya tidak memiliki senjata. Bin Laden ditembak sekali di atas mata kiri dan sekali di dada. Pemerintahan Obama sedang mempertimbangkan apakah akan merilis foto penguburan di laut.

Ada perubahan tambahan dengan narasi asli yang ditawarkan oleh para pejabat AS. Wartawan awalnya diberitahu bahwa salah satu istri Bin Laden terbunuh ketika ia sedang menggunakan dirinya sebagai perisai hidup, dengan menyebut "Osama bin Laden tewas meringkuk di belakang istri sebagai 'perisainya". Tapi kemudian dijelaskan bahwa istri Bin Laden tertembak di betis dan tidak mati dalam serangan itu, meskipun wanita lain terbunuh. Perubahan keterangan ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah istri Bin Laden - atau siapapun - telah digunakan sebagai perisai manusia.

Selain "mengubah" kondisi istri Bin Laden, para pejabat AS juga telah berubah nama mana anak-anaknya tewas dalam serangan itu. Anak yang meninggal itu awalnya bernama Hamza, dijelaskan dalam satu artikel ini sebagai "ahli waris" Bin Laden untuk memimpin al-Qaeda. Namun, Brennan mengatakan selama briefing bahwa itu adalah anak lain, Khalid, yang terbunuh.

Soal kenapa info itu berubah, dengan enteng Brennan menjelaskan bahwa beberapa informasi datang dari video live dari serangan itu. "Saya tidak ada di sana," katanya. ( republika.co.id )



READ MORE - Tak Ada Kebohongan Yang Sempuna - Obama Meralat Lelucon Kematian Osama

Osama Bin Laden Hanya Alat Dalam Mengejar Kebijakan Ekspansif AS

Osama Bin Laden Hanya Alat Dalam Mengejar Kebijakan Ekspansif AS - Pengamat dari Amerika Serikat dan mantan analis CIA, Kathleen Christison meyakini Osama bin Laden hanya sebuah alasan dan alat bagi Washington untuk mengobarkan perang. Ditambahkannya, meski telah mengumumkan kematian pemimpin Al Qaeda itu, AS masih terus melanjutkan kebijakan ekspansifnya.

Christison dalam wawancara eksklusif dengan IRNA, Selasa (3/5) mengatakan, "Saya berpikir kematian Osama tidak akan memberi banyak pengaruh terhadap kebijakan yang disebut perang melawan terorisme, yang dipelopori oleh AS dan sekutunya.""Pada prakteknya, perang tersebut tidak begitu punya hubungan dengan Osama dan Taliban. Saya khawatir AS akan terus melakukan intervensi militer di negara-negara lain pasca tewasnya Osama," jelasnya.

AS mengejar tujuan-tujuan imperialisnya, mengontrol kawasan Timur Tengah dan menjamin akses aman ke sumber-sumber minyak di kawasan. Negara adidaya itu hanya ingin memperkuat hegemoni rezim Zionis Israel di kawasan dan juga membantu rezim-rezim bonekanya seperti Arab Saudi.


http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/osama-obama-_110504064823-767.jpg

Osama-Obama


Christison yang aktif sebagai analis CIA pada dekade 1960, menegaskan, Osama sama sekali tidak diperhitungkan sebagai sebuah faktor penting dalam tujuan-tujuan AS. Ia hanya alat Washington dalam mengejar kebijakan ekspansif AS. Ditambahkannya, pengumuman tewasnya Osama pasti akan membantu Presiden Barack Obama di AS, terlebih masa kampanye pemilu presiden mendatang telah dimulai dan popularitas Obama juga merosot.

"Euforia kebanyakan warga AS atas kematian Osama menunjukkan bahwa mereka telah memberikan apresiasi besar kepada Obama. Presiden AS akan dianggap sebagai pahlawan dan tentu saja akan menyetop penurunan popularitas Obama," tambahnya.

"Sejak beberapa tahun lalu, Osama tidak lagi mengontrol operasi Al Qaeda dan memainkan peran penting dalam aksi-aksi terorisme dan AS juga mengetahui dengan baik masalah ini. Namun, tetap mengeksploitasinya sebagai sarana dan alat pada saat-saat diperlukan," tegasnya.

Ketika ditanya tentang peran AS dan beberapa negara Arab dalam mendirikan Al Qaeda, Christison menjelaskan, meski pada prinsipnya Al Qaeda dan Osama adalah produk Barat dan beberapa negara Arab, tapi bukan berarti negara-negara itu masih mengendalikan organisasi teroris tersebut.Osama bin Mohammed bin Awad bin Laden yang lahir pada tahun 1957 di Riyadh adalah seorang warga negara Arab Saudi dan anggota keluarga Bin Laden, pendiri dan pemimpin kelompok teroris Al Qaeda.

Setelah meninggalkan kuliah pada tahun 1979, Osama bergabung dengan mujahidin Afghanistan untuk melawan invasi Soviet di negara itu. Dari tahun 1979-1989 di bawah Presiden Jimmy Carter dan Ronald Reagan, CIA menyediakan bantuan finansial, senjata dan pelatihan secara terbuka dan rahasia kepada mujahidin Afghanistan dan Osama untuk melawan Soviet. Presiden Reagan bahkan sering memuji mujahidin Afghanistan sebagai pejuang kebebasan. ( republika.co.id )




READ MORE - Osama Bin Laden Hanya Alat Dalam Mengejar Kebijakan Ekspansif AS

Ditunggu Revisi Lelucon Kematian Osama Bin Laden ...?!?

Ditunggu Revisi Lelucon Kematian Osama Bin Laden - Gedung Putih memang harus merevisi cerita tentang penyerbuan yang menewaskan Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, demikian harian yang terbit di Inggris, Guradian, melaporkan. Media ini mencatat, banyak fakta yang berbelok tentang operasi penyerbuan itu, dan tentang Osama bin Laden sendiri.

Kini, rumah persembunyian Osama dijaga ketat aparat kepolisian Pakistan. Namun, banyak jejak Osama di sana yang sudah dihapuskan. Setidaknya, para prajurit Amerika yang telah menjelajahi bangunan tiga lantai itu membawa serta harddisk komputer dan dokumen berharga- termasuk juga tubuh Bin Laden yang berlumuran darah, yang kemudian dikubur di laut.

Keesokan harinya, intelijen Pakistan - marah karena tidak menerima informasi tentang penyerbuan itu. Mereka datang mengangkut furnitur dan barang-barang lain. Tapi itu tidak mungkin untuk menghapus setiap jejak drama yang menjadi akhir perburuan tersebut.

Apa saja fakta yang dibelokkan dari penyerbuan itu? Berikut data-data dari Guardian:



http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/BtKPqBCXAbZMjiVE7LMjTA--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Y2g9MjYwO2NyPTA7Y3c9MzYwO2R4PTA7ZHk9MDtmaT11bGNyb3A7dz0xOTA-/http://media.zenfs.com/id-ID/News/republika/warga-abbotabbad-menonton-rumah-bekas-osama-bin-laden-beberapa-_110504074808-617.jpg

Warga Abbotabbad menonton rumah bekas Osama bin Laden. Beberapa bocah memungut sisa-sisa bangkai kendaraan


  • "Ini adalah perak!" Yasser, bocah 12 tahun, menyatakan. Apa yang dipegangnya hanyalah potongan dari sebuah knalpot mobil biasa. Gambaran AS bahwa Osama tinggal di mansion mewah ikut mempengaruhi publik Pakistan, bahwa pimpinan Al Qaeda itu bergelimang kekayaan di akhir hayatnya. Seorang intelijen yang berkeliaran di dekatnya tampak gugup, sebelum menyambar anak dengan tangan dan membawanya pergi.

  • Beberapa jam setelah kematian Bin Laden, para pejabat AS memberitahu bahwa ia melawan dan karenanya ditembak oleh tim khusus AL Amerika Serikat yang menyerbu lantai kedua dan tiga dari tempat persembunyiannya. Fakta itu ternyata tidak benar. Bin Laden tidak bersenjata, ditembak di kepala dan dada.

  • Rincian lain menyebutkan ia menggunakan salah seorang istrinya sebagai tameng hidup. Faktanya, istrinya telah terluka di kaki sambil bergegas ke arah pasukan khusus sebelum ia terbunuh.

  • Disebut-sebut, rumah persembunyian Osama bin Laden adalah sebuah mansion dekat markas tentara Pakistan berharga sewa jutaan dolar AS. Faktanya, rumah bertembok tinggi itu jauh dari gambaran itu; setidaknya terlihat dari cat bangunan yang terkelupas dan tak terawat, serta tak ada satupun AC di lantai-lantainya.

  • Berbagai rincian, bagaimanapun, tetap kabur. Para pejabat Amerika mengubah versi awal mereka untuk mengungkapkan bahwa seorang perempuan yang tewas dalam serangan terhadap kompleks itu bukan istri Bin Laden.

Hal ini juga tidak jelas bagaimana Bin Laden, yang terpojok dalam ruangan di lantai tiga yang ditandai dengan kaca jendela hancur, melawan saat tentara AS menerobos ke kamarnya. ( republika.co.id )




READ MORE - Ditunggu Revisi Lelucon Kematian Osama Bin Laden ...?!?

Mitos dan Fakta Seputar Osama Bin Laden

Mitos dan Fakta Seputar Osama Bin Laden — Mendiang Osama bin Laden yang kematiannya disyukuri sekaligus diratapi orang-orang dari kelompok berbeda menyisakan banyak cerita.

Dari Cerita - cerita tersebut, ada yang benar, ada yang dusta. Inilah daftar 10 mitos, dengan demikian cerita dusta, tentang lelaki dari Arab Saudi itu.

1. Osama bin Laden "bikinan" CIA.

Ia maupun pengikutnya tidak pernah menerima dana langsung ataupun pelatihan dari Amerika Serikat selama dasawarsa 1980-an. Penerima sejumlah besar kedua jenis sokongan Amerika itu adalah mujahidin Afganistan melalui badan intelijen Pakistan, ISI. Sejumlah orang keturunan Arab memang bertempur melawan pasukan Soviet, tetapi jumlahnya tidak signifikan.

2. Ia punya kekayaan pribadi yang sangat besar.

Osama bin Laden terpaksa meninggalkan uang tunainya ketika harus pergi dari Arab Saudi tahun 1991 ke Pakistan, kemudian Sudan. Keluarganya memotong aksesnya sama sekali. Dia juga tidak menerima warisan dari ayahnya yang sangat kaya dan telah dibagi-bagi. Yang dimiliki Osama bin Laden adalah jaringan yang memungkinkannya menggalang dana dengan mudah.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/03/4283093p.jpg
Tentara Pakistan beristirahat di dekat rumah yang diyakini tempat tinggal pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, di kota Abbottabad, Pakistan, Senin (2/5/2011). Rumah itu, Senin dini hari, diserbu pasukan khusus Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer rahasia.


3. Ia bertanggung jawab atas pengeboman World Trade Centre tahun 1993.

Ramzi Yousef, pelaku utama serangan itu, mungkin bekerja untuk Khaled Sheikh Mohammed yang merupakan operator independen pada saat itu. Mohammed mulai bekerja dengan Al Qaeda pada 1996 dan bahkan kemudian menjaga jarak dengan Osama bin Laden.

4. Ia mendapat uang dari bisnis narkoba.

Tidak ada bukti sejauh ini meskipun ada klaim yang diulang-ulang, misalnya dalam berkas Pemerintah Inggris tentang pascaserangan 11 September dan Al Qaeda.

5. Ia tidak pernah terlibat pertempuran berbahaya.

Dia tidak sendirian ketika menyita senjata AK-47 dari seorang jenderal Soviet yang mati, sebagaimana kadang dia akui. Namun, banyak saksi melaporkan keberadaannya di tengah-tengah pertempuran Jaji pada 1987 dan pertempuran Jalalabad pada 1989.

6. Ia lebih sering di goa.

Pada akhir 1990-an, demi propaganda, Osama bin Laden mengundang jurnalis tertentu untuk menemuinya di goa dekat Tora Bora di Afganistan timur. Namun, sebetulnya ia tinggal di sebuah kompleks yang jauh lebih nyaman, dekat lahan pertanian di Hadda, bekas wilayah Uni Soviet, milik seorang panglima perang lokal.

Menjelang 1999, ia pindah ke sebuah kompleks perumahan dekat Kandahar. Sebelum terbunuh, dia hidup di rumah nyaman yang terpisah tetapi dekat kompleks itu di Abbottabad, Pakistan. Selama itu tidak ada bukti ia tinggal di goa.

7. Ia remaja yang suka pesta di Beirut sebelum berubah jadi religius.

Tidak ada bukti soal itu sejauh ini. Osama bin Laden tampaknya pemuda yang tekun, pemalu, dan saleh serta menikah muda dan banyak menghabiskan waktu untuk belajar kitab.

8. Dia nyaris sekarat karena penyakit ginjal.

Ada beberapa laporan—termasuk dalam dokumen Guantanamo—mengenai masalah ginjal, tetapi tentu saja tidak cukup serius untuk menewaskannya. Penyakit itu agaknya lebih karena ada masalah dengan punggungnya akibat posturnya yang tinggi (6 kaki 5 inci = 1,9558 meter) dan gaya hidupnya.

9. Ia bersembunyi di Kashmir, sebagai pemimpin gerilyawan Chechnya, dan bertanggung jawab atas kekerasan di Filipina dan Indonesia, merancang serangan di Madrid, Spanyol, tahun 2004, serta memiliki jaringan luas di Paraguay, wilayah subsahara Afrika dan Afrika Selatan. Semua klaim itu dibuat oleh pemerintah sejumlah negara atau badan intelijen selama lebih dari satu dasawarsa yang terbukti seluruhnya disusun tanpa dasar.

10. Osama bin Laden adalah penggemar klub sepak bola Arsenal.

Meskipun ada laporan fans Arsenal meneriakkan, "Osama, woah-woah, Osama, woah-woah, ia bersembunyi di Kabul, ia mencintai Arsenal", Osama bin Laden bukan penggemar setia klub sepak bola dari London utara itu. ( kompas.com )



READ MORE - Mitos dan Fakta Seputar Osama Bin Laden

Kematian Osama Bin Laden Dalam Konspirasi Terorist Dunia

Kematian Osama Bin Laden Dalam Konspirasi Terorist Dunia - Osama di Buang ke Laut? Epik dunia ini memang cukup menarik jika didekati dengan teori konspirasi. Ada banyak kejadian yang membuktikan kebenaran pendekatan ini. Misalnya sejarah Neil Amstrong sebagai manusia pertama yang mendarat di bulan, ternyata terbukti hanya hasil propaganda Amerika melawan Uni Soviet waktu itu dalam perang dingin, yang berhasil mengorbitkan Yuri Gagarin mengitari bumi.

Peristiwa 11 September saja sampai hari ini masih menjadi tanda tanya besar.

Seperti diberitakan oleh Washington Times, disebutkan: "Masih ada tanda tanya teknis mengenai serangan 11 September yang masih bergelayut di benak sejumlah orang, dan hal itu merembet ke ranah politik."

"Bagaimana mungkin baja seberat 200.000 ton tercerai berai dan roboh dalam waktu hanya 11 detik? Ribuan orang arsitek dan insinyur mempertanyakan hal tersebut, mereka menyerukan kepada Kongres untuk memerintahkan investigasi baru terhadap peristiwa runtuhnya menara kembar dan Building 7 (7 World Trade Center)."

"Masalah yang menyelimuti versi resmi pemerintah tidak pernah berakhir. Menurut sejumlah ahli pikir ternama dunia, hal tersebut tidak mungkin terjadi."

"Untuk meruntuhkan bangunan semacam itu dalam waktu singkat, maka harus ada ledakan buatan di gedung tersebut. Dan ledakannya harus mengarah ke luar," kata Richard Gage, seorang arsitek asal San Francisco yang merupakan pendiri organisasi nirlaba Architecs & Engineers for 9/11 Truth.

Gage, yang merupakan anggota Institut Arsitek Amerika, mampu membujuk lebih dari 1.000 orang koleganya untuk menandatangani sebuah petisi baru dan meminta agar dilakukan penyelidikan resmi.

"Laporan Federal Emergency Management dan National Institute of Standards and Technology (NIST) mengenai penghancuran gedung-gedung tersebut terbukti tidak cukup, berisi pertentangan, dan kepalsuan. Oleh karena itu, kami menyerukan dilakukannya investigasi terhadap para pejabat NIST," tambah Gage.

Gage menambahkan bahwa permasalahan teknis seputar runtuhnya menara kembar tersebut memicu lahirnya perdebatan, bantahan dan cemoohan selama bertahun-tahun.

Tim King dari situs Salem News menyebutkan: "Pemerintah AS memang ingin masyarakat percaya bahwa gedung-gedung tersebut ambruk karena lalapan api. Akan tetapi, dalam sejarah belum pernah ada api yang mampu meruntuhkan gedung pencakar langit. Jilatan api memang membakar hingga kerangka bangunan, tapi api tidak bisa meruntuhkan gedung."

"Anggap saja hal itu mungkin terjadi, maka menara kembar WTC menjadi bangunan yang paling tidak mungkin runtuh. Kerangka baja menara kembar tersebut tidak akan sampai ambruk, bahkan jika gedungnya sendiri runtuh."

"Ketika kami mulai menulis mengenai hal ini. Matt Lintz, desainer web kami, mengetahui adanya upaya-upaya Angkatan Udara AS untuk meretas situs Salem News."

Salem News menyebutkan bahwa mungkin setengah penduduk AS masih belum menyadari bahwa ada gedung ketiga yang juga turut runtuh pada tanggal 11 September 2001. Dan gedung tersebut tidak dihantam pesawat. Namun, dalam gedung tersebut terdapat banyak catatan yang berharga bagi industri keuangan.

"Kata-kata Gage bergema di seluruh penjuru negara, di seluruh universitas dan perusahaan konstruksi. Konstruksi bangunan menara tersebut memang dirancang khusus untuk dapat menahan dampat tabrakan peswat jet. Untuk diketahui, bahan bakar jet mirip dengan diesel dan tidak memiliki efek bakar yang sangat tinggi. Di saluran radio, para pemadam kebakaran setempat membahas mengenai betapa mudahnya memadamkan bara api tabrakan pesawat, bahkan hanya membutuhkan beberapa orang pemadam saja."

Jeff Gates, seorang penulis di Salem News, mengatakan bahwa satu-satunya negara yang akan diuntungkan dari peperangan (pasca persitiwa 9/11) adalah Israel.

"Misalnya saja, seorang ahli teori akan mampu meramalkan bahwa setelah peristiwa seperti 9/11, AS akan menerjunkan pasukan militernya untuk melakukan balasan atas serangan tersebut. Dengan data intelijen palsu yang sengaja ditetapkan untuk mencapai tujuan yang sudah dirancang sebelumnya, maka dapat diketahui bahwa pasukan tersebut diarahkan untuk menginvasi Irak, bukan untuk membalas peristiwa 9/11, tapi untuk menggapai tujuan perluasan wilayah Israel."

Memperkuat pemikiran tersebut, Mike O Cathail dari Salem News menuliskan, "Satu hari setelah 9/11, Benjamin Netanyahu tidak sengaja mengatakan bahwa kematian 3.000 warga negara Amerika adalah sebuah hal yang amat baik bagi Israel. Pembunuhan massal tersebut amat bagus bagi sektor-sektor perekonomian Israel yang tengah tumbuh."

Richard Gage khususnya merasa ada yang janggal dengan Building 7, sebuah gedung pencakar langit 47 lantai, yang tidak tertabrak pesawat, "namun gedung tersebut ambruk dengan kecepatan tinggi". Dia juga mengatakan bahwa ada lebih dari 100 pelapor pertama menyebutkan mengenai terdengarnya ledakan dan kilatan pada saat gedung-gedung tersebut runtuh. "Sebagian menyatakan adanya bagian-bagian gedung yang terbuat dari baja terlempar secara horisontal sejauh 600 kaki (182 meter) dengan kecepatan 60 meter per jam dan decking beton dan metal seberat 90.000 ton yang runtuh seketika."

Salem News menambahkan: "Sebagian besar pakar setuju bahwa gedung-gedung tersebut hanya bisa runtuh sedemikian rupa jika diledakkan dari dalam. Para pakar yang pernah mengerjakan peledakan seperti itu di Las Vegas, setidaknya sebelum dilanda krisis ekonomi nasional, meletakkan bahan peledak utama di lorong-lorong lift dan juga di berbagai titik stragtegis dalam struktur gedung."

"Jika Anda menyaksikan gerak lambat runtuhnya menara WTC, maka dapat dilihat dengan mudah bahwa memang ada serangkaian ledakan yang direncanakan."

"Ada pula bukti materi peledak nano canggih dalam debu World Trade Center," kata Gage. Ia menambahkan bahwa petisi yang diajukan kelompok tersebut sudah disampaikan kepada para anggota Kongres.

"Namun, tentu saja Rudy Giuliani, walikota New York kala itu, sudah menyingkirkan barang bukti dengan segera," tambah Salem News.

"Ada daftar panjang penyelidik federal yang mengatakan bahwa mereka tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan mereka atau menyelesaikan investigasi."

Kasus bom Bali pertama juga masih menjadi tanda tanya. Bagaimana bom karbit 1 mobil bisa menyebabkan lubang cukup dalam dan lebar. Bahkan TNI saja menyanggahnya dengan menguji coba meledakkan TNT yang ternyata efeknya jauh dari dampak yang dihasilkan di kasus Bom Bali pertama. Beberapa pakar bom berpendapat kalau ciri-ciri ledakannya hampir sama dengan bom Micronuclear yang menimbulkan kejutan gelombang listrik yang menyebabkan seluruh listrik padam sesaat sebelum meledak.

Kasus serbuan Obama yang katanya berujung pada kematian Osama, masih cukup banyak menimbulkan tanda tanya. Osama dikabarkan tinggal di sebuah rumah besar yang mirip benteng. Secara kasat mata, intelejen Pakistan yang pro Amerika pasti akan mudah mengendus keberadaan Osama.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/2011/2berita/4_as/al-qaeda_200_200.jpg
kata juru bicara Taliban, masih meragukan pengumuman yang disampaikan oleh pemerintah AS terkait kematian pemimpin Al-Qaidah Usamah bin Ladin, mengatakan mereka tidak akan percaya pemimpin al-Qaidah tersebut telah mati sampai mereka telah melihat bukti yang jelas atau menerima konfirmasi dari sumber yang dekat dengan Usamah bin Ladin.


Apakah kira-kira kemungkinan kasus ini hasil rekayasa? Ya bisa jadi.

  1. Obama saat ini sedang bersiap melakukan kampanye politik untuk pilihan jabatan yang kedua. Harus ada kejadian yang monumental yang bisa dicatat sebagai keberhasilan pemerintahan Obama. Sehingga memang akhirnya ceritanya berjudul Obama vs Osama.
  2. Perang di Iraq, Afganistan (dan Pakistan) cukup banyak menguras kocek Negara Paman Sam ini, harus ada entry point bagi Amerika untuk tidak kehilangan muka jika harus meninggalkan Afghanistan. Rekayasa kematian Osama, bisa menjadi alasan bagi Pasukan Amerika bahwa misi mereka sudah tercapai. Mereka akan pulang dengan pesta pora. Amerika belajar dari perang Vietnam yang kalah perang dan pulang dengan wajah tertunduk.
  3. Berita terakhir disebutkan bahwa jenasah Osama dibuang ke laut untuk menghindari pengikutnya mengkultuskan dan dikhawatirkan pengikutnya menjadikan kuburan Osama sebagai simbol terorisme. Tetapi cara ini bisa juga sebagai cara bagi Amerika untuk menghilangkan jejak dan barang bukti kematian Osama. Jika ada test DNA Osama, pastilah sangat mudah bagi Amerika untuk merekayasa hasilnya. Justru tindakan membuang jenasah Osama ke laut, akan semakin menguatkan kecurigaan rekayasa ini.
  4. Osama sendiri masih misterius. Foto-foto yang beredar tentang Osama ternyata hanya memiliki kemiripan saja. Sedangkan foto Osama yang tampak terluka dan berlumuran darah disinyalir hasil pekerjaan Photoshop atau GIMP.

Kematian Osama antara Nafas Umat Islam dan Kemenangan AS

Semenjak Gedung Pencakar Langit, Word Trade Center (WTC) dihajar pesawat pada tanggal 11 September 2001. Amerika dengan tegas dan tajam langsung meletakan telunjuknya ke hidung Osama. Meski tidak ada informasi akurat apakah pelaku yang memimpin penyerangan menggunakan pesawat itu benar-benar dipimpin oleh Osama. Tapi Amerika sangat yakin akan tuduhannya itu, sehinga menetapkan tanggal itu sebagai hari yang menjadi awal bagi terbukanya permusuhan dengan Osama. Osama dan pengikutnya adalah teroris.

Sebetulnya, semenjak insiden penyerangan pada gedung WTC pun, merupakan pukulan berat bagi umat Islam di dunia (mungkin tidak semua). Dan hal itu ditambah dengan tindakan Imam Samudera Cs yang melakukan pemboman di Kecamatan Kuta, Pulau Bali pada tanggal 12 Oktober 2002. Sehingga semenjak saat itu Umat Islam selalu dicurigai, sering dikaitkan dengan terorisme. Bahkan beberapa orang tidak lagi meletakkan kata teroris pada "Umat Islam", melainkan pada Islam itu sendiri. "Islam adalah teroris", atau "terorisme Islam". Dan hal itu merupakan fitnah yang sangat besar, yang sangat mengancam dan menakutkan untuk sebagian umat Islam melebihi aksi terorime itu sendiri.

Oleh karena itu, aksi terorisme yang terjadi selama dekade ini bukan hanya dirasakan keresahannya oleh rakyat Amerika, tapi bagi umat Islam itu sendiri. Sebab meski bagaimana pun, Osama bukanlah ikon Islam, ia bukan pula gambaran dan ajaran Islam. Osama bukan sandaran kehidupan Islam layaknya Nabi Muhammad yang bisa menjadi tauladan. Begitu pula kasus Bom Bali dan Imam Samudera Cs, tindakannya bukanlah bentuk ajaran Islam. sehingga seperti yang sudah disinggung sebelumnya, aksi penghancuran WTC dan Bom Bali itu sendiri merupakan jerat yang sangat menyesakan dada bagi umat Islam. Sebab setiap kali ada aksi yang "berkonotasi mengancam" bagi kehidupan sosial, lagi-lagi yang sering-dengan tidak mengatakan selalu-dituding adalah Islam.

Jadi, jika berbicara tentang terorisme, ketakutan, ancaman, kecurigaan, dan hal semacamnya, siapakah yang lebih merasakan ketakutannya. Amerika, atau kah umat Islam sendiri.

Di satu sisi-tidak dalam segala hal-Amerika menuduh Islam adalah teroris. Dan di sisi lain, Umat Islam sendiri merasakan hal itu tuduhan yang sangat menyakitkan dan menyesakan kehidupan keberagamaan. Bahkan ketakutannya dan kebebasan nafas Islam begitu serasa terhimpit tudingan itu. Saya jadi ingat suatu kalimat (ayat) yang sering diucapkan. "Fitnah lebih besar dari pada pembunuhan".

Sekarang Amerika bergembira atas kematian Osama, bahkan hal itu dirasakan sebagai bentuk kemenangan. Dan yang jadi pertanyaan, benarkah kematian Osama Bin Laden akan mendinginkan dunia dari kata "terorisme"?

Prof. Dr. Amien Rais ketika ditanya persoalan tersebut pada sebuah acara televisi menjawab (TV One, Kabar Malam), "Aksi terorimse tidak akan hilang selama akar terorisme ini tidak dihilangkan."

Pertanyaan lain muncul, "Akar terorisme, mungkinkah akan dikaitkan kembali dengan Islam?"

Rekaman - Rekaman Palsu?

Banyak audio dan video berisi pernyataan yang mengaku berasal dari Bin Laden, tapi keasliannya ternyata masih terus-menerus dipertanyakan. David Ray Griffin, seorang profesor teologi dan mantan anggota 9 / 11 Truth Movement, mempertanyakan kebenaran rekaman-rekaman itu.

"Tak satu pun dari rekaman-rekaman itu terbukti otentik," katanya. "Setidaknya tiga di antaranya dapat dipastikan sebagai rekaman palsu. Dan jika seseorang telah berpura-pura sebagai Bin Laden, maka semua kaset video dan audio lainnya pun mengarah pada kecurigaan bahwa itu telah dipalsukan."

Contoh pertama adalah video yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan AS pada bulan Desember 2001. Di dalamnya, Bin Laden mengaku sebagai dalang peledakan 9 / 11, namun Mr Griffin menunjukkan bahwa al-Qaida hanya sebenarnya jarang sekali mengakui tanggung jawabnya atas serangan teroris.

Dia juga berpendapat bahwa sosok Bin Laden terlihat sangat berbeda dengan rekaman sebelumnya—lebih gemuk, dengan jari-jari lebih pendek, dan Usamah bahkan menulis dengan tangan yang salah.

Sebagian besar pernyataan Bin Laden adalah hanya audio. Hanya dua yang menunjukkan Bin Laden berbicara telah dikeluarkan sejak tahun 2001. Griffin juga berpendapat bahwa sebuah video yang dirilis pada bulan Oktober 2004—hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden—tidak memiliki retorika keagamaan yang terkandung dalam pernyataan sebelumnya. Video ini, katanya, membantu George W Bush aman di posisi presiden untuk kedua kalinya.

Seorang mantan agen CIA juga mempertanyaan keaslian rekaman-rekaman. Robert Baer menolak saran konspirasi oleh intelijen Barat tetapi tidak memikirkan bahwa al-Qaida mungkin telah memalsukan video. Andy Laws, seorang mantan analis gambar militer, diminta oleh BBC untuk meneliti keaslian rekaman-rekaman Usamah, dan ia mengatakan bahwa semua rekaman itu telah melalui proses editing. Namun ia menyangsikan jika militer AS yang telah memalsukan rekaman-rekaman itu.

Bin Laden telah mengeluarkan sekitar 40 pernyataan sejak 9 / 11, dan itu jumlah yang sangat banyak untuk seorang “teroris” besar seperti dirinya. Bandingkan dengan Khaled Mesyaal, pemimpin Hamas, yang susah sekali ditemui oleh media.

Mantan agen CIA, Seni Keller, mengatakan, "Saya pikir teori konspirasi bahwa dia (bin Laden) sudah mati, adalah sangat menggelikan. Dalam hal ini, realitasnya sangat sulit dan kita sedang melakukan beroperasi di daerah dengan kemungkinan terburuk di dunia dan melacak seseorang yang sangat licik dan licin."

Usamah bin Laden, keberadaannya dan atau hidup dan matinya, akan dijawab oleh sejarah dengan semua kebenaran. Waktu itulah yang akan menunjukan siapa salah dan yang jahat pada kenyataannya. ( suaramedia.com )



READ MORE - Kematian Osama Bin Laden Dalam Konspirasi Terorist Dunia

Mengenal Osama bin Laden

Mengenal Osama bin Laden - Osama bin Mohammed bin Awad bin Laden yang popular dikenal dengan Osama bin Laden, dilahirkan pada tanggal 28 Jun 1957 di kota Jeddah, Arab Saudi, kawasan pantai Laut Merah. Osama adalah anak ke 17 dari 52 orang anak bersaudara.

Bapanya bernama Mohammed bin Laden, adalah seorang petani miskin dari Yaman yang kemudian berpindah ke Arab Saudi selepas Perang Dunia II. Di tempat yang baru ini Mohammed bin Laden memulakan kerjayanya yang baru bergerak dalam bidang perniagaan pembangunan.

Pada akhirnya beliau mendapat banyak kontrak bagi pembangunan masjid-masjid dan istana-istana yang sangat bernilai dari pemerintah Arab Saudi. Oleh kerana itu beliau telah mengembangkan tali persahabatan yang sangat akrab dengan keluarga Kerajaan Saudi. Mohammed bin Laden kemudian telah menjadi salah seorang yang paling kaya di Arab Saudi, yang dianggarkan memiliki aset jutaan dollar Amerika Syarikat. Dari keuntungannya ini dianggarkan Mohammed bin Laden memiliki saham sejumlah hampir 300 juta dollar Amerika.

Ketika di usia remaja, Osama bin Laden telah bergabung dengan gerakan Wahhabi Konservatif-Baru (Ultrakonservatif) ; dan beliau pernah menyertai jabatan polis yang menegakkan undang-undang syariah. Osama adalah seorang bekas mahasiswa Universiti Raja Abdul Aziz di Jeddah, dimana beliau berguru kepada salah satu diantara gurunya,iaitu Sheikh Abdullah Azzam. Guru Abdullah Azzam inilah yang kemudian diketahui sebagai tokoh utama yang memainkan peranan menggerakkan sokongan kepada bangsa Arab bagi kaum Mujahidin yang berperang melawan kependudukan Russia di Afganistan. Osama bin Laden lulus pengajiannya dan mendapat ijazah sarjana tahun 1979 dalam bidang Ekonomi dan Pengurusan.

Osama bin Laden mula membangunkan jaringan komunikasinya pada tahun 1979 ketika beliau ke Afganistan menyertai perang kaum pejuang Afgan yang dikenali sebagai kaum mujahidin yang tetap bertahan dan bertempur melawan Kesatuan Soviet. Osama mengeluarkan dana daripada aset kekayaannya dan pengaruhnya keluarganya bagi gerakan pertahanan Afgan, dan membantu kaum Mujahidin dengan bantuan logistik dan bantuan kemanusiaan. Osama juga terlibat mengambil bahagian dalam beberapa pertempuran selama perang Afganistan.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/usa/binladin_200_200.jpg


http://www.defenddemocracy.org/doc_img/506360.jpg
Osama bin Mohammed bin Awad bin Laden


Ketika peperangan melawan Soviet hampir berakhir, Osama menubuhkan gerakan Al Qaeda, sebuah organisasi bekas pejuang Mujahedin dan para penyokong lainnya yang membantu menyalurkan baik dana dan pasukan pejuang untuk gerakan pertahanan Afgan.

Ketika tentera Soviet berundur keluar dari Afghanistan, Osama bin Laden pulang ke Arab Saudi dan menceburi perusahaan pembinaan dan pembangunan milik keluarga, Kumpulan Perusahaan Bin Laden. Di sini beliau kemudiannya bersama dengan kelompok orang-orang Saudi yang haluan kiri dan menentang pemerintahan kerajaan / monarki Saudi, iaitui terhadap [[Keluarga Raja Fahd. Pada tahun 1995 Osama bin Laden membangunkan infrasruktur di Sudan ketika hubungannya dengan Presiden Umar Al Basyir dan Dr Hasan Turabi yang memerintah Sudan.

Pada tahun 1994, Pemerintah Saudi menarik hak kewarganegaraan Osama dan membekukan seluruh aset dan kekayaannya di seluruh negara.Menurut Pemerintah Amerika Syarikat, Al Qaeda telah meniru gerakan-gerakan perikatan dengan pola pemikiran golongan fundamentalis, seperti misalnya golongan Al-Jihad di Mesir, Gerakan Hizbullah di Iran, Front Islam Nasional di Sudan, dan kelompok-kelompok jihad lain di Yaman, Saudi Arabia, dan Somalia. Organisasi Osama bin Laden juga memiliki ikatan-ikatan dengan "Kelompok Islam" yang pada suatu ketika dibawah pimpinan Syaikh Omar Abdel Rahman, seorang ulama Mesir yang di jatuhi hukuman penjara seumur hidup sejak pengakuannya pada tahun 1995 menggagalkan persekongkolan meletupkan beberapa tempat di kawasan bandar New York. Pada akhir tahun 1990-an dua orang anak Sheikh Rahman bergabung bersama kekuatan tentera dan perjuangan Osama bin Laden.

Sejak tahun 1992, Pemerintah Amerika Syarikat memberi amaran bahawa Osama bin Laden dan anggota-anggota lainnya dari gerakan Al Qaeda menjadi sasaran tentera Amerika yang bertugas di Saudi Arabia, dan di Yaman, dan kesatuan ketenteraan yang ditugaskan di Gurun Afrika, termasuk di Somalia. Pada bulan Oktober 1993,dilaporkan 18 orang anggota tentera kebangsaan Amerika Syarikat yang bekerja untuk bantuan kemanusiaan di Somalia, terbunuh di sana ketika menjalankan kerja sosial mereka. Mayat tentera pekerja sosial itu diseret dan dianiaya di sepanjang jalan-jalan raya. Pada tahun , Osama bin Laden dikenakan hukuman atas tuduhan melatih orang-orang yang terlibat dalam serangan pembunuhan tentara pekerja sosial tersebut dan beliau menyatakan bahawa para pengikutnya bersama kaum Muslim setempat telah membunuh tentera-tentera itu.Perundangan Amerika Syarikat turut menuduh bahawa Osama bin Laden memiliki jaringan dengan serangan-serangan yang gagal ke atas dua hotel di Yaman di mana para tentera Amerika Syarikat bermalam dalam perjalanan mereka ke Somalia.

Pada 7 Ogos 1998,lapan tahun selepas tentera AS di tugaskan beroperasi di Arab Saudi, dua trak mengandungi bom meletup di luar Kedutaan Besar Amerika Syarikat di Nairobi, Kenya; dan di Dares Salaam, Tanzania. Osama bin Laden mengaku tidak bertanggungjawab, tetapi para Hakim menegaskan keterlibatan dan kesalahannya itu terbukti dengan adanya surat-surat faksimili yang dikirimkan oleh kelompok Sel Osama di London setidaknya kepada tiga agen penjualan media internasional. Para Hakim juga menunjukkan pengakuan penjenayah tertuduh pelaku pengeboman Kedutaan-Kedutaan Besar , yang mengaku mereka adalah anggota gerakan Al Qaedah.

Empat belas hari kemudian, pada 20 Ogos 1998, Presiden Bill Clinton memerintahkan armada Kapal Perang Amerika Syarikat menggempur kem-kem di Afganistan yang disyaki sebagai markas latihan pengganas, dan penggempuran keatas kilang pengujian bahan kimia di Khartoum, Sudan. Osama bin Laden selamat dari serangan itu dan dijatuhkan hukuman oleh kerajaan Amerika Syarikat atas tuduhan sebagai perancang serangan-serangan bulan November 1998.

Presiden George W. Bush telah menyatakan bahawa Osama adalah tertuduh utama dalam serangan pengganas di bandar New York dan Washington pada 11 September 2001; dan serangan pengganas yang lain keatas Kedutaan-Kedutaan Besar Amerika Syarikat, kapal-kapal perang, dan asset-aset Amerika Syarikat yang lain.

Para pejuang Taliban telah mengutuk serangan hari Selasa ke atas Amerika Syarikat itu dan menegaskan bahawa Taliban tidak terlibat. Osama bin Laden secara tegas dan meyakinkan telah menyangkal penglibatan dirinya dalam serangan 11 September 2001 itu.

Osama bin Laden boleh disamakan dengan Che Guevara dalam perjuangannya terhadap ketidakadilan yang terjadi akibat haegemoni barat khususnya Amerika Syarikat terhadap bangsa bangsa di dunia khususnya yang terjadi di negara negara dunia Islam. Banyak pengamat Islam Antarabangsa menyatakan bahawa perjuangan Osama bin Laden dan Al Qaeda akan tetap berterusan selama dunia barat khususnya Amerika Syarikat tidak mengubah dasar luar yang tidak adil terhadap negara negara dunia Islam. Isu palestin adalah diantaranya, serta serangan dan pendudukan tentera AS di Iraq membuat masalah yang dikatakan rekayasa dunia barat sebagai terorisme ? tidak akan selesai selamanya! ( suaramedia.com )



READ MORE - Mengenal Osama bin Laden

Kisah Misteri Osama bin Laden Yang Hidup dan Mati Berulang Kali

Kisah Misteri Osama bin Laden Yang Hidup dan Mati Berulang Kali -- Fenomena hidup lagi setelah dinyatakan meninggal dunia, meskipun jarang, bukanlah hal yang aneh. Tidak jelas apakah Usamah bin Ladin pernah mengalami hal serupa. Namun yang pasti diketahui masyarakat dunia, Usamah bin Ladin tidak sekali-dua dinyatakan telah mati.

"Usamah bin Ladin telah meninggal dengan tenang akibat penyakit komplikasi paru-paru yang tidak terawat." Begitu tulis Fox News (26/12/2001) di awal beritanya, mengutip laporan Pakistan Observer.

Kabar itu, katanya, datang dari seorang pemimpin Taliban yang diduga menghadiri pemakaman Usamah bin Ladin.

Guardian (01/12/2001) yang mengutip media Prancis Le Figaro melaporkan, dua bulan sebelum 11 September, Usamah bin Ladin terbang ke Dubai untuk dirawat selama 10 hari di sebuah rumah sakit milik Amerika Serikat. Seorang agen CIA yang bertugas di sana mengunjunginya.

Kepala CIA setempat terlihat di lift rumah sakit, saat akan menjenguk Bin Ladin. Dia kemudian diduga, sempat berbual dengan rekan-rekannya tentang kontaknya (Bin Ladin). Tak lama setelah kejadian itu, ia dipanggil pulang oleh Washington.


http://www.hidayatullah.com/berita/gal544070497.jpg

Tidak hanya agen-agen CIA, disebutkan pula bahwa pengunjung Bin Ladin yang lain adalah Kepala Intelijen Arab Saudi Pangeran Turki Al-Faisal.

Pihak rumah sakit tidak mau berkomentar tentang keberadaan Usamah bin Ladin.

Sebagaimana dilansir CNN 18 Januari 2002 , presiden Pakistan ketika itu Pervez Musharraf menduga kuat Bin Ladin telah meninggal dunia akibat penyakit ginjalnya yang parah. Menurut Musharraf, Bin Ladin adalah seorang pasien penyakit ginjal yang memerlukan cuci darah secara rutin.

"Saya kira, terus terang, dia sudah meninggal," katanya.

Dale Watson dihadapan para penegak hukum pernah mengatakan, "Saya sendiri berpikir, dia (Bin Ladin) mungkin sudah tidak lagi bersama kita." Namun, kepala kontraterorisme di FBI itu kemudian menambahkan bahwa ia tidak punya bukti mengenai hal itu. Pernyataannya dikutip CBSNews (17/7/2002).

Dalam perayaan kedatangan tentara Amerika ke Afghanistan untuk melakukan perang melawan teror, Presiden Hamid Karzai kepada CNN (07/10/2002) mengatakan, "Saya yakin [Bin Ladin] kemungkinan telah mati."

Senator Harry Reid di acara Nevada News Maker di News4 (11/2005) pernah mengatakan bahwa dirinya diberitahu jika Usamah bin Ladin menginggal saat terjadi gempa di Pakistan bulan Oktober tahun itu (2005).

Hal yang menarik tentang meninggalnya Usamah bin Ladin adalah pernyataan tidak langsung yang diutarakan oleh Benazir Bhutto, pejabat Pakistan yang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Dalam wawancara dengan David Frost dari televisi Aljazeera (02/11/2007), Benazir Bhutto -- ketika itu menjabat perdana menteri Pakistan --menjelaskan tentang rencana-rencana pembunuhan yang dilakukan atas dirinya. Saat ditanya apakah orang-orang yang ia sebutkan adalah anggota atau ada kaitannya dengan pemerintah Presiden Pervez Musharraf, Bhutto menjelaskan satu persatu tentang dugaannya.

Salah seorang dari mereka, kata Bhutto, adalah mantan pejabat keamanan yang memiliki kontak dengan beberapa orang. Bhutto kemudian menjelaskan lebih terperinci.

"... he also had dealings with Omar Sheikh the man who murdered Osama bin Laden ...," kata Bhuto, dengan tegas dan lancar tanpa merasa ada yang salah dengan kata-katanya, sambil menatap ke arah kamera.

"Omar Sheikh, pria yang membunuh Usamah bin Ladin." Kalimat tersebut sepanjang wawancara tidak pernah diralat oleh Benazir Bhutto.

Kurang dari dua bulan setelah wawancara itu, tepatnya tanggal 27 Desember 2007, Benazir Bhutto -- perempuan Pakistan berpendidikan Barat putri sulung Zulfikar Ali Bhutto, mantan perdana menteri yang diturunkan dan digantung pemerintah militer -- ditembak di bagian leher saat melakukan kampanye pemilu di Rawalpindi. Sesampainya di rumah sakit ia dinyatakan meninggal dunia.

Angelo Codevilla, mantan petugas intelijen luar negeri AS dan profesor hubungan internasional di Universitas Boston dalam tulisannya yang berjudul agak kocak 'Osama bin Elvis' -- dimuat The American Spectator Maret 2009, sangat meyakini bahwa Bin Ladin telah meninggal dunia.

"Semua bukti menunjukkan bahwa Elvis Presley lebih hidup sekarang ini dibandingkan Usamah bin Ladin," tegas Codevilla di awal tulisannya.

Penampakan terakhir dari Bin Ladin adalah tujuh tahun silam, saat diwawancarai Aljazeera Oktober 2001. Setelah itu, tidak ada orang yang dikenal reputasinya bilang bahwa mereka masih melihat Bin Ladin.

India Express 11 September 2009 menurunkan laporan berjudul 'Zardari says Osama Dead'.

Meskipun tidak bisa memberikan bukti, tapi Presiden Pakistan Asif Ali Zardari -- suami mendiang Benazir Bhutto -- mengatakan bahwa Usamah bin Ladin telah mati.

Tiba-tiba, tanpa ada kehebohan yang mendahuluinya pada hari Senin kemarin (02/5), Presiden Amerika Serikat Barack Obama di depan mikrofon dan disiarkan televisi mengumumkan bahwa pasukan khusus Amerika yang melakukan operasi di Pakistan telah berhasil membunuh buronan paling dicari-cari oleh Washington: Usamah bin Ladin.

Beberapa jam kemudian, media-media Amerika Serikat mengabarkan bahwa mayat Bin Ladin telah dikubur di laut.

Tidak ada foto atau gambar resmi yang dirilis oleh Gedung Putih atas mayat Bin Ladin. Bahkan yang muncul adalah foto palsu hasil rekayasa, yang sebelumnya diklaim didapatkan secara eksklusif oleh televisi Pakistan.

Gedung Putih, hanya merilis foto resmi yang menunjukkan Presiden Obama, Wakil Presiden Joe Biden, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton beserta pejabat Keamanan Nasional AS sedang berada di Situation Room Gedung Putih, dengan keterangan foto bahwa mereka sedang memantau langsung jalannya operasi militer perburuan Usamah Bin Ladin.

Gedung Putih mengklaim operasi pembunuhan Usamah bin Ladin itu berhasil. * ( hidayatullah.com )



READ MORE - Kisah Misteri Osama bin Laden Yang Hidup dan Mati Berulang Kali

Ini Bukti Otentik Bahwa Osama Telah Tewas adalah Rekayasa Bohong

Ini Bukti Otentik Bahwa Osama Telah Tewas adalah Rekayasa Bohong —Wajah Osama bin Laden yang tewas berlumuran darah tersiar luas di internet dan dipublikasikan oleh Agence France-Presse. Televisi Pakistan menyebutkan, foto tersebut belum dikonfirmasi secara resmi kebenarannya.

Agence France-Presse (AFP) menyebutkan, kombinasi gambar jelas menunjukkan bahwa jenggotdan bagian bawah gambar paling mungkin merupakan kloning dan ditempelkan pada gambar tubuh yang bukan milik Bin Laden. Kesimpulan sementara, kemungkinan besar foto Bin Laden yang tewas (kiri) adalah palsu. Bandingkan dengan foto Bin Laden (kanan) semasa hidup yang bagian jenggot dan bibirnya sangat mirip.

Bin Laden tewas dalam operasi intelijen di pinggiran kota Abbottabad, 50 km (30 mil) barat laut ibu kota Pakistan, Islamabad, Senin (2/5/2011). Kematian Bin Laden resmi diumumkan Presiden AS Barack Obama dalam sebuah pidato yang dilukiskan dramatis.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/02/2041328620X310.jpg
Proses montase wajah foto Osama bin Laden yang mungkin digunakan dalam foto ini. Wajah Osama bin Laden yang tewas berlumuran darah tersiar di Internet. AFP menyebutkan foto tersebut sangat mungkin rekayasa.


Terkait operasi militer yang menewaskan Bin Laden itu, sumber militer AS mengungkapkan, Bin Laden terkejut oleh serangan tim kecil Navy SEAL yang mendarat di halaman kompleks tempat ia bersembunyi. Dikatakan, Bin Laden sempat ditawarkan untuk menyerah, tetapi ia menolak dan kemudian terjadi baku tembak. Tiga pendukung Bin Laden, termasuk putranya sendiri, ikut tewas bersama seorang wanita yang mencoba bertindak sebagai perisai manusia dalam baku tembak tersebut.

Warga bersukacita

Warga AS tumpah ruah ke jalan dan bersukacita atas kematian Bin Laden. Ribuan orang berkumpul di depan Gedung Putih di Washington DC dan di Times Square. Bendera AS berkibar di tengah yel-yel kemenangan dan lagu kebangsaan.

Warga AS juga berkerumun dan bersorak-sorai di Ground Zero, lokasi menara kembar World Trade Center pernah berdiri. Seorang mantan petugas pemadam kebakaran New York, yang terpaksa pensiun karena menderita penyakit paru-paru akibat paparan debu di Ground Zero saat serangan yang meruntuhkan menara kembar itu terjadi, mengatakan, dia hadir di Ground Zero agar 343 petugas pemadam kebakaran yang meninggal dalam serangan itu tahu bahwa "mereka tidak mati sia-sia".

"Ini sebuah perang dan saya merasa kami menang," katanya. "Saya ke sini untuk memberi tahu mereka bahwa keadilan telah ditegakkan."

Namun, kematian Bin Laden akan menempatkan Timur Tengah dalam siaga tinggi atas kemungkinan serangan balasan. AS pun telah mengeluarkan peringatan perjalanan global bagi warganya agar berhati-hati dan waspada. ( kompas.com )



READ MORE - Ini Bukti Otentik Bahwa Osama Telah Tewas adalah Rekayasa Bohong

Osama Bin Laden Adalah Orang Bayaran Amerika

Osama Bin Laden Adalah Orang Bayaran Amerika - Kata Castro, Osama 'dibeli' dan dibayar lembaga intelijen CIA. Tugasnya sebagai 'kompor' - Pemimpin Revolusi Kuba, Fidel Castro kembali mengeluarkan suara lantang terhadap Amerika Serikat.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2008/12/30/61963_fidel_castro_pemimpin_legendaris_kuba_300_225.jpg
Fidel Castro Pemimpin Legendaris Kuba

http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/06/15/91194_osama-bin-laden_300_225.jpg
Osama Bin Laden


Castro mengatakan pimpinan organisasi teror, Al Qaeda, Osama Bin Laden adalah agen AS. Kata Castro, Osama 'dibeli' dan dibayar lembaga intelijen AS, CIA.

Tugas Osama, kata Castro, muncul ketika mantan Presiden AS, George Bush ingin menakut-nakuti dunia.

Castro mengklaim argumennya didasarkan atas dokumen yang baru-baru saja diunggah ke internet -- dalam situs WikiLeaks.org -- yang baru saja merulis ribuan halaman dokumen rahasia perang Afganistan. Namun Castro tidak menjelaskan apa pastinya dokumen itu.

"Kapanpun Bush ingin membangkitkan rasa takut atau akan melakukan pidato besar, bin Laden akan muncul, mengancam orang dengan teror yang sedang ia rancang," kata Castro kepada media setempat, seperti dimuat situs The Age, Minggu 29 Agustus 2010.

"Bush tak pernah kekurangan dukungan dari Osama. Gembong teroris itu bawahan Bush," tambah Castro.

Pernyataan Castro juga dipublikasikan di harian milik Partai Komunis, Granma Jumat lalu. Ini adalah salah satu pernyataan provokatif yang dikeluarkan pemimpin berusia 84 tahun ini.

Sebelumnya, setelah tiga tahun 'menghilang' Castro kembali muncul ke publik Senin 12 Juli 2010 dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi setempat.

Saat itu Castro berpendapat ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dengan Korea Utara dan Iran pada akhirnya akan memicu perang nuklir global.

Menurut dia, perang nuklir bisa meletus ketika AS, yang bersekutu dengan Israel, mencoba memberlakukan sanksi internasional terhadap Iran karena aktivitas nuklirnya. ( vivanews.com )




READ MORE - Osama Bin Laden Adalah Orang Bayaran Amerika

Ternyata Osama Bin Laden Bebas Terbang Bolak Balik Inggris - Amerika Dengan British Airways

Ternyata Osama Bin Laden Bebas Terbang Bolak Balik Inggris - Amerika Dengan British Airways -- British Airways terlibat dalam kontroversi baru hari ini, setelah sebuah majalah in-house mempromosikan sebuah layanan iPhone boarding pass. Secara tak sengaja, foto yang dijadikan sampel adalah tiket atas nama "Osama Bin Laden".

Namun, bukan itu yang menjadi pokok persoalan. Tiket itu termasuk jenis tiket frequent flyer, alias sang penumpang secara reguler melakukan perjalanan udara dengan maskapai ini. Gambar tiket itu terpampang di majalah LHR News, sebuah majalah yang beredar terbatas di Bandara Internasional Heathrow.


http://static.republika.co.id/images/tiket_yang_menarik_kontroversi_100601181104.jpg
Ternyata Osama Bin Laden Bebas Terbang Bolak Balik Inggris - Amerika Dengan British Airways


Ada dua gambar yang menarik kontroversi. Gambar pertama adalah foto tiket itu di ponsel iPhone dan kedua, gambar seorang petugas check-in tengah tersenyum pada seorang pria yang tertutup pria lainnya.

Selain mengantongi frequent flyer, gambar itu juga menunjukkan detil yang lain; Osama duduk di kursi nomor 7C dan berada di kabin kelas satu. Dalam tiket itu, ia melakukan penerbangan dengan tujuan Washington DC.

Pihak BA buru-buru cuci tangan dengan menyebut gambar itu bisa saja hasil'sabotase' oleh seorang anggota staf tidak puas. Apalagi, saat ini BA tengah perpolemik dengan para awaknya dan menghadapi mogok massal berkepanjangan.

"Sepertinya BA telah disabotase oleh sumber internal," ujar anggota parlemen Patrick Mercer, yang telah bertugas di komite anti-terorisme, kepada The Daily Express.

Meski demikian, ia mengingatkan perlunya mewaspadai implikasi keamanan serius. "Bagaimana mungkin menemukan cara yang begitu gampang untuk mendapatkan boarding pass yang sah lewat sebuah sistem dengan menggunakan ponsel," ujarnya. .

Seorang juru bicara BA mengakui adanya kesalahan yang telah dibuat dalam publikasi internal. "Kami sedang bekerja untuk mengetahui bagaimana ini terjadi. " ( republika.co.id )



READ MORE - Ternyata Osama Bin Laden Bebas Terbang Bolak Balik Inggris - Amerika Dengan British Airways