Artikel Selebrity Lengkap

Siapakah Sebenarnya Habib Rizieq Syihab ... ???

Siapakah Sebenarnya Habib Rizieq Syihab ... ??? - Front Pembela Islam (FPI) tidak bisa dilepaskan dari peran pemimpinnya, Rizieq Syihab. Sejak FPI terbentuk 17 Agustus 1998, ulama, mubalig, dan kiai, mempercayakan kepemimpinan organisasi Islam itu di tangan Rizieq. Siapa sebenarnya Rizieq?


http://image3.tempointeraktif.com/?id=67608&width=475
Muhammad Rizieq Syihab. TEMPO/Imam Sukamto


Rizieq lahir di Jakarta, 24 Agustus 1965, dari pasangan Hussein bin Muhammad Syihab dan Sidah Alatas. Seperti dilansir majalah Tempo edisi 8 Juni 2008, Rizieq dan kakaknya dibesarkan ibunya sendiri di rumah kakeknya di Gang Paksi, Petamburan. Ayahnya meninggal tahun 1966 saat Rizieq masih berusia belasan bulan.

Menurut sejarawan Jakarta, Alwi Shahab, Rizieq masih keturunan si Pitung, jagoan Betawi dari awal abad ke-20. Kakek Rizieq, Habib Muhammad Syihab, dijodohkan dengan kerabat dekat Pitung. “Entah anaknya atau keponakannya.” Dari perkawinan itu, lahir Hussein Syihab, ayah Rizieq.

Mungkin tak banyak orang menyangka, sejak SD hingga SMP kelas II, Rizieq kecil sekolah di Sekolah Kristen Bethel di Jalan Petamburan IV, Tanah Abang. Setelah itu, dia pindah ke Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al-Jamiatul Khair di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang.

Lalu, Rizieq meneruskan ke Sekolah Islamic Village di Tangerang, Banten. Dia kemudian aktif di Majelis Taklim Al-Husaini, kelompok pengajian sekitar 40 pemuda keturunan Arab setiap Jumat malam, di bawah bimbingan Ustad Mukhsin Alatas pada 1983-1985.

Pada 1985, Rizieq melanjutkan sekolah ke Arab Saudi berkat beasiswa dari Dewan Ekonomi Indonesia. Menurut rekannya di Al-Husaini, Hasan Baliel, ia kuliah diploma bahasa Arab pada dua tahun awal, lalu menempuh pendidikan hukum Islam di King Saud University, Riyadh. Ketika itu, jazirah Arab sedang dirundung perang Irak-Iran sehingga kampusnya juga terpengaruh.

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Syuhada Bahri mengatakan Rizieq sangat fokus pada kuliahnya. ”Kayaknya tempat yang dia tahu cuma tiga: masjid, kampus, dan kantin,” kata Syuhada yang bertemu Rizieq di Riyadh pada 1990-an.

Rizieq pulang ke Indonesia pada 1990-an awal. Aktivitasnya banyak dihabiskan untuk mengajar dan memberikan pengajian keliling dari kampung ke kampung atau di rumahnya. Dari sinilah, dia kemudian punya pendengar setia pengajiannya.

Nama Rizieq mulai berkibar setelah deklarasi Front Pembela Islam di tengah tablig akbar di Pesantren Al-Um, Kampung Utan, Ciputat, Jakarta Selatan, pada 17 Agustus 1998. Sejak itulah Rizieq terus memimpin FPI hingga kini.
( tempo.co )


Enter your email address :


Artikel Menarik Lainnya :


No comments:

Post a Comment